AnuGa Smg Blogspot

Hawa panas, hati sejuk
Sunday, 26 April 2009 | 2 Comments | Links to this post
Siang itu teramat teriknya. Matahari seakan-akan membakar sepanjang jalanan beraspal ini. Bolongnya lapisan ozon di atas sana, membuat panas luar biasa rasanya di badan. Kadang justru terasa menggigil seperti demam karena amat panas. Meskipun pengendara motor sudah berjaket dan asesories lengkap, tapi tetap tembus, seperti diopen dalam microwave.

Tiba-tiba di depan sana. “Diiiinnnn......diiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnn…” suara klakson panjang melengking. Disambung lagi mobil di belakangnya. “Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet……tet…teeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttt” panjang tak kalah geramnya. Di baris ketiga tak ketinggalan…”Diiin….din…diiiinnnn….”, “Diiin…dinn…diiinn…, diiiiiiiiinnn…..” membunyikan klakson mobilnya sesuka hatinya.

Bunyi-bunyian itu tak henti-hentinya, hingga memekakkan telinga. Suaranya berasal dari tiga buah mobil mewah edisi mutakhir. Mereka terhenti karena terjebak macet, dan rupanya ada sesuatu yang membuat macet di depan sana. Sesekali orang di dalamnya melongok-longok mengumpat-umpat mengomel.

Ternyata di depan ada tukang becak yang overload kelebihan beban. Setelah dimuati beberapa zak semen, dan material-material lainnya. Beberapa lonjor besi beton cor bertengger memanjang di atas becaknya. Tak terbayangkan betapa beratnya. Lagi pula di titik itu jalan sedikit menanjak.

Bapak tukang becak tampak kepayahan mendorong becaknya yang sarat beban. Tak ada seorang pun tergerak untuk sudi menolongnya. Hati manusia sudah pada tuli tampaknya. Pak becak itu sudah berusia lanjut tapi tubuhnya masih tegap berotot ulet. Kulitnya legam, menandakan secara historis dia sering bergelut dengan panas matahari dalam mencari nafkah.

Didorongnya becak itu sekuat tenaganya. Sepertinya sudah berkilometer dia mengayuh, dan di tanjakan ini adalah sisa-sisa tenanganya. Mukanya menunduk ke bawah agar tidak silau terpampang matahari. Sambil mengerahkan tenaganya menatap aspal di bawahnya yang seperti menggembur kepanasan. Sandal jepitnya seolah meleleh pula lengket dengan aspal.

“Diiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnn….teeeeeett…dooott..dott…..tiiiiiiiinnn” segala tetet towet klakson ditekan semakin kencang dan marah.

“Ya Allah….ya Allah….” gumam pak becak.
“Demi Tuhan!...ini sangat berat!”

Sambil mendorong, fikirannya berkecamuk.
“oh ..tidakkah kalian tahu..ini sungguh berat, otot-otot tubuhku serasa hendak putus, mohonlah bersabar sedikit”
“tolong sabarlah sedikit”

Pak becak tak mungkin menepikan becaknya karena trotoar sangat tinggi, jika nekat bisa-bisa muatannya tumpah bercerai-berai. Sementara kendaraan dari arah berlawanan tak henti-hentinya berlalu lalang.

“Doooeeeeeeeeeettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt…doeeeeeeeeeeeeeetttt” makhluk-makhluk bermobil bertambah murka.

“Ya Tuhan….kalian manusia atau bukan!, oh…” dalam benaknya Pak Becak berkata-kata.
“Ada apa dengan kalian ini, tidak taukah rasanya melakukan ini. Tidakkah di dalam mobil begitu dingin dan sejuk. Berjam-jam didalamnya pun kalian bisa pulas. Keburu apa kalian? Hendak kemana? Apakah kalian ingin segera mencebur ke neraka?”

Suara klakson makin menggila bersahut-sahutan.
“Oh…mohon bersabarlah..berat sekali ini…Oh Tuhanku”
“Andai boleh bertukar sebentar saja, kalian coba dorong benda ini, dan jika kalian mengeluh melakukan ini.…akan kucambuk kalian dengan besi cor keras ini. Agar kalian mengerti.” batinnya geregetan.

Fikiran Pak Becak kesana kemari. Napasnya seakan hampir putus.
Setelah ada celah di sisi kanan, mobil-mobil itu menyalip dengan brutalnya.
“Oooo…Dasar Budheeeg!!!!!” seseorang mengumpatinya. Beberapa lainnya merengut dan memelototkan matanya sambil menggeber-geber gas mobilnya. Seolah-olah Pak Becak adalah pendosa yang amat berat.

Pak Becak terhenyak, dia hendak marah, tapi ditahan perasaannya. Lalu menunduk lagi tetap terus mendorong bebannya. Tak terasa air matanya menetes.
“Tidak tahukah kalian..demi 15ribu rupiah aku melakukan ini, dan demi menafkahi keluargaku”.
“Tuhan menghendaki aku seperti ini, dan menghendaki kalian demikian. Sungguh enak sekali kalian, tidak bersusah payah setiap hari. Tapi kenapa kesejukan di dalam sana, sepertinya membuat otak kalian mendidih”
“Rupanya kalian manusia tapi berotak anjing, yang kerjanya hanya menyalak”
“Tidak adakah sedikitpun rasa sabar, dan bersyukur”
“Andai kalian adalah anak-anakku, pasti sudah kutampar mulut kalian yang tak mengerti sopan santun. Kupukul kepala kalian yang dungu dengan bambu.””Supaya kalian mengerti, bahwa pukulanku adalah jauh lebih baik. Ketimbang kalian disiksa oleh Sang Pemberi Balasan”.
“Tubuhku boleh sangat lelah dan panas, tapi hati dan pikiranku amatlah sejuk”
“Oh Tuhan Terima kasih ….atas semua ini”
posted by Nuga @ 4/26/2009 06:51:00 PM
 
Hati Hancur Jadi Debu
Monday, 6 April 2009 | 4 Comments | Links to this post
.
Alkisah. Sebuah keluarga kecil di suatu rumah yang sederhana. Yang sedang giat membangun usaha mulai dari nol. Pagi-pagi buta mereka berdua sudah mulai bekerja. Mereka merencanakan segalanya berdua, tentang usaha dan masa depan mereka. Demikian bertahun-tahun mereka jalani. Peras keringat, banting tulang, bahu-membahu demi memenuhi segala kebutuhan dan meningkatkan perekonomian keluarga. Kehidupannya harmonis penuh cinta kasih. Tahun demi tahun usahanya semakin lancar dan maju.


.
Tuhan mengaruniai mereka anak-anak yang banyak. Anak-anak yang lincah dan lucu. Sang istri merawat anak-anaknya dengan sabar dan penuh kasih sayang. Di tahun-tahun kesuksesannya mereka membeli lagi rumah, tempat usaha, mobil, dan aneka perabot yang diinginkan. Sang suami pun makin sibuk bekerja kesana kemari.
.
Meskipun sesekali mereka beribadah, tampaknya hal-hal wajib yang menjadi komitmennya dengan sang pencipta sering mereka lupakan. Memang sudah menjadi ketetapan, hidup adalah perjuangan, hidup akan sarat dengan berbagai ujian dan cobaan.
Di puncak kebahagiaan dan kesuksesannya, awan hitam berarak mendekat. Sang suami mulai sering di luar rumah. Kadang beberapa hari tidak pulang. Riak-riak kecil mulai tampak. Desas-desus yang dihembuskan sang angin, masih dianggap kabar burung. Pikir istrinya, tidak mungkin begitu. Kami berdua saling mencintai. Itu yang hanya ingin dia tahu dan yakini.

Hingga suatu ketika di pagi yang cerah. “beep-bep…beep-bep”…..bunyi nada sms dari HP suaminya. Dibacanya isi sms itu. “Yank….kangen nich, kapan kita bercinta lagi…kutunggu yank…”
Bagaikan guntur yang menggelegar di kepalanya atau sengatan lebah di gendang telinganya. Nafasnya sesak tersengal-sengal. Hatinya seperti diiris sembilu. Air mata pun tak kuasa dibendungnya. Simpul-simpul halus yang selama ini tak diyakininya, ternyata benar. Suaminya ….selingkuh!! Badannya lunglai, lalu ..pingsan.
**
Malam itu hujan amat lebat, kilat menyambar mengguntur. Seolah mengiringi hati yang remuk redam di keluarga itu. Istrinya menjerit-jerit kalap, sementara semua anak-anaknya menangis. Segala yang ada dibanting hancur berantakan. Sang suami mengampun berurai air mata, memohon maaf pada istrinya. Sambil menggendong si bayi di tangan kirinya, sedangkan yang lebih besar ada digandengan kanannya. Sementara anak-anak yang lain memeluk kaki ibunya mencegah supaya tidak pergi. Semua bertangisan. Namun Istrinya tetap bersikeras untuk pergi meninggalkan mereka...…Minggat!!.
Entah kekuatan iblis apa yang merasuk, dibantingnya anak-anaknya yang mencengkeram kakinya, hingga membentur tembok dan anak satunya terlempar ke pagar. Kemudian dia pun berlari ditelan gelapnya malam dan hujan.
.


Sebulan kemudian…
Saat ini mereka telah bersatu kembali, bersepakat membina rumah tangga baru di rumah yang baru. Namun tampaknya sang istri hatinya telah mati. Hatinya yang terluka menganga tak mudah diobati lagi. Satu sentuhan masalah kecil baik hanya mendengar lagu atau cerita tentang perselingkuhan akan membuatnya histeris dan gila. Seringkali dalam kesendiriannya, matanya menatap kosong, hampa. Hidup segan mati tak hendak. Hatinya telah tertoreh, terluka tiada tara. Seakan tak percaya pada nasibnya, sulit menerima suratan dan cobaan yang Tuhan pasti berikan pada siapapun.
.
Sang suami meskipun menyesali perbuatannya, tapi nasi telah jadi bubur. Betapa sering kenikmatan dunia direguknya di waktu lalu. Namun tak pernah menyangka akibatnya. Kehancuran tidak hanya menimpanya, tapi juga anak-anaknya yang tak berdosa. Anak-anaknya menjadi linglung, kehilangan masa kanak-kanaknya yang penuh ceria. Otaknya dipaksa untuk berpikiran dewasa. Sekeluarga menjadi gunjingan dan cemoohan warga, sehingga merekapun terusir dengan sendirinya.
.
Tiada lagi kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah itu selain kemuraman yang menyelimuti. Istrinya kadang terlihat berjalan gontai sambil menggendong anaknya berjalan tak tentu arah. Jika disapa kadang tak merespons, seolah-olah tidak peduli dengan lingkungannya dan dunia ini. Diapun begitu jijik bersinggungan dengan suaminya lagi. Seakan ditutup hatinya untuk selamanya. Baginya Kesetiaan adalah harga mati.
.
.
(The Power of Love)
Cinta...
Indahnya dapat menjadikan kita bahagia, melebihi apapun.
Dan sakitnya dapat menimbulkan penderitaan melebihi apapun.
***
posted by Nuga @ 4/06/2009 09:12:00 PM
 
We Will Not Go Down (GAZA)
Sunday, 29 March 2009 | 0 Comments | Links to this post
.


.
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze


We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain

But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go downIn the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In Gaza tonight
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In the night, without a fight
We will not go down
In Gaza tonight

.
posted by Nuga @ 3/29/2009 12:13:00 PM
 
Truly Inspirational
Monday, 16 March 2009 | 4 Comments | Links to this post
.
Jalan-jalan ke blog tetangga, banyak hal yang kudapat, mencengangkan sekaligus takjub akan kehebatan orang-orang seperti ini. Coba baca ungkapan-ungkapan itu. Sangat inspiratif.
Jadikan cambuk yang melecut kita sehingga muncul dalam benak kita, kalimat :

LANTAS….APA YANG MEMBUAT KITA TIDAK BISA?
DAN APA YANG MEMBUAT KITA TIDAK BERSYUKUR?

QIAN HONGYAN - Si gadis bola basket. Mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya. Menyeret tubuhnya kesana kemari.

Dan tetap bersekolah, walaupun dalam segala keterbatasannya

























Walau begitu dia selalu tersenyum gembira, menyambut dunia…

Menghibur Teman Senasib dan .. Happy saja








JANGAN MENANGIS HANYA KARENA TIDAK PUNYA SANDAL,
SEBELUM MELIHAT ORANG TIDAK PUNYA KAKI

******

Dan di bawah ini Nick Vujicic silahkan diamati dengan seksama.


It will be called 'No Arms, No Legs, and No Worries!

I believe that if you have the desire and passion to do something, and if it's God's will. You will achieve it in good time.


God won't let anything happen to us in our life unless God has a good purpose for it all
I believe that if you have the desire and passion to do something, and if it's God's will. You will achieve it in good time



Next Time, You Think Life is Hard.... Think Again!....

****

Suatu ketika kubaca juga sebuah tulisan di sebuah wallpaper ada kalimat yang cukup 'menyengat' sbb :

Setiap orang mempunyai impian di dalam hidupnya :
Ada yang terus berusaha mengejarnya dan mendapatkannya.
Ada yang melupakan dan membuang jauh impiannya.
Ada pula yang hanya diam saja dan mengubur impiannya hingga akhir masa...


*
posted by Nuga @ 3/16/2009 05:49:00 PM
 
nge Book Lage
Saturday, 7 March 2009 | 10 Comments | Links to this post
.

Setelah sekian lama postpone dari dunia cetak mencetak buku. Kini bersemi lagi (weleh)

Kemarin berbarengan dengan terbit perdana Bukunya Jeng Embun, disusul dengan buku sederhana di blog ini. Kucetak kembali buku-buku kuno yang pernah terbit di jaman dahulu kala (jiee biar tampak seram).

Buku itu diantaranya Alaming Lelembut - Seri 1 & 2 berkutat tentang kisah-kisah dunia per-demit-an. Mengasyikan sekali dibaca dikala sedang santai, sunyi sepi sendiri (hiiiyy).
*
Dibaca pelan-pelan, dengan penerangan sekedarnya lilin atau lampu teplok. Sulut dupa, kemenyan, hio dan sebangsanya, sebagai wewangian, camilan kembang....(aaaaah nglantur buanget). Tidak perlu terlalu menjiwai, biasa saja...
*
Bebukuan ini masih dicetak dengan ala khadarnya, di print, copy, jilid, dibegini-begitukan, jadilah. Walo sederhana, tapiiii...ada tapinya. Isinya sangatlah memikat dan bergizi tinggi. Desain sampulnya begitu indah dan menarik, seakan-akan dalam pandangan saya, adalah yang paling indah seantero dunia (silahkan mual..xixi). Sekali-sekali memuji diri sendiri, 'cause ndak ada nyang muji. Jadi ngga boleh ngiri yach...Eyke gitu loh...


Ini...liat di bawah ini, itu fotonya Mas Ton, dengan gesit dan cekatannya sanggup menyelesekan sekian buku sekaligus dalam suatu saat. Belio sudah terbiasa menangani hal-hal yang serba mendadak. Asal bukan mendadak gila..lhoo... Ndak isa diake'.



Sambil mengamati proses pembuatannya, (Ooo...gitu to tibaknya) diam-diam kupotret dia secara diam-diam pula. Tret!!!..Whaduh...ndak kliyatan pala'nya. Ah..yaudah..biar. Toh ini kan juga lagi cetak buku hantu-hantu. Wedew...sekali lagi, biar tampak seram...hoahahahaha....



posted by Nuga @ 3/07/2009 05:10:00 PM
 
Buku ke 2
Thursday, 5 March 2009 | 3 Comments | Links to this post
.
.
Setelah sekian lama berkutat, akhirnya selesai juga buku ini.
Here is it...
.

Religius Edition
Buku ini ada pasangannya lhoo....

.
posted by Nuga @ 3/05/2009 09:40:00 PM
 
MUHASABAH
Thursday, 26 February 2009 | 3 Comments | Links to this post

Dengan mengucap Nama-Mu Yang Agung.
Tuhan Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Demi masa, yang silih berganti.
Tuhanku…
Tak ada sesuatu pun di seluruh alam semesta ini, kecuali adalah milik-Mu.
Tak Kau ciptakan makhluk-makhluk, kecuali hanya mengabdi pada-Mu.
Demikianlah ketetapan-Mu. Sang Penguasa Mutlak.

Adalah janji makhluk-Mu. Kami para manusia
(inna shalati wannusuki wamahyaya wammaati lillahi rabbil allaamin)
Tuhan, kami beriman pada-Mu.
Tuhan, kami mengabdi pada-Mu
Sholatku, ibadahku, hidup dan matiku, Lillahi ta’ala.
Hanya untuk-Mu

Demi masa, yang silih berganti.
Tuhanku
Adalah suatu masa. Ternyata kami ingkar.
Seruan-Mu agar kami berhimpun menghadap-Mu. Tak kami hiraukan.
Kami tulikan pendengaran ini. Kami masyuk dengan duniawi
Kami terjang segala rambu larangan-Mu
Acuh dengan segenap perintah-Mu

Tuhanku. Ternyata kami lalai.
Bahwa segala yang kami usahakan. Bahwa apa-apa yang ada pada kami.
Adalah kuasa kami, hak mutlak kami. Segenap yang kami suka dan inginkan.
Seolah dalam genggaman kami. Kekal abadi.

Dalam kecongkakan dan kesombongan.
Kami kian larut dalam kemaksiatan dan kemungkaran.
Terbius akan kemilau dunia ini.
Kenikmatan dan kelezatan yang amat memabukkan.

Dengan Kemahakasih-Mu Kau ingatkan kami
Dengan berjuta tanda kebesaran-Mu.
Meskipun bibir ini berulang mengucap ketentuan-Mu
Akan Ayat-ayat-Mu
Namun tak meresap dalam kalbu.

Demi masa…
Suatu ketika, dengan izin-Mu
Bermacam masalah, musibah dan bencana, Kau paparkan.
Kehancuran, keguncangan, kerusakan, ketidakseimbangan.
Memporak-porandakan jiwa dan raga.
Mengaduk-aduk segenap logika, hati dan rasa.
Tercengang kami. Buntu segala akal pikiran kami.
Kami ingat dan sadar bahwa kami tak kuasa.
Tuhan, kami memohon pertolongan hanya kepada-Mu.
(laa qaula wa laa quwwata illa billah)

Insyaflah kami.
Terseok-seok kami datang kehadirat-Mu
Dengan jiwa yang lunglai dan derai air mata.
Insyaflah kami.
(Laa ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadzhaalimin)

Telah Kau perintahkan kami.
Untuk melihat berulang-ulang. Akan tanda kebesaran-Mu
Demi Engkau Sang Maha Benar.
Sungguh sempurna Ayat-ayat-Mu
Benarlah. Tak ada yang luput dalam segala Ketentuan-Mu
Benarlah. Tak ada ketidakseimbangan dalam penciptaan-Mu.
Dan pengetahuan kami, penglihatan kami, amatlah payah.
Sungguh amatlah payah.

Wahai Tuhanku, kami sungguh sadar.
Alam semesta seisinya adalah milik-Mu
Segala harta benda, keluarga, sanak kerabat dan handai taulan.
Segenap jiwa raga. Jasad dan roh kami.
Dan semua apa-apa yang kami cintai.
Adalah mutlak milik-Mu. Dan dalam kendali-Mu
Tuhanku Maha Pengasih
Walau dosaku menggunung tinggi,
Tapi Rahmat-Mu melaut luas

Tuhanku.
(Alhamdulillahirabbil ‘alamiin)
Segala puji adalah bagi-Mu
Kami dzalim.
Dzalim atas diri kami sendiri.
Karena tak setitik apapun dari kami memberi manfaat bagi-Mu.
Usaha kami adalah pahala bagi kami.
Masa dunia hanyalah sementara.
Dan alam hakiki adalah kehidupan sesudahnya.
Kami sadar. Tiada yang lebih baik.
Selain orang-orang yang kembali.
Dan ber-Muhasabah.
*
*
posted by Nuga @ 2/26/2009 11:01:00 PM
 
Putusan Karakoush
Saturday, 21 February 2009 | 2 Comments | Links to this post
.


THE STRANGE JUSTICE OF KARAKOUSH (an Egyptian folktale)



Pada suatu malam seseorang terlihat mengendap-endap di pekarangan sebuah rumah. Rupanya ia hendak mencuri di rumah tersebut. Setelah merasa aman, ia mencoba membuka salah satu jendela rumah tersebut. Namun naas baginya, sewaktu mengungkit daun jendela, karena tidak dipaku dengan kuat, ia terjatuh tunggang-langgang ke dalam dan kakinya patah.
.
Pagi harinya ia menghadap Karakoush, sang wali negara, untuk mengadukan nasibnya. “Wahai tuanku,” lapornya, “Tadi malam hamba hendak masuk ke sebuah rumah untuk mengambil harta pemiliknya, namun karena jendela rumah itu tidak dipaku dengan teguh, akhirnya hamba terjatuh ke dalam rumah dan kaki hamba menjadi patah karenanya.” Sambil memperlihatkan kakinya yang patah, ia meneruskan kata-katanya, “Hamba mohon keadilan paduka untuk menghukum pemilik rumah tersebut.” Mendengar permohonan tersebut sang wali negara dengan suara keras memerintahkan pengawalnya agar pemilik rumah itu dibawa menghadap ke pengadilan.
.
Sesampainya sang pemilik rumah ke sana, ia langsung diinterogasi oleh wali negara, “Kamu pemilik rumah yang ceroboh !!! Mengapa jendela rumahmu tidak kaupaku dengan kuat sehingga pencuri ini tidak bisa berpegangan dengan kuat pada jendela dan dia terjatuh sampai menyebabkan kakinya patah ??!!!”.
Sejenak pemilik rumah itu tertegun. Mengapa ia dipersalahkan atas tuduhan yang amat aneh ini ?? Apakah dapat dibenarkan seorang pencuri mempersalahkan orang yang hendak dia ambil hartanya karena kegagalan dalam melaksanakan kejahatannya ? Namun si pemilik rumah sadar bahwa berdebat dengan Karakoush hanya akan membuat nasibnya malah lebih celaka lagi. Karena itu ia pun segera menjawab, “Wahai tuanku, sesungguhnya kesalahan itu bukan terletak padaku, tapi pada tukang kayu yang mengerjakan pembangunan rumahku. Jika saja ia bekerja dengan baik, memaku daun jendela itu dengan kuat, tentu pencuri ini tidak akan terjatuh dan menderita patah kaki seperti ini.”
.
Mendengar penjelasan si pemilik rumah, Karakoush pun memerintahkan para pengawalnya untuk menangkap tukang kayu yang dimaksud. Ketika dihadapkan pada pengadilan, tukang kayu itu dipersalahkan oleh wali negara dengan suara menggeledek, “Kamu tukang kayu yang ceroboh !!! Mengapa jendela rumah orang ini tidak kaupaku dengan kuat sehingga membuat jendela itu menjadi goyah dan pencuri itu bisa terjatuh lalu menderita patah kaki seperti ini ??!!!”
.
Si tukang kayu pun sadar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan wali negara, karenanya ia pun menyahut,”Wahai tuan, sesungguhnya ketika aku sedang mengerjakan pembangunan rumah orang ini, lewatlah seorang wanita cantik dengan pakaian warna merah. Karena aku terus memperhatikannya, aku pun tidak memaku jendela itu dengan kuat sehingga daun jendelanya mudah goyah dan menyebabkan orang ini jatuh.”
.
Wali negara pun memerintahkan agar wanita itu dihadapkan padanya. Setelah hadir di persidangan, wanita itu pun dipersalahkan,”Kau yang senang memakai pakaian yang menarik hati kaum lelaki, mengapa kau memakai pakaian warna merah saat lewat di depan rumah orang ini sehingga menyebabkan tukang kayu yang mengerjakan pembangunan rumah itu memaku jendelanya jadi bengkok dan mengakibatkan pencuri ini terjatuh ke dalam dan kakinya patah ??!!!”
Si wanita pun menjawab,”Kecantikanku adalah augerah Allah, tapi pakaianku adalah buatan tukang celup. Dialah yang memberi baju ini warna merah sehingga menarik perhatian tukang kayu.”
.
Kembali dengan suara mengguntur Karakoush memerintahkan pengawalnya untuk menghadapkan si tukang celup kepadanya. Ketika orang yang dimaksud sudah berada di depannya, Karakoush pun membentaknya,”Kau yang suka main-main dengan warna-warna celupan, mengapa pakaian wanita ini kauberi warna merah sehingga menarik perhatian tukang kayu dan menyebabkan jendela yang dipakunya menjadi guyah dan membuat orang ini terjatuh ketika ia mengungkitnya hendak masuk ??!!!”
Si tukang celup terkejut. Tak terkatakan apa-apa lagi olehnya karena ia sudah pingsan ketakutan. Oleh sebab ia tidak bisa lagi melemparkan kesalahan kepada orang lain, diputuskanlah untuk mengganjarnya dengan hukuman gantung.
Tetapi dia adalah orang yang luar biasa tingginya, sampai-sampai mengalahkan tinggi tiang gantungan.
Tergopoh-gopoh pengawal melapor bahwa tidak ada lagi tempat buat menggantung si tukang celup. Karakoush tidak mau menerima kegagalan putusannya begitu saja. Dengan marah ia perintahkan,”Carilah tukang celup lain yang lebih pendek dan gantunglah dia menggantikan orang itu.”
Begitulah. Akhirnya ditemukanlah seorang tukang celup lain yang berbadan lebih pendek. Tentu saja ia meronta-ronta ketika hendak dibawa ke tiang gantungan, namun semua sia-sia dan akhirnya dialah yang dihukum gantung.
**
Dari kejadian itu, apabila ada orang yang tidak bersalah dipenjarakan dan orang yang benar-benar bersalah dibiarkan lepas, maka masyarakat pun akan berkata,”Seperti putusan Karakoush.”
**
posted by Nuga @ 2/21/2009 02:13:00 PM
 
Wasiat Luqman Hakim
Tuesday, 3 February 2009 | 4 Comments | Links to this post

Kepada Anaknya Dalam Mendidik Anak Beragama

Wasiat Lukman al Hakim pada puteranya yg kita tahu ada 10. Dalam kitab2 lain antaranya "Tafsir Ruhul Ma'ani", jilid ke 21, berisi sebagai berikut :

1. Hai anakku! ketahuilah sesungguhnya dunia laksana lautan yang dalam, banyak manusia yang karam kedalamnya. Kalau engkau ingin selamat, supaya jangan karam, layarilah dia dengan sampan yang bernama taqwa, isinya ialah iman dan layarnya ialah tawakal kepada Allah.

2. Orang-orang yang selalu menyediakan dirinya untuk menerima nasihat maka dirinya akan mendapat penjagaan dari Allah, orang yang biasa dirinya insaf dan sabar kerana menerima nasihat orang lain, tandanya orang itu akan sentiasa menerima kemuliaan dari Allah, berasa hina diri dalam beribadat dan bertaat kepada Allah ta'ala akan menimbulkan rasa lebih dekat kepada Allah dan lebih menghindarkan diri kepada maksiat.

3. Marahnya orang tua dalam mendidik anaknya, tak ubahnya seperti pupuk bagi tanam-tanaman.

4. Hai anakku! Jauhkanlah dirimu dari berhutang sesungguhnya berhutang itu menjadikan dirimu hina diwaktu siang dan gelisah diwaktu malam.

5. Hai anakku! Selalulah berharap kepada Allah harapan-harapan yang hasilnya tidak akan membawa engkau untuk menderhakai Allah, takutlah kepada Allah dengan sebenar takut yang biasa melapaskan engakau dari sifat berputus asa terhadap rahmat Allah.

6. Seorang pendusta lekas hilang air mukanya (tak dipercayai orang) dan seorang yang sudah rusak akhlaknya akan banyak gelamunnya terhadap yang salah-salah, memindahkan batu yang besar lagi berat dari tempatnya ke tempat yang lain, lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

7. Hai anakku! Engkau sudah merasakan bagaimana beratnya membawa batu yang besar, besi yang berat dan lain-lain yang sangat beratnya, tapi akan lebih berat lagi dari itu, bila mempunyai tetangga yang jahat, engkau telah merasakan bermacam-macam kepahitan tapi akan terasa lebih pahit lagi bila hidup dalam keadaan fakir dan miskin.

8. Hai anakku! Engkau jauhilah bersifat dusta, sebab berdusta itu enak sekali mengerjakannya, seperti enaknya memakan daging burung, sedikit saja berdusta, akibatnya tetap akan memberi bahaya.

9. Hai anakku! Kalau bertemu dua kejadian, antara menjenguk orang mati dengan menghadiri pesta kahwin maka pergilah menjenguk orang mati, sebab akan mengingati diri pulang kekampung akhirat, sedang menghadiri pesta kahwin hanya mengingati diri kepada kesenangan duniawi saja.

10. Hai anakku! Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebih-lebihan. Sesungguhnya memberikan makanan yang engkau makan sampai kenyang berlebih-lebihan itu kepada seekor anjing adalah lebih baik daripada engkau memakannya.

11. Hai anakku! Janganlah engkau terus menerus menelan kerana manisnya sesuatu, dan jangan pula lekas engkau muntahkan kerana pahitnya.(Yang manis itu biasanya mendatangkan penyakit, sedangkan yang pahit biasa menjadi obat)

12. Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah, rundingkanlah urusanmu kepada alim ulama' (dengan cara minta nasihat kepadanya)

13. Bukanlah baik namanya, bila engkau selalu mempelajari segala macam ilmu yang belum engkau ketahui, sedang ilmu yang telah diperolehi belum lagi engkau amalkan. Hal seperti ini tak ubahnya dengan perbuatan seseorang yang mencari kayu api, setelah dikumpulkan, lalu dipikulnya, tapi dia tak kuat membawanya, kemudian dia tambah lagi.

14. Hai anakku! Kalau engkau ingin hendak mengambil seseorang menjadi teman, maka ujilah dia lebih dahulu dengan cara membuat dia marah, kalau dia di waktu marahnya masih memberikan keinsafan (kesedaran) kepada engkau, maka bolehlah dia dijadikan teman, kalau tidak begitu, maka hendaklah engkau berhati-hati.

15. Hendaklah selalu tutur katamu baik dan wajahmu manis, engkau akan lebih disukai orang lebih disukainya dari orang-orang yang sudah pernah memberikan pemberian yang mahal-mahal.

16. Hai anakku! Kalau engkau berteman, tempatkanlah dirimu sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya, dan pasti dia akan selalu mengharapkanmu.

17. Hai anakku! Jadikanlah dirimu dalam segala tindak tandukmu, seperti orang yang tidak mengharapkan pujian seseorang dan tidak pula menimbulkan celaan orang. Dirinya bekerja kelihatan letih, tapi manusia selalu memandangnya dengan tenang.

18. Hai anakku! Usahakanlah jangan sampai keluar dan mulutnu kata-kata kasar, sesungguhnya engkau akan selamat bila engkau bersifat pendiam. Kalau akan berbicara juga, bicaralah yang akan mendatangkan manfaat kepada orang lain.

19. Hai anakku! Janganlah engkau condong ke dunia ini dan janganlah hatimu repot kerana dunia saja, kerana engkau dijadikan Allah bukanlah untuk dunia. Tidak adalah makhluk yang dijadikan Allah, lebih hina daripada orang yang telah terpedaya oleh dunia. Mati sebab akan mengingati diri pulang ke kampung akhirat, sedangkan menghadiri pesta kahwin hanya mengingati diri kepada kesenangan duniawi saja.

20. Hai anakku! Janganlah engkau tertawa kalau bukan kerana sesuatu yang mencengangkan (menggelikan), janganlah engkau berjalan tanpa ada tujuan yang tertentu, janganlah engkau menanyakan sesuatu yang tidak berguna bagimu, janganlah menyia-yiakan hartamu, sedangkan harta orang lain engkau pelihara, kerana sesungguhnya yang menjadi hartamu ialah yang engkau usahakan, sedang harta orang lain itu belum tentu menjadi milikmu.

21. Hai anakku! Siapa yang penyayang tentu akan disayangi orang pula, siapa yang tidak pandai menahan lidahnya berkata yang buruk tentu dia akan menyesal akhirnya.

22. Hai anakku! Bergaul rapatlah dengan alim-ulama', diam dan dengarlah baik-baik segala nasihatnya, sesungguhnya hati akan hidup dengan adanya cahaya hikmah (ilmu pengetahuan) sebagaimana tanah biar subur kerana air hujan.

23. Engkau ambillah harta benda dunia ini sekadar keperluan dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk keperluan di akhirat nantinya, jangan engkau tendang kehidupan dunia ini seluruhnya, engkau akan menjadi pengemis yang akan menambah berat tanggungjawab orang lain. Janganlah engkau berteman dengan orang bodoh dan janganlah pula dengan orang yang bermuka dua (tidak berpendirian)

*
*
posted by Nuga @ 2/03/2009 12:12:00 AM
 
Nice Korean Movies - The Classic
Tuesday, 27 January 2009 | 1 Comments | Links to this post
.

This is one of the nice korean movie that I’ve ever watched.

The plot was a bit unexpected towards the end and this sad love story

will probably capture you deep in your hearts.

This is an entertaining movie with tears and laughter.

And the OST is very nice too.







No e ke Nan, Na e ke Non
(You to Me, Me to You)
.
Chorus:
No e ke nan / hae jil nyong no-ul cho-rum
han pyon yi a-rum-da-un / chu-o-ki dwe-go
so jung aet-don / uri pu-ru-don na-rul gi-on-kham-yo
u huh / wi ob-shi / ku-rim-cho-rom / na-ma-chu-gi-rul
I.
Na e ke non / nae i-rob-don / ji-nan shi-ka-nul
hwanha-ke bid-juo ju-don / hae-sa-li dwe-go
jo-ku-mahn-don / no-yi ha-yan son-wui-ye
pidanun bosonchorom / yong-won-ei yang-su-ki dwe-o
Repeat Chorus
II.
Na e ke non / cho-rom-yi sul-pun / no-rae-ro
nae ja-kun ga-sum-so-ke / i-roh-ke na-ma
ban-ja-ki-don / no-yi ye-pun nun-mang-u-le
sumanh-un byoli dwi-o / yonghwon torok pimnago shipo
Repeat Chorus until music fades
*
_____________
Translation
No ege Nan, Na ege No
(I am yours, You are mine)
.
*CHORUS*
I am yours, like the sun which sets
The beautiful memories are all from one place
Precious memories of the naive days together
Woo- they remain as a picture which has no regrets
*
You are mine and make the lonely times pass
You are the sunlight which shines on me
Your small white hand in mine
Like the sparkle of a jewel it makes the promise of eternity
.
* Repeat
You are mine, like a sad graduation song
You are still a small part of this hear tof mine
Your beauty glitters in your eyes
Like so many stars I hope you will always shine
* Repeat x 2

.


posted by Nuga @ 1/27/2009 10:12:00 PM
 
Makrifatullah
Tuesday, 20 January 2009 | 7 Comments | Links to this post


Ma’rifatullah berasal dari kata ma’rifah dan Allah. Ma’rifah artinya mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat-ayat-Nya).

Pentingnya Mengenal Allah
Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya, tujuan mengapa ia diciptakan (QS.52:56) dan tidak tertipu oleh dunia. Sebaliknya orang yang tidak mengenal Allah akan menjalani hidupnya untuk dunia saja (QS.47:12).

Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus dipahami manusia (QS.6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi, sebab jika dipahami akan memberikan keyakinan mendalam. Memahami ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang (QS.6:122).
.
Hal-hal yang menghalangi Ma’rifatullah :

Kesombongan (QS.7:146, 25:21). Sebagaimana lazimnya orang yang sombong yang tidak mau mengenal sesamanya, begitu pula manusia yang sombong terhadap Rabbnya, yang enggan berhubungan dengan-Nya.

Zalim (QS.4:153). Perbuatan zalim yang besar, menyebabkan Allah mengunci hati manusia. Padahal lewat hati inilah Allah memberikan hidayah-Nya. Sedangkan awal hidayah seseorang ialah mengenal hakikat-Nya lagi.

Bersandar pada panca indera (QS.2:55). Mereka tidak beriman kepada Allah dengan dalih tidak bisa melihat Allah, padahal banyak sesuatu yang tidak bisa mereka lihat, tapi mereka yakin keberadaannya, seperti gaya gravitasi bumi, arus listrik, akalpikiran, dsb.

Dusta (QS.7:176). Lazimnya seorang yang dusta, yang tidak sama antara hati dan ucapannya,perbuatannya. Begitu pula manusia yang berdusta terhadap Allah. Sebenarnya hati mengakui keberadaan Allah, namun hawa nafsunya menolak dan mengajaknya berdusta.

Membatalkan janji dengan Allah (QS.2:26-27)

Lalai (QS.21:1-3)

Banyak berbuat maksiat. Satu perbuatan maksiat bagaikan satu titik noda hitam yang mengotori hati manusia. Bila manusia banyak berbuat maksiat sedangkan ia tidak bertaubat, niscaya hati tersebut akan tertutup noda-noda hitam hingga menghalangi masuknya hidayah Allah.

Ragu-ragu (QS.6:109-10)

Semua sifat di atas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab, kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka (QS.2:6-7).

Orang yang mengenali Allah dengan benar adalah orang yang mampu mewarnai dirinya dengan segala macam bentuk ibadah. Kita akan mendapatinya sebagai orang yang rajin shalat, pada saat lain kita dapati ia senantiasa berdzikir, tilawah, pengajar, mujahid, pelayan masyarkat, dermawan, dst. Tidak ada ruang dan waktu ibadah kepada Allah, kecuali dia ada di sana. Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecuali ia menjauhinya.

Ada sebagian ulama yang mengatakan : “Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal, yaitu : dari ragu menjadi yakin, dari riya menjadi ikhlash, dari ghaflah (lalai) menjadi ingat, dari cinta dunia menjadi cinta akhirat, dari sombong menjadi tawadhu’ (randah hati), dari buruk hati menjadi nasehat”

Ma’rifatullah adalah puncak kesadaran yang akan menentukan perjalanan hidup manusia selanjutnya. Karena ma’rifatullah akan menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. Ketiadaan ma’rifatullah membuat banyak orang hidup tanpa tujuan yang jelas, bahkan menjalani hidupnya sebagaimana makhluk hidup lain (binatang ternak). QS.47:12

Ma’rifatullah adalah asas (landasan) perjalanan ruhiyyah (spiritual) manusia secara keseluruhan. Seorang yang mengenali Allah akan merasakan kehidupan yang lapang. Ia hidup dalam rentangan panjang antara bersyukur dan bersabar.

Orang yang mengenali Allah akan selalu berusaha dan bekerja untuk mendapatkan ridha Allah, tidak untuk memuaskan nafsu dan keinginan syahwatnya.

Dari Ma’rifatullah inilah manusia terdorong untuk mengenali para nabi dan rasul, untuk mempelajari cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah. Karena para Nabi dan Rasul-lah orang-orang yang diakui sangat mengenal dan dekat dengan Allah.

Dari Ma’rifatullah ini manusia akan mengenali kehidupan di luar alam materi, seperti Malaikat, jin dan ruh.

Dari Ma’rifatullah inilah manusia mengetahui perjalanan hidupnya, dan bahkan akhir dari kehidupan ini menuju kepada kehidupan Barzahiyyah (alam kubur) dan kehidupan akherat.

Sarana yang mengantarkan seseorang pada ma’rifatullah adalah :

Sabda Nabi : “Berfikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu berfikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu” HR. Abu Nu’aim

Mengenali asma (nama) dan sifat Allah disertai dengan perenungan makna dan pengaruhnya bagi kehidupan ini menjadi sarana untuk mengenali Allah. Cara inilah yang telah Allah gunakan untuk memperkenalkan diri kepada makhluk-Nya. Dengan asma dan sifat ini terbuka jendela bagi manusia untuk mengenali Allah lebih dekat lagi. Asma dan sifat Allah akan menggerakkan dan membuka hati manusia untuk menyaksikan dengan seksama pancaran cahaya Allah.
.
Keindahan Al-Qur’an (QS.2:23)
- Pemberitahuan tentang umat yang lampau (QS.9:70)
- Pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (QS.30:1-3, 8:7, 24:55)
.
Lewat memahami Asma’ul Husna
**
Buah Ma'rifatullah

Seorang ahli ibadah akan optimis dalam hidupnya. Ia optimis bahwa Allah akan menolong dan mengarahkan hidupnya.

Semua yang ada di alam ini mutlak ada dalam kekuasaan Allah. Ketika melihat fenomena alam, idealnya kita bisa ingat kepada Allah. Puncak ilmu adalah mengenal Allah (ma'rifatullah). Kita dikatakan sukses dalam belajar bila dengan belajar itu kita semakin mengenal Allah. Jadi percuma saja sekolah tinggi, luas pengetahuan, gelar prestisius, bila semua itu tidak menjadikan kita makin mengenal Allah.

Mengenal Allah adalah aset terbesar. Mengenal Allah akan membuahkan akhlak mulia. Betapa tidak, dengan mengenal Allah kita akan merasa ditatap, didengar, dan diperhatikan selalu. Inilah kenikmatan hidup sebenarnya. Bila demikian, hidup pun jadi terarah, tenang, ringan, dan bahagia. Sebaliknya, saat kita tidak mengenal Allah, hidup kita akan sengsara, terjerumus pada maksiat, tidak tenang dalam hidup, dan sebagainya.

Ciri orang yang ma'rifat adalah laa khaufun 'alaihim wa lahum yahzanuun. Ia tidak takut dan sedih dengan urusan duniawi. Karena itu, kualitas ma'rifat kita dapat diukur. Bila kita selalu cemas dan takut kehilangan dunia, itu tandanya kita belum ma'rifat. Sebab, orang yang ma'rifat itu susah senangnya tidak diukur dari ada tidaknya dunia. Susah dan senangnya diukur dari dekat tidaknya ia dengan Allah. Maka, kita harus mulai bertanya bagaimana agar setiap aktivitas bisa membuat kita semakin kenal, dekat dan taat kepada Allah.

Salah satu ciri orang ma'rifat adalah selalu menjaga kualitas ibadahnya. Terjaganya ibadah akan mendatangkan tujuh keuntungan hidup. Pertama, hidup selalu berada di jalan yang benar (on the right track). Kedua, memiliki kekuatan menghadapi cobaan hidup. Kekuatan tersebut lahir dari terjaganya keimanan. Ketiga, Allah akan mengaruniakan ketenangan dalam hidup. Tenang itu mahal harganya. Ketenangan tidak bisa dibeli dan ia pun tidak bisa dicuri. Apa pun yang kita miliki, tidak akan pernah ternikmati bila kita selalu resah gelisah.

Keempat, seorang ahli ibadah akan selalu optimis. Ia optimis karena Allah akan menolong dan mengarahkan kehidupannya. Sikap optimis akan menggerakkan seseorang untuk berbuat. Optimis akan melahirkan harapan. Tidak berarti kekuatan fisik, kekayaan, gelar atau jabatan bila kita tidak memiliki harapan. Kelima, seorang ahli ibadah memiliki kendali dalam hidupnya, bagaikan rem pakem dalam kendaraan.

Setiap kali akan melakukan maksiat, Allah SWT akan memberi peringatan agar ia tidak terjerumus. Seorang ahli ibadah akan memiliki kemampuan untuk bertobat. Keenam, selalu ada dalam bimbingan dan pertolongan Allah. Bila pada poin pertama Allah sudah menunjukkan jalan yang tepat, maka pada poin ini kita akan dituntun untuk melewati jalan tersebut. Ketujuh, seorang ahli ibadah akan memiliki kekuatan ruhiyah, tak heran bila kata-katanya bertenaga, penuh hikmah, berwibawa dan setiap keputusan yang diambilnya selalu tepat.

Untuk menjadi ahli ibadah kita bisa menumbuhkan ACM (Aku Cinta Masjid). Seorang Muslim dengan masjid bagikan ikan dengan air. Tidak mungkin seorang Muslim tidak betah di masjid. Diragukan keimanannya bila ia tidak akrab dengan masjid. Ikhtiar menumbuhkan kecintaan terhadap shalat dan masjid adalah dengan berusaha shalat tepat waktu, di masjid dan dilakukan secara berjamaah. Cara paling mudah untuk melaksanakannya adalah dengan datang lebih awal ke masjid untuk menunggu shalat.

Saudaraku, di tengah kondisi yang semakin sulit, tidak ada yang bisa menolong kita selain Allah SWT. Salah satu ikhtiar untuk menggapai pertolongan Allah dengan meningkatkan pengenalan kita kepada Allah. Cara menggapainya adalah dengan ibadah secara istikamah.
Wallaahu a'lam
.
posted by Nuga @ 1/20/2009 10:14:00 PM
 
Kisah Hari Ini
Wednesday, 14 January 2009 | 8 Comments | Links to this post

.
Hmm…. Entah kenapa aku ingin menulis hal-hal yang terjadi hari ini. Ada 2 kisah sehari ini yang cukup aneh.

Fenomena Pagi
(Seorang Ibu termehek-mehek minta bantuan biaya pulang)

Pagi-pagi baru saja kubuka pintu toko, belum ada customer. Aku kedatangan seorang ibu-ibu. Rambut sudah memutih ubanan, berpakaian lusuh, muka seperti dua hari tidak tersentuh air. Pintu kaca itu dibuka sedikit, badannya separo masuk, lalu tau-tau nangis, memohon-mohon bantuan.

“Dek…permisi dek….tolong mak..de’, mak cari-cari anak mak tak ketemu dek. Dia pergi dari rumah sejak dua hari lalu….mak cari-cari…..Yaa Tuhan.. Oh…Tolong mak dek..hoaaaaa....” Ibu berlogat Jakarta itu tiba-tiba menangis.

“???....” aku terkesiap sejenak. Dalam benakku….Ah…Alhamdulillah…Yaa Allah telahkah Kau kirim seseorang untuk kujadikan ladang amal? Hmm…

“Mak hanya pengen pulang dek…tolonglah dek….mak pengen ke Stasiun Poncol, lalu naik kereta yang murah, turun Pasar Senen..habis itu sudah dek, mak bisa pulang ke rumah…tolonglah dek..”

“Bukan uangnya dek, tapi kebaikan hati adek….supaya Tuhan membalasnya dek tolong, puji Tuhan” ibu ala Oma-oma ini termehek-mehek sambil menjelaskan masalahnya.

“Ehm…mari..bu..sini,.masuk …masuk saja ndak papa,….duduk sini…silahkan” Kupersilahkan duduk, kuperhatikan dia tampak sungkan, lemas dan gemetar seperti belum kemasukan makanan.
“Ibu di sini tinggal dimana..?”…
“Mak..tak ada siapa-siapa dek…tolong mak dek”
“Iya…uhmm…alamat ibu di Jakarta dimana?” “Oya nama ibu siapa”
“Sumiyati dek…Jalan Pisang Ambon 285 Tangerang”
“Oh…terus ibu pengen pulang? Naik apa ke stasiun?”
“Mak tak apa-apa jalan saja ke Poncol…dek…biar mak tunggu kereta disana karena hari-hari ini, hujan terus, mak minta alamat adek nanti mak kirim surat, atau mak ganti uang adek…bagi mak bukan uangnya dek…..mak disana jual ayam goreng, 60 potong mak tinggalkan cari anak mak”

Aku catat alamatnya di secarik kertas. Lalu ku telfon seseorang di Jakarta (my beloved) hanya sekedar sharing dan info tentang apa yang sedang kuhadapi. Aku ingin dia juga dengar. Lalu kuserahkan telfon supaya ibu itu ngobrol sendiri. Kuperhatikan tangan ibu itu gemetaran. Kubaca bahasa tubuhnya. Lalu diserahkan kembali HP ku.

“Dek…kalau adek tidak bisa..tidak apa-apa dek…mak minta kebaikan hati adek.”
“Berapa ongkos keretanya bu?”
“Kereta ekonomi sekian puluh ribu dek….”
“Oh…jadi saya antar ibu ke Poncol saja ya….sampai naik kereta? Kereta jam berapa?”
“Ah..jangan dek…mak minta kebaikan adek saja…mak naik mobil saja di depan situ”

Hm….Aku mulai curiga, ini semacam tipu-tipu. Katanya jalan pisang ambon bukan di Tangerang. Hhh….. aku agak bimbang, kenapa tak mau kuantar. Kalau ini beneran, sebenarnya akan kututp toko lalu kuantar ibu itu ke Poncol. Akhirnya aku aku masuk sebentar lalu kulipat selembar uang kertas, lalu kuserahkan padanya.

“Ini bu….saya hanya bisa kasih ini sekedarnya…”
“dek..puji Tuhan… Terima kasih dek…semoga Tuhan yang membalas adek..”
“Aah…”
.

Fenomena Sore
“MY”

Akhirnya. Kutulis juga sesuatu tentang Mbak Y ini. Setelah lama kutahan tahan akhirnya tidak tahan juga. Ini adalah puncak “kegilaan”-nya, dan juga puncak kesabaranku.



Pada dasarnya mbak Y orangnya baik, rajin ibadah, ulet, tidak malesan, mau bersih-bersih, tidak banyak neko-neko, dll. Tapi ke-apatisan-nya luar biasa. Dan satu hal, entah benar atau tidak dia semacam ada sighting atau hal-hal yang berbau cenayang. Dulu pernah diceritakan bahwa dia punya teman-teman di langit, bisa tau sesuatu lalu terjadi, bisa tau tanpa dikasih tau, mimpi ini itu, dlsb. Tentu saja tidak dengan mudah begitu saja aku memahaminya. Aku harus susah payah menyimak dia bercerita dalam racauan, dan kemudian kutelaah sendiri apa maknanya.

Ibu Bintang Putih, dulu pernah bilang bahwa “siplah” kalau kita2 bisa memperkerjakan orang-orang seperti itu. Setelah bersitatap Bu Bintang sudah bisa menebak. “Ga…anak ini asyik”. …hmm…ya Bu Am….”asyik”.
Itu sekelumit tentangnya.


Sore tadi aku sedang berbincang dengan teman. Mbak Y biasa kerja ini itu. Semua berjalan seperti biasa. Menjelang jam 5 sore, dia memanggilku, disuruh melihat monitor, tulisan yang dia ketik-kan.
“Saya minta gajiku, saya tidak mau kerja disini lagi, karena ..bla..bla..bla…”
Kutanya “Lho kenapa mbak?”….”Berapa gajinya?”
Dia ketik lagi….
20.0000.000
“???” aku hanya tersenyum, hmm…mahfum. Mungkin hanya omongan gak jelas seperti biasa. Tapi kulihat wajahnya garang. Mad like a hell.

“Berapa mbak…kenapa kok gitu…ada apa to?” kutanya lagi baik-baik. Dia berdiri di kusen pintu keluar (pintu samping).


Seperti biasa kalau hendak menyampaikan sesuatu, dengan mencangklong tas, siap pulang, tapi sebelumnya melontarkan uneg-uneg dulu bercelotehan yang susah dimengerti. Lalu melesat pulang. Blass….

Oya..kemarin dia juga bersikap seperti ini…ngomel-ngomel seperti ingin membanting apa saja, ternyata dia pilih membanting pintu. Lalu ngacir. Kadang-kadang kesrimpet-srimpet. Kadang-kadang juga balik lagi dengan ghedhandhapan seperti orang kacau, ternyata ada barangnya tertinggal. Aku hanya gedheg-gedheg, menghela nafas. Whatta hell izit.

Tapi kali ini sepertinya marah besar. Uneg-uneg yang entah segala persoalan apa yang dia timbun di benaknya. Meledak. Matanya menyelidik memastikan tidak ada yang melihat.

“Cepat!!..banyak omong, cepat!!! Bayar! Semua sini uangnya!...kamu sudah bla..bla..bla.. kalau kakakku sakit gimana?!..kalau ibuku sakit gimana?!!...menejer ku merintah aku!”

“Mbak…ada apa?” kataku hanya sepatah dua patah, sementara dia nrocos ngalor-ngidul. ("Menejer????")

“Sudah cepet!!...sinih uangnya 20 juta!!!, ini semua barang-barang bawa ke tempatku… kamu tidak berhak!!!..bla…bla..bla…bla!! itu si gundul kepala kecil, si bebek goreng..bla..bla..!!

“Lho..mbak ..tenang..ada apa …sik to…duduk, jelaskan ada apa?, maksudnya apa…siapa itu?”

Matanya nanar menelusuri sekeliling mencari benda untuk dilempar. Spidol dipegang lalu dilempar ke arahku. Lagi, diambil, dilepar lagi ke badanku. Setelah itu dipukul-pukul bahuku. Dengan kekuatan penuh, plus marah. Belum puas, diambilnya selongsong kardus bekas roll plastik. Dipukul-pukulkan ke lenganku berkali-kali. Kalap.

“Ya sudah…berapa mbak..?, aku harus bayar berapa?”

Kuambil dompet, masih kucoba bersabar. Kuulurkan beberapa lembar lima puluh ribuan. Tapi direbutnya sampai jatuh berceceran. Lalu dipungutinya.

“20 juta!!!! Dan semua barangmu bawa ke tempatku!!! Jangan banyak omong!!..bla..!!..bla!..bla!!” matanya memerah (like a bat outta hell).

Hmm…jawaban sinting…dan aku tahu dia sedang benar-benar sinting!!! Entah apa yang ada di otaknya.

“Heeii!!!!...kamu tuh ngomong apa ha!!!??..maksudmu tuh apa!!.. ngomong yang jelas!!, aku tu nggak pernah begini..ngerti ndak!!..tapi kamu selalu nrocos ndak karu-karuan…aku juga bisa marah!!!...sekarang maksudmu apa?..yang kamu pikir itu apa!!?? siapa orang-orang itu!?? Bebek goreng, setan gundul, mereka tuh siapa?? punya nama….NAMAAA....NGERTII??!!”

Aku ikut bludreg, badanku sedikit gemetar menahan amarah rayuan syaitan. Bukan tipeku muring-muring seperti ini.

“Kamu bla…bla..bla.!!!...semoga Tuhan membalas mu!!” setelah nrocos lagi, lalu ngacir..blasss!!!

“Hhhh…”

(Tangan kiriku masih memar dan sedikit ngilu, tadi terkena hantaman selongsong kardus bekas plastik roll)

.
posted by Nuga @ 1/14/2009 08:41:00 PM
 
Aku berjanji...akan bahagia
Tuesday, 13 January 2009 | 5 Comments | Links to this post
.
Aku tahu rahasia hidup ini…..
Berbahagialah…..
*
Kalau harus tertawa,
tertawalah dengan bahagia
Dan jika harus menangis,
menangislah dengan bahagia….
*
Berbahagialah.. ..
dengan yang sudah kau raih
Berbahagialah…
dengan yang belum kau raih
*
Aku tahu rahasia hidup ini…..
Bahagialah di jalan terjal mendaki
Bahagialah melalui semak berduri
Bahagialah jika yang kau tuju
Adalah kebahagiaan
*
*
Ingatlah selalu janji Tuhan….
Akan membuat kita bahagia…..
Jika kita selalu bahagia
atas apapun pemberian-Nya
atas apapun kehendak-Nya
*
Berbahagialah…..
Dalam menjalankan semua perintah-Nya
*
Dalam naungan-Nya
Jangan takut tidak bahagia
Di Jalan-Nya
Jangan takut tidak bahagia
Demi ridha-Nya
Jangan takut tidak bahagia
*
Berjanjilah untuk selalu bahagia…..
Aku berjanji….Akan bahagia…
*
*
posted by Nuga @ 1/13/2009 12:44:00 AM
 
Kenikmatan Bertelfon
Friday, 9 January 2009 | 3 Comments | Links to this post
.

“Iya habis itu terooouuss, nha disitu ada tikungan belok kanan…trus ada bunderan, muteeeer …”

Setelah tangannya meliuk-liuk kesana kemari seperti ular, lalu dia berjalan memutar setengah lingkaran seolah-olah sedang mengendarai sesuatu.

“Lihat!!…Ini lhooo…ikuti telunjuk saya…Ituuu !!….masak nggak tau sih!!”
“Uuh payah kamu!”

**

“Awas kamu ya!!!....kupukul kamu! Ciat..ciat!”

Tangan kiri memukul-mukul ke depan, tidak ketinggalan kakinya juga ikut menendang-nendang udara. Sementara tangan kanan tetap menggenggam ponsel menempel di telinganya.

Orang ini sejak tadi kuperhatikan, tangannya bergerak kian kemari menunjukkan berbagai pose. Kadang-kadang juga diikuti gerak tubuhnya untuk lebih mengekspresikan keasyikannya berbicara, seolah-olah berbincang dengan seseorang di sampingnya.

Tidak kita sadari, kadangkala kita berubah menjadi ‘error’ tatkala kita keasyikan berbincang via telpon. Boleh jadi kita memperagakan cara menyetir mobil terhadap seseorang di suatu tempat lengkap dengan kita bergaya memutar-mutar kemudi, lalu me-naik-turunkan kopling, injak gas rem dan sebagainya.
Kita lupa, bahwa orang nun jauh di sana itu sama sekali tidak bisa melihat. Walaupun ibaratnya sampai ‘njenthit-njenthit’ atau salto sepuluh kali. Lawan bicara kita sedikitpun tidak akan paham ekspresi gerak tubuh kita. Itu pasti!

Perbuatan anggota tubuh kita melakukan semua itu adalah hal yang mubazir sebenarnya. Namun begitu sah-sah saja kita berekspresi, yang penting jangan sampai ‘mbanyaki’ sehingga menjadikan publik menganggap kita orang yang ‘tidak ganep’.

(sekelumit kisah tentang ke-error-an bertelfon)

posted by Nuga @ 1/09/2009 04:57:00 PM
 
Silent House
Tuesday, 6 January 2009 | 7 Comments | Links to this post

Ya?...anda cari siapa?...
Ndak ada disini....
sini ndak ada apa-apa sekarang
Lihat saja,
ini lantainya saja kotor tidak pernah disapu, debunya tebal
Lihat itu temboknya grimpil, catnya juga sudah mulai pudar...
Iya, memang hanya ini perabotannya...
..dulu memang rame...
Yang di bilik ini suka tertawa-tawa,
bilik sebelahnya suka bernyanyi-nyanyi
yang di tengah itu biasanya pada suka ngobrol
kalo yang di ujung sana suka.....hm....
ah sudahlah....

Tanaman? tanaman yang mana?..
Iya, rumput itu sudah kering,
dulu banyak anggrek disitu...
ada mawar, ada melati juga...banyak...macam2

Ehm..baik...
Iya...sampai jumpa...
.
posted by Nuga @ 1/06/2009 03:00:00 PM
 
We Are Not Selling...Disaster
Friday, 2 January 2009 | 3 Comments | Links to this post
.

Sebuah berita terkini bertajuk Bencana Besar Ancam Indonesia. Geoscience Australia: Indonesia khususnya beserta negara-negara dalam gugusan asia-pasifik terancam diguncang bencana alam berskala besar (tsunami, gempa bumi, gunung meletus, angin topan) yang bisa merenggut sekitar satu juta orang.

Yang di pucuk gunung bisa mbledhos, yang di pereng bisa dikejar wedhus gembel. Yang di laut bisa karam, yang di bibir pantai bisa diterjang tsunami. Yang di angkasa bisa flying without wings.
Yang di gedung-gedung bisa rubuh karena gempa, yang dalam vila di bukit-bukit bisa kena tanah longsor. Bagi yang mau ngumpet di bunker pun juga bisa dipatuk ular.

Sebuah firman Allah:
Sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa niscaya Kami bukakan untuk mereka pintu-pintu berkah dari langit dan bumi, tetapi (sayang) mereka mendustakan (ayat-ayat Ku) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka”. (Al `A`raf 96)

Tuhan dengan para malaikatnya, tidak akan kehabisan cara, hanya untuk sekedar mengguncang jagat raya. Menyentil bumi supaya bertabrakan dengan planet-planet hingga menimbulkan ledakan dengan pijaran bunga api ala Happy New Year.

Penanganan bencana yang ter-afdol adalah, senantiasa eling lan waspodo. Eling-lah pada Sang Maha Pembuat bencana, pengatur jagat raya, penggenggam alam semesta. Insyaflah, taubatlah.
Waspadalah terhadap perusakan alam, jangan sering menyakiti ibu pertiwi yang kian menua. Menggunduli mahkotanya yang ijo royo-royo. Menorehkan luka di sekujur tubuhnya dengan aneka ketamakan yang sifatnya hanya nikmat sesaat. Kata-kata “O..iya” setelah bencana dan kiamat tiba hanyalah ungkapan yang sia-sia belaka.

Namun begitu, tidak ada kata terlambat, sesuatu yang harus kita lakukan segera (lagi-lagi) adalah 3M ala AA Gym. Mulai dari diri kita, mulai dari hal-hal kecil, dan mulailah dari sekarang. Better late than nothing.

Dibawah ini secuil kutipan cerita dari Bukunya Cak Nun tentang protes ribuan ruh korban tsunami atas “Kekejaman Tuhan.
*
Rumah-rumah, bangunan dan segala benda ambruk. Ribuan jasad manusia dilemparkan, dibanting, dihimpit, diperhinakan dengan mencampurkannya ke reruntuhan batu bata dan besi. Patahan kayu-kayu bercampur tulang belulang, daging tercabik membusuk bercampur sampah, darah sirna dalam kotoran air dan lumpur.

Teriakan-teriakan takut dan kengerian bertabrakan dengan angin badai dan terpental ke langit. Ribuan ruh-ruh terpental dari jasadnya. Terjerembab, terbanting, terlempar, terseret, napas mereka terengah-engah, tersengal-sengal...

Bahkan tatkala jasad sudah hancur lebur, ruh masih bisa tersengal-sengal. Bahkan hati ini masih ada, diberati oleh duka maha duka. Akal tak ikut mati, terpanggul di pundaknya ketidakmengertian atas semua ini. Tak ngerti yang paling tak ngerti dibanding segala tak ngerti.

Bagai kiamat kecil. Bukan!! ini kiamat besar!!. Siapa gerangan yang tega hati menyelenggarakan kehancuran ini? Makhluk apa gerangan yang tak punya nurani menghajar manusia dengan sambaran raksasa kengerian ini? Siapakah yang akan menyalahkan kami jika sekarang kami menjadi gila? Apakah ada ilmu untuk kami pakai menanggung penderitaan ini?

“Apa-apaan ini Tuhaaaan!!!” terdengar suara satu ruh.
“Ya!!! Apa maksud-Mu!” sahut ratusan ruh lainnya.
“Apakah derita kami adalah makananMu!”
“Apakah bencana sedahsyat ini belum juga membuatMu kenyang!” ribuan ruh menyahut.
“Jawablah!”
“Ya, berbicaralah Tuhan!”, suara seluruh ruh itu membahana.
“Jawablah, wahai Engkau Tuhan yang melakukan semua ini!”
“Berbicaralah wahai Engkau Tuhan yang bikin perkara”
“Wahai Tuhan yang bikin bencana, menciptakan kehancuran!”

Beribu-ribu ruh meraung bersama-sama. Di dalam raungan itu terkandung segalam macam jenis derita dan kegelapan yang pernah dikenal oleh peradaban manusia, namun kadarnya tak tertakar, tak terukur, tak terkirakan.

Tiba-tiba ribuan ruh itu terkurung oleh bola raksasa berwarna putih kebiru-biruan, bagai tabung kaca yang agung. Semua terkesiap. Terdiam. Sunyi senyap. Ruh-ruh itu memandang ke sekeliling bulatan maha besar itu. Inikah alam-barzah? Inikah alam malakut? Ataukah riyah, walayah, atau sudah tiba kami semua di semesta uluhiyah?

Bergemuruh kembali suara ribuan ruh-ruh. Menyerbu ke segala arah di dalam rongga bulatan besar itu. Dan nun diseberang sana, muncul tujuh sosok terbang menuju ke arah mereka. Ribuan ruh-ruh itu tak mengerti apakah harus takut, bingung, atau mencoba mencari sikap yang lain.

“Bencana tetap bencana, ketidakadilan tetap ketidakadilan. Bencana oleh siapa, kekejaman siapa, ketidakadilan siapa yang kalian maksudkan?” kata satu sosok tampaknya pemuka ketujuh sosok itu.
“Tuhan!” ruh-ruh itu serempak
“Tuhan yang bikin bencana, Tuhan yang melakukan kekejaman dan ketidakadilan?”
Ruh-ruh itu sungguh tak mengerti tetapi menjawab serempak : “Yaaa!”
“Sekali lagi aku bertanya: Jadi Tuhan yang menciptakan bencana kekejaman dan ketidakadilan?”
“Ya”
“Sebagaimana Ia menciptakan rezeki, kesantunan dan kearifan?”
“Ya”
“Sebagaimana Ia menciptakan kalian semua manusia, semua heawn, semua alam semesta, langit dan bumi, gunung dan sungai, tanah dan hutan, serta segala apapun tanpa ada sesuatu selain yang Ia ciptakan?”
“Ya”
“Apakah Tuhan menciptakan alam semesta, langit dan bumi, serta kalian semua ini, dengan membeli atau meminjam bahan bakunya dari pihak lain- sebagaimana kaliam membuat nasi dengan membeli beras di pasar?”
“Tidak”
“Apakah ada yang berperan atau memberikan sumbangan sesuatu kepada Tuhan untuk menciptakan segala makhluk itu?”
“Tidak”
“Jadi berapa persenkah saham Tuhan?”
“Seratus persen”
“Kalau begitu adakah pihak lain yang berhak mengambil keputusan apapun selain pemilik saham seratus persen?”
“Tidak ada”
“Apakah Tuhan terikat oleh kewajiban? Kewajiban dalam arti apapun. Apakah Tuhan terikat oleh anggapan-anggapan makhluknya?”
“Tidak”
“Apakah jika semua bencana bagi kalian maka pasti bencana juga bagi Tuhan?”
“Tidak”
“Apakah kalau kalian katakan semua itu adalah kekejaman dan ketidakadilan, maka demikian juga pada pandangan Tuhan?”
"Tidak"
“Tapi kenapa dengan cara yang kejam dan mengerikan?”

“Tuhan senang menyaksikan keteguhan kalian itu. Sehingga sebagian kalian dibebaskan dari kebingunan yang berkepanjangan, dimerdekakan dari bau busuk dunia, dari manipulasi atas nasib kalian, sebagian kalian diberi anugerah oleh Tuhan untuk tidak perlu lagi berpusing-pusing pikiran tentang dunia yang semakin menjijikkan, kebudayan yang membuih, menghewan, serta semakin serakah dan tidak tahu diri. Sebagian kalian dijemput oleh gempa dan ombak raksasa, disongsong oleh para Malaikat, diantarkan langsung menuju sorga yang berderajat sangat tinggi. Kalian semua telah diangkat oleh Tuhan menjadi syuhada, kalian mati syahid, mati dalam keadaan menyaksikan kebobrokan dunia. Kalian menyaksikannya tidak hanya dengan mata dan ilmu, melainkan dengan nyawa dan penderitaan. Itulah semulia-mulia makhluk Tuhan. Ia telah menunggu kalian dengan cintaNya, dan sudah menghapus seluruh dosa kalian selama hidup di dunia”.

“Kalian berpikir dari sudut jasad dan dunia. Gempa itu hanya tanah bergerak, dan tanah, hanyalah sesuatu yang kalian semua pasti akan tinggalkan. Air bah hanya air yang bergerak. Air pun adalah jasad yang pasti akan kalian tinggalkan. Bahkan batang tubuh kalian adalah kerendahan serendah-rendahnya, yang akan segera aus...”

*

posted by Nuga @ 1/02/2009 10:31:00 AM
 
Tahun Baru 1430 H
Monday, 29 December 2008 | 4 Comments | Links to this post
.

Selamat Tahun Baru 1430 H


Semoga Allah SWT memberikan kebaikan kepada kita semua

dan menjadikannya sebagai tahun kebaikan dan barakah


Amin

*
Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan,
janganlah membuatmu berpatah harapan. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini.
(Al Hikam - Ibn 'Atha'illah)
.
posted by Nuga @ 12/29/2008 07:17:00 PM
 
Kita hanyalah Wayang...
Friday, 26 December 2008 | 3 Comments | Links to this post

Wayang disebut sebagai kabudayan adhi luhung. Sebuah kebudayaan yang sarat akan falsafah kehidupan yang luhur. Mulai dari gamelan, bentuk wayang, penokohan, gunungan, lakon, goro-goro dll. Semua mengandung makna yang sangat dalam.


Satu contoh adalah Tokoh Semar. Semar sebenarnya adalah gambaran dunia ini. Perhatikan mimik wajahnya, bibirnya tertawa, tapi matanya meneteskan luh, menangis. Melambangkan
kehidupan ini ada susah, ada bahagia. Semar adalah laki-laki, tapi sosoknya perempuan. Meskipun Semar adalah pelayan bagi bendara-nya, tapi sebenarnya dia adalah seorang dewa. Semar selalu berlakon low profile tapi dia adalah sang pamomong yang sangat peng-pengan tak terkalahkan, bahkan oleh Bethara Guru sekalipun. Masih sangat banyak lagi petuah yang dapat kita petik jika kita mau ‘nguri-uri’ kabudayan adi luhung berupa wayang ini.

Adalah tidak gampang untuk menjadi seorang dhalang. Di masa lalu seorang dhalang kondang perlu melakukan lelaku, tapa brata dan tirakat. Mereka punya ‘lambaran’, yang sanggup mengantisipasi bermacam gangguan. Mereka dituntut tidak ngantuk, tidak pegal-pegal, tidak beser, betah duduk dan suluk yang selalu nyaring semalam suntuk hingga tancep kayon. Dan hebatnya seorang dalang paling tidak harus bisa menyuarakan 30 jenis karakter yang berbeda.

Menakjubkan bahwa di era tradisionil Blencong (lampu penerangan di atas layar) dahulu hanya menggunakan bahan bakar minyak jarak dan jadah sebagai sumbunya, tapi sekarang sudah diganti dengan efek dan tata lampu ratusan watt yang beraneka warna.

Alkisah, dahulu kala Sunan Kalijaga menggelar wayang kulit dengan mensyaratkan syahadat sebagai “karcis” bagi mereka yang ingin menonton. Ini merupakan metode syiar atau penyebaran agama Islam beliau dalam kabudayan Jawi. Yang salah satu karyanya dapat kita lihat dalam tembangnya Lir-Ilir.

Alam dan kehidupan ini adalah bagaikan ‘pakeliran’. Seringkali kita lalai, bahwa kita adalah wayang yang dilakonkan oleh Sang Dalang. Gusti Allah mengatur segalanya, kapan kita dikeluarkan dari kothak, melakonkan kehidupan, kapan harus berperang, kapan dimatikan semua sudah digariskan. Kita sebagai wayang kehidupan tidak bisa menolak. Jika takdir telah menentukan menjadi Durmagati, tidak bisa kita minta supaya jadi sakti dan setampan Harjuna.

Meskipun begitu (jika kita mau) kita bisa ikhtiar dengan maksimal agar setidaknya dapat
mencontoh kebaikannya, budi pekertinya, ilmunya, perilakunya dan pandangan hidupnya. Sebagaimana Togog seorang pelayan di pihak Kurawa selalu ngelingke dan memberi input kebaikan pada ndoro-ndoro kurawanya, tapi tidak pernah digubris. Begitu juga dengan Kumbokarno yang rela gugur bukan membela rajanya yang lalim, tapi karena sangat loyal dan komitmennya dalam membela tanah airnya.

Pandawa yang hanya lima itu adalah lambang kebenaran, dan Kurawa yang seratus (banyak) melambangkan angkara murka, keserakahan, kebatilan. Plesetan istilah “a few good man”, bahwa manusia-manusia pilihan itu tidak banyak jumlahnya, sementara untuk jadi manusia keblinger amatlah mudah dan sangat banyak.

Alangkah bijak jika kita mau mengambil falsafah dari wayang, bahwa kebenaran akan selalu menang, dan yang salah pasti akan kalah. Sudah pakem bahwa jika kita selalu berjalan lurus, kita akan beroleh kemenangan kelak, dan apabila kita melenceng dari aturan, maka kita akan kalah. Tetaplah tersenyum walau dalam tangis, dan tetaplah bersyukur walau aneka ujian datang menerpa. Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti.

.
posted by Nuga @ 12/26/2008 02:36:00 PM
 
MOTHER DAY
Monday, 22 December 2008 | 9 Comments | Links to this post

Bagi anak tak cukup hanya ibu bijak. Tak cukup hanya bisa menyusui, sebagai ibu perlu punya lebih dari hanya sekedar naluri supaya anak yang dibesarkan berkualitas. Peran sebagai ibu perlu diisi, karena hari depan anak-anak bahkan hari depan bangsa ada di tangan ibu, dan masih belum tergantikan.. Sedang anak tak Mungkin memilih siapa ibunya...

Beratnya beban ibu, karena di tangan ibulah anak itu akan menjadi seperti apa. Setiap ibu memikul tugas mulai mengandung, melahirkan, sampai membesarkan anak agar menjadi orang yang berkualitas. Sayangnya.. tidak semua perempuan mumpuni sebagai ibu. Tidak hanya terbatas pada urusan kesehatan, dan pendidikan saja, tapi bagaimana anak bisa tumbuh optimal kalau ibu tidak tahu bagaimana membesarkan anak dengan benar.

Harga ketidaktahuan seperti itu harus dibayar mahal, lebih mahal lagi kalau seorang ibu salah dalam mengasuh dan mendidik anaknya, Bisa jadi anak setelah dewasa akan mengalami penyimpangan berpikirnya, perasaanya , dan juga perilakunya.

Para ibu melakukan peran yang mulia. Bukan saja urusan anak, kualitas keluarga juga ada di tangan seorang ibu. Di meja makan ibulah kualitas kesehatan keluarga ditentukan, ini karena Ibu menjadi sentral bagi keluarga. Bahkan dengan tangan lembut Ibu seorang anak berhasil meraih impiannya yang tentu saja atas ridho Allah SWT.

Seorang Ibu mengabdikan diri sepenuhnya dalam kerja dan tugas sehari-hari, kadang harus mengorbankan perasaan, pendapat, dan kehendak, itulah salah satu kekuatan perjuangan ibu.Bangun tengah malam untuk mengganti popok anaknya, belum lagi kalau anaknya sakit, seorang ibu harus bekerja ekstra, ditambah lagi menyiapkan kebutuhan keluarga dipagi hari, itulah kerja harian ibu..

Kodrat perempuan sebagai seorang Ibu adalah bersifat melayani, dalam kehidupan sehari-hari juga dialami bahwa pendekatan perempuan pada umumnya jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan pendekatan laki-laki, sebab perempuan itu mudah senyum dan kaya dengan kata. Tetapi dalam rumah tangga maupun kehidupan, seorang Ibu kadang hanya dipandang sebelah mata. Dalam hal ini harus diakui bahwa perempuan sebagai manusia adalah makhluk sosial dan individu yang kuat, dia juga mampu membentuk dirinya sendiri, memilih, menentukan pemikiran dan tata tingkah lakunya.

Potensi perempuan tak boleh disia-siakan begitu saja, "Kaum perempuan” memiliki naluri untuk menaburkan kasih-sayang sehingga wajarlah jika perempuan diberikan kesempatan dan hak serta kewajiban yang sama dengan kaum laki-laki dalam berbagai bidang.

Ibu sejati adalah ibu yang mampu membimbing anak-anaknya mampu belajar memaknai hidup, Ibu yang berani melepaskan anaknya untuk memilih pasangannya, memilih bentuk hidup, dan menentukan masa depannya. Ibu sejati ibarat matahari yang senantiasa menyinari tanpa berharap menerima kembali.




Kadang peran Ibu juga sebagai tulang punggung dan kunci penggerak ekonomi bagi keluarganya, di tengah krisis ekonomi seperti sekarang ini, PHK dan efisiensi sedang marak dilakukan oleh perusahaan yang imbasnya adalah salah satu diantara para suami kena PHK.

Maka saat itulah seorang ibu mau tidak mau harus bisa mem-back-up (mengambil alih) untuk mempertahankan ekonomi keluarga. Tidak hanya terbatas pada uang sekolah atau uang jajan saja, tetapi juga uang belanja sehari-hari supaya anak-anak dan keluarganya tetap bisa bertahan hidup. Saat itulah seorang ibu harus bekerja keras membanting tulang, ada yang bekerja sebagai pegawai kantoran (mereka yang memiliki kesempatan serta latar belakang pendidikan cukup juga keahlian tentunya)

Dan ada yang menjadi pembantu rumah tangga, buruh angkut di pasar, buruh cuci, demi mencukupi kebutuhan keluarganya..Contoh-contoh diatas adalah sebagian kecil dari sekian banyak pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan sebagai Ibu yang punya tanggung jawab moral terhadap anak dan keluarganya.

Itupun kadang masih tak cukup, belum lagi perlakuan semena-mena terhadap kaum Ibu masih banyak terjadi, tak sedikit kaum ibu yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dan kehidupan, jika tidak bisa menyikapi dampaknya sangat mengerikan, keputus-asaan menghampiri karena tidak dilandasi dengan agama, wawasan serta iman yang kuat, yang akhirnya berujung pada depresi baik phisik maupun psikis...

Maka agar tehindar dari rasa putus asa, sebagai perempuan sekaligus ibu dari anak-anak harus pandai dalam bergaul dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.

Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa. Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh?

Teruslah berjuang kaum perempuan dimana saja...Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah SAW.


posted by Tyas

posted by Nuga @ 12/22/2008 10:31:00 PM
 
Uni Minongko Puji
Wednesday, 17 December 2008 | 6 Comments | Links to this post


Dalam dunia IT kita pernah mengenal istilah WYSWYG (What You See Is What You Get). Kali ini saya pelintir sedikit menjadi What You Say Is What You Get atau yang artinya : “Anda...adalah APA yang anda ucapkan

Percayakah kita akan hal ini?
Tanpa kita sadari ternyata kita, baik dalam guyonan, kesal, marah, atau putus asa seringkali kita melontarkan kata-kata yang tidak baik. Bermacam kata mulai dari keluh kesah, umpatan, makian, sumpah serapah, sampai nyepatani, sangat akrab di telinga kita.

Dulu, seorang sepuh pernah menasehatiku, gara-gara mendengar aku begitu sering berkata yang bernada pesimis, minder, dan putus asa. Sebuah teguran untukku bahwa ‘uni minongko puji’, hingga pada akhirnya aku membuktikan sendiri.

Pernah kubaca sebuah kalimat penyemangat yang hebat, ditulis besar-besar dalam bentuk relief di halaman sebuah sekolahan (domensa) yang berbunyi AKU BUKAN MANUSIA BIASA, AKU ADALAH MANUSIA LUAR BIASA. Dan hasilnya adalah manusia-manusia yang rata-rata sukses dalam hal kesejahteraan maupun bisnisnya.
Satu lagi kebalikannya adalah sebuah kedai kecil nan reot, di layar bertuliskan SABAR MENANTI”, “SEDERHANA”, “ISAKU IKI”, “SELALU MENDERITAdll. Sama sekali tidak ada semangatnya. Pasrah, cukup, ngalah, nriman, tapi dalam hal yang kurang tepat. Hasilnya juga akan begitu-begitu saja.

Sudah biasa, jika kita sedang bermasalah selalu nggresah dengan kata-kata yang buruk dan pesimistis. Secara tidak sadar orang justru sering mendoakan anaknya sendiri “Dasar bandel, cah bodo, nuakale poolll, ben digondhol setan...” dll. Tidakkah terpikir oleh kita kita untuk mencoba ber-inovasi dengan hal-hal yang baru?. Umpamanya saat sedang uring-uringan, kita lontarkan saja kata-kata manis dan doa yang baik. Misalnya “Awas kamu!!, kamu akan kaya raya kelak, kamu akan baik hati, kamu akan pinter nanti... awas ya!!!”, meskipun kita dongkol setengah mati.

Memang tidak serta merta kita lantas menjadi seperti apa yang kita ucapkan, Allah yang Maha Tahu telah berbaik hati mencegah segala kecakacauan itu. Tidak bisa dibayangkan jika kita marah lantas guntur menggelegar. Lalu sesiapa yang hanya kita tunjuk berubah jadi monyet. Alhamdulillah tidak seperti itu.
Tapi perlu kita waspada, bahwa ada kekuatan Sang Lathif, yang dengan sangat lembut telah merubah segala sesuatu menjadi sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Sebagaimana kelembutan pertumbuhan kita dari bayi hingga menjadi dewasa. Merambat dengan sangat halus, tak terduga.

Banyak eksperimen yang kita tahu, misalnya nasi yang diletakkan dalam botol kemudian diperdengarkan kata-kata baik ternyata menjadi lebih tahan lama, putih dan berbau harum dibanding nasi yang satunya yang lebih cepat basi ketika diberi kata-kata negatif secara terus menerus.

Penelitian lainnya adalah air yang diperdengarkan kata-kata baik dan kata-kata buruk dapat menghasilkan kristal-kristal air yang berbeda. Yang baik akan menjadi teratur sebentuk bunga yang indah. Sedangkan yang yang buruk menjadi tidak beraturan runcing dan tajam. Dan perlu diketahui bahwa 60% tubuh kita terdiri dari cairan.

Allah SWT berfirman yang artinya kurang lebih “Aku adalah sebagaimana prasangka hamba-Ku”. Kemudian dalam hadits Rasulullah saw pun mengajarkan bahwa kita harus saling memanggil dengan sebutan atau nama-nama yang baik dan berkata-kata yang baik.

Dengan pesimistis, orang sudah kalah separo bagian sebelum bertanding, sedangkan dengan optimistis orang berarti sudah menang separo bagian sebelum bertanding.
Hidup adalah pilihan, maka pilihlah yang baik. Dunia ini memang lautan masalah dan bergunung persoalan. Sorga akan jadi tidak menarik kalau di dunia segalanya serba mudah dan menyenangkan.

Maka dari itu mari kita jaga lisan kita dengan berkata-kata yang baik. Karena uni adalah puji. Kata-kata anda adalah...doa.


*


posted by Nuga @ 12/17/2008 11:26:00 AM
 
SITER, PENGIRING MAKAN SIANG
Saturday, 13 December 2008 | 9 Comments | Links to this post

Siang itu , aku dan teman-teman-kantor berencana makan siang diluar, bingung mencari tempat makan sekaligus makan apa siang ini, karena hampir semua tempat makan sudah pernah disambangi..setelah keluar kantor ternyata udara diluar panasnya sangat menyengat, akhirnya aku dan teman-teman makan di warung langganan belakang kantor... Seperti biasa menu andalannya (ini menjiplak bahasa mas Nuga) adalah ayam bakar dan udang goreng tepung,,,,hmmm.... yummmi..tapi untuk mendapatkan menu itu juga tidak gampang karena harus antri panjang...

Sembari nunggu menu yang dipesan, aku dan teman-teman memesan minuman dingin. Hari–hari sebelumnya diwarung ini biasanya dihibur oleh pemusik jalanan, tapi kali ini beda. Aku melihat rombongan pengamen membawakan tembang jawa dengan diiringi alat musik siter (gitar khas Jawa), aku memang kurang paham makna tembang yang dibawakannya tetapi tembang itu sungguh enak di dengar dan cukup familiar di telingaku, dan kebetulan aku suka sesuatu yang bernuansa klasik.. karena klasik itu indah....

Dari cerita Eyang aku tau dan mendengar kesenian tradisional siteran yang pernah berkembang subur, alunan dawainya menyejukkan hati, siter meskipun dimainkan dalam nada cepat ataupun lembut, Irama yang dihasilkan seakan membuai dan memberi kesan damai pada orang yang mendengarnya. Bahkan bagi penggemar siter, suara yang dihasilkan alat musik ini sangat melodius dan bernuansa mistis.

Namun seni siter perlahan mulai pudar. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman serta pengaruh budaya barat yang perlahan-lahan mulai mengikis kebudayaan bangsa kita..Kini mungkin tinggal beberapa orang saja yang masih mau berprofesi sebagai pesinden siteran. Penikmat seni siteran pun semakin terkikis...anak-anak remaja sekarang lebih menyukai musik ber gen-re Metal, Rock, ataupun R & B karena takut dikatakan ndeso atau kampungan...

Rombongan ini hanya ngamen dari satu tempat ke tempat lainnya, tiap hari berkeliling, untuk menopang kehidupan ekonomi keluarga,

"Ini hanya contoh kecil dan satu-satunya cara menunjukkan kepada masyarakat, bahwa Siteran masih ada. Tapi, beginilah nasib kesenian yang mereka geluti.. ibaratnya hidup enggan mati tak mau. "Siteran lebih menonjolkan estetika dalam berkesenian, dan tak pernah dibalut oleh gemerlap kemewahan ”

Eyang, dan Papa mengaku pernah gandrung dengan kesenian siteran, mereka sering merindukan dan nanggap musik siteran baik yang ada atau tidak ada pesindennya. Keindahan pada bait-bait tembangnya dan kesyahduan suara khas siter dibawakan dengan suasana guyub. Mereka saling menjaga satu dan lainnya, terutama terhadap pesindennya. Ini mencerminkan bahwa nuansa dan rasa persaudaraan yang menjadi ciri khas seni siteran.

Ironisnya kini tak ada lagi generasi yang tersisa, yang mau dan akan melanjutkan seni siteran, siteran kini tinggalah kenangan dan cerita yang telah ditelan zaman... sudah lama hilang, dan tak ada lagi pemain siter yang masih eksis.

Matinya Siteran karena kedudukan pesinden tidak bisa digantikan. "Yang bisa menggantikan hanya para sinden wayang. Itu pun jumlahnya sangat terbatas, sedangkan seorang sinden tayub sekalipun takkan mampu menembang di Siteran,"

Pesan moral dari tulisan ini adalah : Siter adalah salah satu kebudayaan yang seharusnya dilestarikan keberadaannya, kalau orang bule saja tertarik memainkan alat musik ini...kenapa bangsa kita sendiri enggan... Apakah pada akhirnya kita juga harus mengimpor guru siter dari manca negara ??
Posted by Tyas
posted by Nuga @ 12/13/2008 01:54:00 PM
 
TAWAKAL
Wednesday, 10 December 2008 | 5 Comments | Links to this post
.
Kelembutan pagi hari..
Yang diselimuti senda, tawa, manja dan canda..
Yang dipeluk suka cita dan riang gembira..
Di padang ilalang gembala tlah sirna dikerja surya.

Kehangatan siang hari..
Yang dibalut haus dan dahaga..
Dan lapisi cinta serta kembara..
Yang diiputi angan dan legenda..
Keteduhan sore hari terdampar di depan mata.

Tapi aku enggan kemana-mana..
Meski hanya untuk sekedar mengarang kisah dan cerita..
Selain tinggal menyiapkan sisa-sisa usia..
Dalam munajat aku menunggu dengan pasrah.

Kawan..adakah yang melukiskan temaram senja.
Sebelum malam tiba?...
Biar matahari belum juga tenggelam..
Aku mencari bayang-bayang surgawi.

Kutegarkan hasrat hati...
Disetiap lelap malam kutundukkan wajahku..
Dan kusandarkan semua urusanku kepada-Mu..
Dimanapun Engkau tetap kuimani.

Bagaimanapun Engkau selalu kuyakini...
Lalu ku baca lagi isi kalam-Mu..
Di hatiku kusimpan teka teki Dzat-Mu..
Bagaimana aku hendak menatap wajah-Mu..
Agar aku bisa menggapai hakikat-Mu.



Dan bertawakkallah kepada Allah, dan cukuplah Allah sebagai wakil. (Annisa’81)

posted by Tyas
posted by Nuga @ 12/10/2008 08:10:00 PM
 
Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H
Monday, 8 December 2008 | 1 Comments | Links to this post


Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 H


Mari kita sembelih qurban,
kita binasakan perangai kebinatangan
Kendalikan hawa nafsu
jangan sampai kita menjadi
Man is a vertical pig,
and Pig is a horizontal man
Rahmat Allah bagi kita semua
Salam....
.

posted by Nuga @ 12/08/2008 07:03:00 AM
 
SITI HAJAR DAN AIR ZAMZAM
Saturday, 6 December 2008 | 3 Comments | Links to this post












Air Zamzam berasal dari mata air Zamzam yang terletak di bawah tanah, sekitar 20 meter di sebelah tenggara Ka'bah. Mata air atau Sumur ini mengeluarkan air zamzam tanpa henti. Diamanatkan agar sewaktu minum air Zamzam harus dengan tertib dan membaca niat. Setelah minum air Zamzam kita menghadap Ka’bah.

Sumur Zamzam mempunyai riwayat yang tersendiri. Sejarahnya tidak
dapat dipisahkan dengan isteri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail A.S. Sewaktu Ismail dan Ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, maka Siti Hajar pergi ke Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali.Namun tidak berhasil menemukan air setetespun karena tempat ini hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tidak ada air dan belum didiami manusia selain Siti Hajar dan Ismail.

Penjelasan tentang cerita ini adalah sbb :

Saat Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar dan Ismail tiba di Makkah, mereka berhenti di bawah sebatang pohon yang kering. Berkali-kali Nabi Ibrahim as menyeka peluh yang bercucuran diwajahnya. Ia terus saja menunggang unta bersama istri keduanya Hajar. Saat itu terik matahari sangat menyengat dan mereka berada ditengah tengah padang pasir yang kering kerontang. Sepanjang perjalanan itu, tiada sepatah katapun yang keluar dari mulut Ibrahim. Dikuatkan hatinya untuk tawakal. Dia yakin, Allah SWT tiada akan menganiaya hamba-hamba Nya, Ibrahim diperintahkan untuk meninggalkan istri dan anaknya ditengan padang pasir.

Tidak berapa lama kemudian Nabi Ibrahim A.S meninggalkan mereka.
Siti Hajar memperhatikan sikap suaminya yang mengherankan itu lalu bertanya ;" Hendak kemanakah engkau Ibrahim ?"

"Sampai hatikah engkau meninggalkan kami berdua ditempat yang sunyi dan tandus ini?” Pertanyaan itu berulang kali, tetapi Nab Ibrahim tidak menjawab sepatah katapun.

Siti Hajar bertanya lagi; "Apakah ini memang perintah dari Allah SWT ?"


Barulah Nabi Ibrahim menjawab, "ya".
Mendengar jawaban suaminya yang singkat itu, Siti Hajar gembira dan hatinya tenteram. Ia percaya hidupnya tentu terjamin walaupun di tempat yang sunyi, tidak ada manusia dan tidak ada segala kemudahan. Sedangkan waktu itu, Nabi Ismail masih menyusu.

Dlm hatinya sempat bertanya Kenapa Allah memerintahkan hal itu, bukankah padang pasir itu kering ditambah lagi, saat ditinggalkan Ismail masih bayi dan air susu Hajar belum keluar.Tapi Nabi Ibrahim adalah hamba yang taat kepada Allah dan ia kekasih Allah, kholilullah. Akhirnya Nabi Ibrahim yakin bahwa perintah itu pasti ada hikmahnya. Setelah 6 bulan perjalanan, tibalah mereka di Makkah. Kemudian Ibrahim memilih sebuah lembah ditengah padang pasir. Ibrahim turun dari untanya dan mengikat tali unta disebatang pohon kurma.

Siang itu matahari begitu panasnya membakar gurun pasir yang putih mengkilat. Dahaga yg melilit tenggorokannya tak ia hiraukan..dalam benaknya hanya berpikir bagaimana caranya memberitahukan kepada istrinya tentang perintah Allah. Setelah Siti Hajar diturunkan, Ibrahim bersiap siap pergi,melihat itu diapun bertanya" Suamiku, mengapa aku akan ditinggalkan sendirian bersama anakmu disini? apa dosaku hingga kau meninggalkanku seperti ini. Maafkanlah aku ..aku tak sanggup ditinggalkan ditengah tengah padang pasir yang kering kerontang ini".

"Tidak istriku, bukan karena dosamu,"jawab Ibrahim”
"Kalau bukan karena dosaku, bagaimana dengan anak ini? anak ini tidak tahu apa-apa,tegakah kau tinggalkannya?" balas Siti Hajar

Hati Ibrahim tersayat mendengar ucapan istrinya." Bukan itu maksudku.Tapi apa dayaku ketahuilah ini semua perintah Allah."jawab Ibrahim. Mendengar itu Siti hajar terdiam..terbayang penderitaan yg akan dihadapinya namun hatinya bertanya-tanya apa Hikmah dibalik semua ini..? " jika benar ini adalah perintah Allah tinggalkanlah kami disini. Aku ikhlas..segalanya kami pasrahkan kepada Allah. Dia pasti membela kami ..satu pintaku sebelum engkau pergi do'akanlah agar Allah menolong kami." pinta Siti Hajar Ibrahim jadi terharu. Istrinya Hajar memang wanita pilihan lantas Ibrahim berdo'a sebagaimana ditulis dalam Alqur'an,surat Ibrahim (14) Ayat 37; ' Ya Allah Tuhan kami, teguhkanlah hati mereka dengan mendirikan shalat, jadikanlah hati manusia tertarik kepada mereka, karuniakanlah rezeki kepada mereka. Mudah-mudahan mereka bersyukur kepada-Mu."

Air mata Ibrahim menetes saat mendo'akan keselamatan anak dan istrinya yang ia cintai. Hati suami mana yang sanggup meninggalkan anak istri dipadang pasir tandus yang jaraknya enam bulan perjalanan dari rumah mereka. Namun atas keyakinan kuat pada Allah, perintah itu ia laksanakan. Ibrahim meninggalkan tempat itu dengan memasrahkan anak dan istrinya kepada Allah SWT.

Tinggallah Siti Hajar bersama Ismail anaknya yang masih bayi air matanya berjatuhan mengiringi kepergian suami tercinta.Tak lama selepas kepergian Ibrahim perbekalan makanan dan minuman mereka sdh habis. Hajar bingung, bagaiman jika Ismail merasa lapar atau haus.. ternyata apa yang g ia takuti menjadi kenyataan. Tiba-tiba saja Ismail menangis keras kehausan minta minum..Hajar Panik, apalagi air susunya telah kering. Ia tak tahu dimana harus mencari air minum. Apalagi mereka berada di tengan padang pasir..sedang tangis Ismail makin keras hatinya tak tega mendengarkan teriakan anaknya..Dia tak bisa diam terus tanpa usaha ..spontan dia berdiri dan pandangannya menyapu sekeliling gurun pasir ..dari jauh terlihat ada genangan air..

" Itu dia. Aku kan segera dapatkan air itu untuk anakku..diapun berlari sekuat tenaga..ternyata sampai disitu tak ada genangan air hanyalah Fatamorgana, " Astaghfirullah rupanya hanya ilusi saja..tapi aku tetap hrs mencari demi anakku."dalam hatinya.

Saat itu tiada kata putus asa baginya matanya pun menyapu kesegala arah lagi-lagi dilihatnya ada genangan air..dan membasahi bumi..sekuat tenaga ia berlari lagi menuju tempat itu.Setelah tiba lagi-lagi air itu tetap tidak ada..sehabis itu rupanya dia tetap bertekad mencari air untuk Ismail anaknya. Matanya menyapu ketempat pertama tadi dan dia melihat ada kubangan air disan diapun kembali berlari..dan yang dilihatnya fatamorgana. Tanpa dia sadari telah bolak balik bukit sofa dan marwah sebanyak tujuh kali demi sang buah hatinya.


Meski tubuhnya sudah letih lari kesana-kemari tapi ia tetap sabar menghadapi semua cobaan ini..Padahal Ismail terus menangis sambil menggerakkan kakinya kebumi. Tiba-tiba rahmat Allah SWT datang..dari bumi tempat Ismail menggerakkan kakinya tadi keluarlah air..Bukan main gembiranya Siti Hajar mendapatkan air itu .Segera dia ambil air itu seraya berkata: Alhammdullillah..Zam..Zam..Zam!" Arti kata tersebut ialah berkumpulah,berkumpulah. Maksudnya adalah agar air itu berkumpul untuk anak Siti Hajar.

Dari situlah, awal mula air Zam-Zam keluar. semua itu berkat perjuangan Siti Hajar. Sang Ibu yang rela berlari antara bukit Safa dan Marwah sebanyak Tujuh Kali untuk menyelamatkan anaknya. Peristiwa itu kemudian diabadikan dalam ibadah haji sebagai salah satu rukunnya yakni Sa'i.

Cerita ini mengisahkan bagaimana beratnya perjuangan seorang Ibu menyelamatkan Anaknya agar tetap hidup bisa dibayangkankan 7 kali bolak balik bukit nan jauh dan tandus tetapi Beliau tetap sabar..ITULAH IBU yang selalu ada cinta untuk anaknya ..( sedangkan kita 2 kali bolak balik ke supermarket yang dingin saja kadang tak mau..) Dikala sang Ibu Ridho, disertai doa sang Ayah maka Allah munculkan sinergi cinta kasih itu untuk mereka lewat bayi mereka, kala kaki mungilnya menghentak bumi maka Allah pancarkan rahmat seketika itu juga..

Bisa dikatakan murninya air Zam-Zam kala itu semurni air susu Ibu untuk sang anak tanpa harus diproses dulu . Maha Besar Allah Dia berikan rizki yang berlimpah hingga sekarang air itu masih bisa dinikmati umat.

Kisah tadi semoga dapat diambil hikmahnya ya..sadarlah kita sebagai anak pergunakanlah sisa waktu kita untuk berbakti kepada orang tua kita terutama Ibunda kita.. Dan untuk orang tua jangan pernah kau jauhkan serta terlantarkan anakmu walaupun seinci darimu karena sesungguhnya kau tidak percaya akan Kebesaran Allah SWT.


Posted by Tyas


posted by Nuga @ 12/06/2008 07:42:00 PM
 
Eternal Flame - The Bangles
Friday, 5 December 2008 | 2 Comments | Links to this post

.


Kasihku....
Apakah kau merasakan debaran jantungku
Apakah kau mengerti...
dan merasakan hal yang sama

[ I present this song for my beloved "D" ]

.

posted by Nuga @ 12/05/2008 09:55:00 PM
 
Rasaku...
.

Aku ingin segera menemuinya…curahkan semua yang telah terjadi.. bahagia, suka dan duka.. adakah waktu untuk kita saling berbagi...meski terpisah jarak dan waktu aku ingin kau dengarkan isi hatiku..

Tolong yakinkanlah hatiku...agar aku bisa melewati semua yang telah ditetapkan Allah untukku. Aku bangga memiliki dia... semua diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan.. karena memang tidak ada yang sempurna di dunia ini... tapi ada satu hal yang tak bisa terlupakan.. adalah saat aku bilang...”suatu saat kalau sms atau call gak ada respon, berarti kondisiku gak memungkinkan utk itu” kemudian dia menjawab ”Pada saat itu aku tidak sms atau call.. tapi aku menyertaimu..." sungguh jawaban yang tak pernah aku bayangkan, kubaca pesan itu berulang-ulang sambil kutahan airmataku... tapi toh akhirnya aku tak mampu... yaaa.. aku menangis haru..

kagum dengan keikhlasan hatinya...hati yang tak pernah lelah menemaniku... saat aku bahagia, saat aku terbaring lemah, dan saat aku harus berada antara hidup dan mati....dan dengan ilmu ikhlas yang dia miliki telah mampu meluluhkan hati dan keangkuhanku selama ini...begitu banyak waktu tenaga serta pikiran yang dicurahkan untukku...

Belum banyak yang bisa aku berikan untuknya...tapi jauh di lubuk hatiku ada keinginan-keinginan untuk membahagiakan dia... Aku hanya punya cinta.. tapi apakah dia bisa mencintaiku??...
Aku ingin dia tau...kalau saat ini sedang kurajut lagi hatiku, dengan benang cinta darinya. Kelak ku ingin berikanmu satu hati ini utuh...Akan kuceritakan dengan segenap jiwaku... bahwa aku mencitaimu kekasihku...

Rasaku saat ini adalah bahagia..bahagia karena dia juga mencintaiku.. Membuatku ingin terus hidup, memiliki ribuan harapan dan impian, tak ingin semua itu menghilang, tak ingin lepaskan segala rasa yang telah menyatu di jiwa dan jangan biarkan badai menghempaskan segala apa yang telah kita lewati bersama....karena kau milikku selamanya.....Cintanya telah mengubah kenangan di relung hatiku...memenuhi seluruh sisi kalbuku..sehingga aku mampu melupakan segala derita rahasia kehidupan ini.. Ku tak akan sesali mencintai dia.. Tak pernah menyesal mengenal dirinya.. Biarlah tetap terjaga rasa ini hingga akhir nafas


posted by Tyas
.
posted by Nuga @ 12/05/2008 09:38:00 AM
 
We Are Nothing !!!
Thursday, 4 December 2008 | 2 Comments | Links to this post
*
Suatu ketika semasa masih belajar di sebuah Lembaga Bahasa Inggris, kami berdiskusi tentang the Journey to another galaxies, dimana para student didaulat to perform their imagination about this journey. Ada yang bercerita dia ingin menikmati sun bath di gurun pasir planet Mars sambil menyruput ice lemon. Ada yang berkisah shopping di sebuah toko di planet anu. Ada yang berkhayal eksyen berfoto-foto dengan aneka makhluk luar angkasa, dan lain-lain. Bualan sebesar kerbau, sah-sah saja, bebas. There is nothing impossible in this world.

Tiba giliranku, teringat sebuah buku yang pernah kubaca, The Universe. Diawali dari Tata surya dimana bumi, matahari dan planet-planet tetangga ada di dalamnya. Matahari yang kita kenal, sesungguhnya adalah sebuah bintang yang terdekat dengan bumi. Sehingga tampak besar menyala dan terasa panasnya sampai ke bumi. Pernahkah terpikir oleh kita hendak pergi ke matahari? Bukankah itu dikatakan “yang terdekat”.

Mari kita berandai-andai.
Andai kata kita hendak nglencer ke matahari, dengan pesawat ulang alik yang pernah dibuat di bumi ini dan tercepat saat ini. Anggap saja kita bisa beranak pinak di pesawat itu. Bahan bakar apa dan makan apa tidak usah dipikir dulu. Juga anggap saja matahari tidak terlalu panas, tapi hanya suam-suam kuku.
Maka…untuk mencapainya dibutuhkan waktu selama 25.000 tahun. Jadi the whole human being (seluruh peradaban manusia) ternyata masih belum cukup untuk hanya sekedar ke matahari, si bintang terdekat itu. Bukankah sekarang baru 2000 tahun ditambah tahun sebelum Masehi, masih sedikit sekali. Barangkali hanya kendaraan semacam UFO atau Buraq saja yang dapat mencapainya dengan light speed-nya.

Kita coba terbang lebih jauh lagi.
Tata surya kita ini berada di sebuah galaksi yang bernama Bima Sakti atau Milky Way, dimana akan tampak hanya berupa satu noktah yang sangat kuecil. Karena ternyata Sang Matahari kita ini berada diantara milyaran matahari-matahari lainnya dalam Galaksi kita. Galaksi merupakan kumpulan bintang dan planet-planet yang jumlahnya milyaran. Dalam benakku, belum pernah kulihat salah seorang diantara kita secara lesan mencoba berhitung dari satu sampai seribu saja. Belum ada.

Ok back to the case, Kita berandai-andai lagi. Setelah kita singgah di Bima Sakti. Barangkali kita ingin bersilaturahmi dengan tetangga galaksi terdekat, maka kita bisa berkenalan dengan sebuah galaksi yang bernama Andromeda. Tidak usah dipikir berapa lama lagi perjalanan yang mesti ditempuh. Karena nun jauh disana, ternyata masih ada lagi milyaran galaksi. Dan selanjutnya kumpulan milyaran galaksi ini kita sebut Nebula. Dan subhanallah….ternyata si nebula ini juga tidak sendirian. Sekali lagi, nun jauh disana.. masih ada lagi milyaran nebula lainnya. Dan batas kemampuan manusia baru sampai disini, masih menjadi tanda tanya dimanakah tepi alam semesta ini, andai ada ujungnya.

Begitulah, betapa luasnya alam semesta ini. Dan apabila kita amati lebih seksama ternyata semua benda-benda dahsyat ini bertasbih, berputar pada porosnya masing-masing. Bulan mengitari bumi, bumi mengitari matahari, matahari berputar dalam galaksi, galaksi dan nebula itu juga berotasi, semua bertasbih…tunduk…memuji dan mengagungkan Sang Maha Penciptanya.

Lalu apa artinya bumi yang luas ini di jagat raya. Dan apa pula artinya kita manusia di alam semesta ini. Apa yang hendak kita sombongkan, berjalan dengan dagu terangkat di bumi ini. Mengapa kita angkuh, mengapa kita tidak mau tunduk...sedangkan bumi tempat kita berpijak ini pun patuh tanpa pernah membantah dan tanpa pernah melenceng dari jalurnya. Kesombongan hanyalah milik Allah SWT, penggenggam jagat raya. Kita ini teramat kecil.
We are nothing !!!


Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran. (QS. Al-An’aam, 6:80)

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. (QS. Al-Mulk, 67:3-4)

*
posted by Nuga @ 12/04/2008 10:19:00 AM
 
Sang Ibu dan Si Bapak
Tuesday, 2 December 2008 | 4 Comments | Links to this post


Sang Ibu di pagi buta memikul belanja berat
Si Bapak asyik baca koran pagi menikmati kopi

Sang Ibu sibuk peras keringat mencari nafkah
Si Bapak asyik ngrumpi dengan tetangga

Sang Ibu kelelahan memasak dan mencuci
Si Bapak sedang asyik nonton tivi

Sang Ibu tafakur dalam tahajud di malam hari
Si Bapak ngorok dan asyik bermimpi



Wahai kaum lelaki
Makhluk terkuat itu bernama...Wanita
*
Selamat Hari Ibu - 22 Desember 2008
*
posted by Nuga @ 12/02/2008 11:36:00 PM
 
Untukmu Bunda…
Monday, 1 December 2008 | 5 Comments | Links to this post


Ibu

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...Ibu..Ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...Ibu


(Lirik Lagu & vocal : Iwan Fals)



Pilu hati ini saat membaca lirik lagu diatas, lirik lagu yang diciptakan oleh salah satu legendaris tanah air..( Virgiawan Listianto yang akrab dipanggil Iwan Fals ) kudengarkan berulang-ulang, tanpa terasa pipiku basah oleh air mata.

Lagu itu membawa anganku berfikir tentang sosok wanita yang mengagumkan, wanita yang bijak dan bersahaja. Aku biasa memanggilnya bunda... Meski belum begitu lama aku kenal dan baru beberapa kali kudengar suaranya...tapi rasanya begitu dekat dihati …Malam itu aku merasa tersanjung dan sangat bahagia karena bisa kudengar suara bunda.. Meski hanya via telepon, tapi kehangatan kasih sayangnya dapat kurasakan... Sebagaimana biasa hal yang ditanyakan adalah kabar kami sekeluarga, teriring sebuah doa dan harapan agar kami semua senantiasa sehat wal afiat dan bahagia.

Bunda ... Engkau adalah wanita yang tegar, lugu, tetapi sangat bersahaja... Bagaimana caranya agar aku dapat ungkapkan kekagumanku padamu bunda.... Bolehkan aku pinjam buku harianmu.. Agar aku bisa tegar dan bijak sepertimu... Aku ingin bercerita banyak kepadamu, cerita tentang kerinduanku pada Ibuku, tentang cintaku pada putramu... dan tentang kehidupanku..

Meski saat ini aku bukanlah siapa-siapa tetapi berikan aku kesempatan untuk melihatmu tersenyum, Ijinkan aku menangis di pelukanmu.. Tolong bimbinglah aku supaya bisa menjadi istri yang berbakti, istri yang tegar dan tulus untuk putramu...


Dimataku ... Bunda adalah wanita super-mom, kerendahan hati dan kebesaran jiwanya adalah teladan.. sosoknya tak mungkin bisa tergantikan... Perjuangan, ketulusan dan keikhlasannya dilakukan semata-mata untuk anak-anak dan keluarganya. Dengan sentuhan halus dan belaian lembutnya anak-anak tumbuh dewasa. Do’anya selalu mengiringi langkah anak-anaknya.. Tapi pernahkah kita berfikir apa yang telah kita lakukan untuk bunda?.. Sudahkah kita bisa membahagiakannya?. Kadang kita lupa bahwa tanpa bunda kita ini bukan siapa-siapa...

Seperti yang pernah kubaca dalam sebuah buku bahwa ”Surga dibawah telapak kaki Ibu”
Dari Abu Hurairah ra, ia menceritakan, suatu hari ada seorang yang datang kepada Nabi Muhammad SAW seraya bertanya: "Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab: "Ibumu!" Orang itu bertanya lagi: "Lalu siapa?" "Ibumu!" jawab Beliau. "Lalu siapa lagi, ya Rasulullah?" tanya orang itu. Beliaupun menjawab "Ibumu!" Selanjutnya orang itu bertanya lagi: "Lalu siapa?" Beliau menjawab: "Ayahmu."

Seorang Ibu tak pernah mengharap balas dari anak-anaknya, tapi sudah menjadi kewajiban kita untuk memuliakan Ibu kita.. meskipun memuliakan Ayah juga wajib.. Aku hanyalah wanita lemah yang merindukan kasih sayang seorang Ibu. Ibuku telah berpulang 6 tahun yang lalu karena sakit yg di deritanya.

Bunda... teruslah berjuang..yakinlah bahwa dengan kesabaran dan kerja keras pada akhirnya akan berbuah manis...Aku dan anak-anakmu sangat menyayangi bunda... bersyukur atas moment indah malam itu... do’aku untuk bunda semoga Allah SWT memberikan segala kebaikan-Nya kepada Bunda... Amin...


( Tulisan ini didedikasikan untuk Bunda, sosok yang sederhana, tetapi sangat bersahaja dan mumpuni )



Posted by Tyas
posted by Nuga @ 12/01/2008 09:10:00 PM
 
Kuingin di Jalan-Mu
Saturday, 29 November 2008 | 3 Comments | Links to this post
*
Malam ini hening... sepi...sendiri..
Dan dalam gelap malam menyingkap makna...
Kuberkaca pada bulan purnama
Dan apabila kuperhatikan cahayanya memancar
menyegarkan mata hatiku..
Nafas panjang mendesah hampa..

Aku hanya dapat merangkum seribu kata...
Adakah makna yang tersimpan
Ingin kubalut luka hati ini dengan cucuran airmata
Hawa diluar pun begitu kejam..
Hingga tak sanggup lagi aku bertanya
Akan kemanakah diri ini kaubawa...

Kemarin telah kubiarkan fajar subuh-Mu....
Dan kulelapkan tidurku karena kelalaianku
Aku ingin menyemaikan makna dalam setiap dudukku..
Dan curahan air hujanmu basahi halaman jiwaku...
Ingin kuhembuskan tasbih dalam setiap desah nafasku...
Biar tenang pikiranku, biar tentram perasaanku..

Ingin kuteguk air rahmat-MU
Di dalam kerinduanku...
Yang larut ditelan kumandang Adzan...
Membasuh hati dari keletihan..
Yang selama ini bergelut dengan waktu
Karena kuingin jadi orang yang berbeda...

Karena kuingin tetap di jalan-Mu
*
posted by Tyas
posted by Nuga @ 11/29/2008 09:56:00 PM
 
Istiqomah (Teguh Pendirian)
*
Wahai manusia..
Inilah....
Peganglah erat...
Genggamlah lebih erat
Sangat erat...

Jangan sekalipun berani kau lepaskan
dari hidupmu...
percayalah...
tiada sesuatupun yang lebih bermakna
daripadanya...

sungguh...
tangamu akan tersayat
hatimu akan terluka
pedih..perih..pahit..
air matamu bercucuran...
karena
sungguh tajamnya...

wahai manusia...
balut tanganmu
dengan kain sabar...
balut hatimu
dengan kain ikhlas...

wahai manusia...
jangan kau lepaskan
hingga akhir masanya
sekali-kali jangan
jangan...
kau lepaskan..

wahai manusia..
inilah...
shiraathal mustaqim
*
(neraka itu ditutupi oleh bermacam kenikmatan,
dan sorga ditutupi oleh beraneka macam kesukaran)
posted by Nuga @ 11/29/2008 01:27:00 PM
 
The Butterfly Lovers
Wednesday, 26 November 2008 | 3 Comments | Links to this post
*
Di masa lalu, entah kenapa aku tergila-gila sekali dengan kebudayaan Tiongkok. Aneka buku, gambar-gambar atau tulisan-tulisan, dll aku baca dan pelajari. Film-film mandarin pun kulahap habis tidak pernah ketinggalan. Tidak lupa bahasa mandarin juga kupelajari sedikit-sedikit, paling tidak ber-“Ni Hao Ma, U an, Cau an, Wan an, Wop u ce tau, dll”. Saat itu aku juga sempat mahir menulis Han Gul. Tapi sayang sekali….sekarang sudah banyak yang lupa. Beberapa lagu mandarin aku juga hapal, tapi tentu saja suaraku yang merdu hanya kunyanyikan sendiri dan kunikmati sendiri. Karena biasanya ada yang suka sakit perut, mendengar aku bersenandung.
*
Once upon a time. Bermula dari sebuah film silat dengan tokoh laga yang kugandrungi waktu itu. Li Lien Chieh berperan sebagai Wong Fei Hung dalam filmnya Once Upon A Time in China. Sejak itulah aku mulai melirik budaya Tiongkok.
*
Salah satu cerita rakyat dari Tiongkok yang merupakan Tragedi percintaan terbesar adalah San Pek Eng Tay. Yang mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pemudi intelektual bernama Ciok Eng Tay dan seorang pemuda terpelajar bernama Nio San Pek yang hidup di abad ke-4 Masehi, melukiskan sebuah hubungan percintaan antara Eng Tay dan San Pek yang berakhir dengan kematian mereka yang sangat menyedihkan. Cerita ringkasnya adalah sebagai berikut :


Eng Tay adalah putri seorang kaya yang menyamar sebagai seorang lelaki agar dapat bersekolah di rantau, ternyata jatuh cinta pada San Pek seorang pemuda miskin. Mereka adalah teman sekolah dan bahkan sekamar dalam asramanya. San Pek yang pada mulanya menyayangi Eng Tay sebagai adik angkatnya yang dikenalnya sebagai seorang lelaki, membalas cinta Eng Tay ketika mengetahui bahwa Eng Tay sebenarnyalah seorang perempuan.

Tetapi perjalanan cinta mereka tidak dapat berlanjut hingga perkawinan karena orang tua Eng Tay telah menjodohkan anaknya itu dengan Ma Bun Cay, putra seorang pembesar yang kaya-raya, dan memaksakan perkawinan itu. San Pek pun patah hati, jatuh sakit, lalu mati. Namun Eng Tay menolak perkawinan tersebut dan tetap setia pada San Pek.

Maka dalam perjalanan menuju rumah mempelai lelaki (Ma Bun Cay), Eng Tay menziarahi kuburan San Pek. Di tengah-tengah ratap tangis dan pernyataan kesetiaan Eng Tay di hadapan kuburan San Pek, terjadilah keajaiban, kuburan itu merekah. Dan tanpa bisa dicegah Eng Tay terjun ke dalamnya Menyusul sang kekasih. Belakangan dari kuburan mereka sering beterbangan sepasang kupu-kupu.
*


Demikianlah salah satu legenda, kisah San Pek Eng Tay, yang tertanam pada banyak orang adalah merupakan kisah percintaan yang tragis, kisah sepasang kekasih yang abadi, dan kisah seorang perempuan yang setia.

*

posted by Nuga @ 11/26/2008 04:15:00 PM
 
Kupu-Kupu
*

Pagi itu udara sangat cerah, aku terpaku memandangi taman yang dipenuhi berbagai macam bunga. Kuhela nafas dalam-dalam sambil menikmati suasana sekitar yang hening. Tiba-tiba pandanganku terhenti oleh keindahan seekor kupu-kupu yang sedang hinggap di sekuntum bunga. Kupu-kupu itu sangat menawan dengan sayap yang warna-warni. Aku takjub betapa indahnya Allah menciptakan hewan kecil ini dengan warna warni yang sangat serasi.

Hinggap dari tangkai bunga yang satu ke tangkai bunga yang lain... cukup lama untuk menghisap madunya, begitu seterusnya.Tak lama kemudian datang kupu-kupu lain yang tak kalah cantiknya, seolah mereka saling bertegur sapa, kemudian berlomba menghisap sari bunga. Mereka terlihat bahagia menjalani hidupnya masing-masing.

Pernahkah kita berfikir, kupu-kupu yang cantik itu telah melewati berbagai tahap kehidupan yang mengantarkannya pada sosok yang indah seperti sekarang ini. Berasal dari seekor ulat yang menjijikkan dan bahkan tak jarang dijauhi dan dibenci sebagian manusia...

Beberapa fase kehidupan telah dijalani .. dari ulat menjadi kepompong,, menggantung di dahan atau dedaunan. Ia tak peduli walau panas terik menyengat dan dingin malam menusuknya. Ia tetap kokoh untuk berubah menjadi diri yang baru, diri yang penuh pesona, indah memukau dengan sayap barunya dan tubuh yang cantik, Lalu ia pun terbang berkelana mencari kuntum-kuntum bunga yang indah untuk menghisap sari bunga dan menebarkan telur-telur penerus kehidupannya.

Manusia dan kupu-kupu sama-sama mahkluk ciptaan Allah.. tapi sanggupkah kita manusia menjalani metamorfosis kehidupan seperti kupu-kupu? Metamorfosis yang bermakna sebagai perubahan yang luar biasa dalam kehidupan.

Mampukah kita belajar dari kupu-kupu?.. dari ulat.. di benci, dicaci dan bahkan dijauhi. Kuatkah kita menghadapi berbagai tempaan, derita dan kesendirian dalam kepompong yang tak berdaya? Bersabar dalam tempaan hidup.. dan cobaan, menjalani proses dengan sebaik-baiknya sebelum akhirnya lahir menjadi diri yang baru, diri kita yang sesungguhnya, diri yang indah dan menebarkan keindahan di mana pun kita berada.

Kita bisa mengambil hikmah dari kehidupan kupu-kupu, bahwa untuk meraih sukses tidaklah semudah membalik telapak tangan.. akan tetapi memerlukan proses.. perlu ketekunan, kesabaran dan ketegaran dalam menjalani setiap fase, sebelum akhirnya bisa mencapai puncak kehidupan... Yang bisa menolong kita adalah diri kita sendiri, meskipun kadang kita perlu bantuan teman atau kerabat, tetapi semua kembali pada diri kita sendiri.. karena Allah juga tidak adak merubah nasib manusia.

Jalanilah setiap fase atau episode kehidupan ini dengan jiwa besar, niatkan untuk berubah dan terus menjadi lebih baik seperti kupu-kupu yang menghiasi alam dan menjadi teladan bagi kita manusia...
posted by Tyas
*
posted by Nuga @ 11/26/2008 08:16:00 AM
 
Embun
Sunday, 23 November 2008 | 4 Comments | Links to this post


Suara adzan pagi telah mengakhiri impian malam
Kesejukan pagi dan hawa dingin yang masih menusuk hingga kulit
Sebagaian orang enggan bangun dari pembaringan
Embun pagi menetes di jendela..dan kabutpun menutupi pengelihatan..
Itulah yang tersisa dari derasnya hujan malam tadi...
Butiranya terlihat jelas di pucuk-pucuk rumput ilalang...
Beningnya memantulkan gambaran indah tentang kesegaran alam.

Embun melukiskan potret kehidupan..
Mengalir lembut dan menyegarkan jiwa yang lelah
Kini tlah kau basahi dan sirami tanah kehidupan ini...
Rumput-rumput hijau menghampar bagai permadani,
Pohon-pohon besar mulai menampakan diri
Setelah lenyap ditelan kegelapan malam.

Aku tidak ingat kapan terakhir bermain embun...
Dan aku selalu berharap embun akan tetap muncul esok hari.
Yang memberikan kesegaran hati...membasuh jiwa,
Embun muncul tetes demi tetes,
Namun kadang tetesan-tetesan tersebut saling bersatu
Bergandengan membentuk butiran yg lebih…

Embun yang tumbuh seiring dengan gairah sang malam
Walaupun setetes itu sangat berarti bagiku...
Mungkinkah embun itu berbekas di hati seperti senyummu
Senyum keilhlasan dan takkan pernah hilang
Namun di ufuk timur mentari mulai menampakan diri...
Yang kan menyapu beningnya embun dan senyummu pagi ini..


posted by Tyas

*

posted by Nuga @ 11/23/2008 07:46:00 PM
 
Cukup itu Berapa?...
Wednesday, 19 November 2008 | 1 Comments | Links to this post
*
*
Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
*
*
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
*
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
*
Belajarlah untuk berkata “Cukup”
*


posted by Tyas

*
posted by Nuga @ 11/19/2008 09:48:00 AM
 
Negeri di Awan - Katon Bagaskara
Di bayang wajahmu
kutemukan kasih dan hidup
yang lama lelah aku cari
di masa lalu
*
Kau datang padaku
kau tawarkan hati nan lugu
selalu mencoba mengerti
hasrat dalam diri
*
Kau mainkan untukku
sebuah lagu
tentang neg'ri di awan
dimana kedamaian menjadi istananya
dan kini tengah kau bawa
aku menuju kesana oh.. hoo
*
Ternyata hatimu
penuh dengan bahasa kasih
yang terungkapkan dengan pasti
dalam suka dan sedih

*
posted by Nuga @ 11/19/2008 08:12:00 AM
 
Sebatas Aku Mampu
Monday, 17 November 2008 | 2 Comments | Links to this post






Cintanya untukku seolah tak bertepi.....Aku merasakan cinta yang sangat indah darinya. Meski direntang waktu begitu banyak cobaan yang harus kulalui...kadang terasa hampa, kerikil-kerikil kecil mulai mengusik.. yaa,, itulah Cinta.. Sesak hati ini bagai teriris-iris... Kini ku urai lembar demi lembar untuk mencari dimanakah perbedaan itu ada..

Derasnya hujan malam ini tak mampu meredam resahku...mencoba renungkan jalannya sang waktu... ingin kutelusuri hitam putih cinta dan kehidupan ini.. Mengapa harus salahkan cinta bila akhirnya terluka.. semua berjalan diluar keinginan dan kemampuanku sedihku karena tak bisa yakinkan hatimu atas tulusnya cinta ini, haruskah bangunan cinta yang telah kita dirikan runtuh oleh perbedaan ?..utuh cintaku tak mungkin terbagi, rasa ini kan kusimpan sendiri hingga takdir menghampiriku..



Kau pernah katakan padaku... ”Sayang.. cinta itu ibarat bangunan”. kita harus bisa jaga cinta yang telah kita bangun selama ini. Kalau warna catnya mulai kusam... kita bisa mengecatnya kembali, kalau tamanya mulai gersang, kita bisa tanam lagi bunga-bunga yang indah, kita juga bisa hiasi dindingnya dengan lukisan-lukisan, pagarnya adalah hati kita... hati yang istiqomah untuk mendapat ridha Allah...

Aku disini ingin menyentuh hatimu... bimbinglah aku untuk bisa memahami perbedaan...Dan sebatas aku mampu kuingin menjaga indahnya cinta yang kau beri....menjaga hatiku untuk bisa ikhlas menerima setiap pemberian-Nya






posted by Tyas
posted by Nuga @ 11/17/2008 09:08:00 PM
 
Berselera tinggi....
Friday, 14 November 2008 | 1 Comments | Links to this post

*
Teringat kembali sebuah acara seminar business wisdom yang bertajuk “Two Million An Hour”, dimana kita dituntut supaya memiliki default setting yang tinggi. Otak kita harus disetting untuk mendapatkan uang yang melimpah. Tidak boleh merasa cukup hanya dengan gaji 1 juta sebulan. Kita harus bekerja keras juga cerdas, sehingga income yang tinggi bisa kita raih.
*

Dua juta rupiah hanya dalam waktu sejam. Jika dikalikan jam kerja, lalu dikalikan hari dalam sebulan, hasilnya bisa berkisar 400 juta sebulan. Sungguh..tak terkira. Kita bisa beli dhawet sak bakule, dan jika mau kita bisa berenang-renang di kolam dhawet. Istilahnya ‘sambil berenang, minum dhawet’. Luar biasa. Ini bukan hal yang tidak mungkin. Justru sangat mungkin.
Tapi lain halnya bagi para kawulo alit yang terbiasa makan sehari hanya 3 kali. Maksudnya sebungkus nasi dimakan 3 kali, pagi siang dan sore. Tentu income segitu adalah tangeh lamun alias mimpi di siang bolong.
*

Berangkat dari hal ini, apa biasanya yang ingin kita lakukan dengan uang melimpah itu?. Tentu sebagai manusia kita ingin punya apa saja. Beli rumah mewah, beli mobil, beli laptop, beli aneka perabot, beli ponsel tercanggih di dunia. Pokoknya apapun kita beli. Kalau perlu ada yang jual gunung atau lautan, kita beli.
*
Dengan income yang tinggi keinginan kitapun menjadi tinggi, selera kita juga tinggi. Punya satu ingin dua, punya dua ingin tiga begitu seterusnya. Sampai bosan. Dan kitapun menjadi lebih gampang bosan. Dari ingin memiliki, sudah memiliki, akhirnya jadi tidak ingin memiliki. Tak terhitung orang-orang sukses di dunia ini, yang pada akhirnya justru tidak ingin memiliki kekayaannya, setelah mencapai puncak kesuksesannya. Ada yang memilih hidup menyendiri mencari ketenangan. Kekayaannya disumbangkan, dll. Bahkan banyak juga yang bunuh diri karena kesuksesannya tadi. Itu manusiawi.
Lantas apa hakekat kesuksesan itu? Apakah itu ujung dari sebuah kesuksesan?
*

Kembali kepada hakekat hidup ini, sesungguhnya seringkali tidak kita sadari bahwa Allah SWT telah men-default setting diri kita sangat tinggi. Yaitu supaya kita berlomba-lomba meraih akherat. Sorga yang seluas langit dan bumi. Apa artinya uang milyaran dibanding langit dan bumi? Nothing!.
*
Coba kita intip bagaimana kehidupan Rasulullah SAW. Beliau amatlah bersahaja. Tidur hanya beralaskan tikar yang sekaligus kemul. Sering kali tidak kenyang dalam tiga hari. Bahkan perut diganjal batu. Apa-apa akan diberikan jika diminta atau lebih dibutuhkan orang lain. Padahal beliau seorang persiden (khalifah). Begitu pula sahabatnya Umar bin Khatab. Istananya hanyalah bumi beratap langit. Pakaian kebesarannya hanyalah rasa malu dan kejujuran.
*
Mengapa orang-orang seperti ini begitu bersahaja?. Jawabnya adalah…mereka orang-orang yang berselera tinggi. Default setting yang tinggi. Tahu bahwa dunia seisinya ini tidaklah lebih berharga dari sebuah bangkai domba. Dibanding kehidupan yang hakiki, yaitu kehidupan akherat dengan kenikmatan sorga yang kekal abadi.
posted by Nuga @ 11/14/2008 07:50:00 PM
 
Hari ini
Thursday, 13 November 2008 | 2 Comments | Links to this post
*

Hari ini..
Kubiarkan mataku tak terpejamkan
Hingga malam kuserahkan pada Fajar
Ditemani sejuta bintang-bintang dan rembulan
Sambil kusembunyikan sejuta angan.

Hari ini...
Rinduku muncul kembali..
Kutumpahkan cinta dalam munajat
Kusebut-sebut nama-Nya dalam dzikir
Sambil mengusap cucuran air mataku
Dan kucurahkan seluruh rinduku
Aku butuh belaian tangan-Mu
Aku ingin menjadi kekasih-Mu
Ingin kucurahkan rinduku pada-Mu
Rindu yang tiada akhir


Hari ini ...
Jauh sudah kakiku melangkah
Kucoba menadah langit
Menelusuri hari-hari berdebu
Lalu mengembara dalam anganku
Kemudian aku mulai mengurai mimpi-mimpi
Mengapa tidak Engkau singkap indahnya baju duniaku...
Agar aku bisa menjamah kursi-Mu...


Hari ini..
Aku digelisahkan oleh waktu
Dan malam telah mengeringkan rasaku
Aku ingin jernihkan kekeruhan kalbu.
Lalu kurentangkan tikar taubat..
Kubuka dan kubaca kembali lembar-lembar biru
Yang berisi ayat-ayat-Mu
Agar aku bisa menggapai Arsy-Mu


posted by Tyas
*
posted by Nuga @ 11/13/2008 09:50:00 PM
 
I'll Stand By You - (Carrie Underwood)
Monday, 10 November 2008 | 0 Comments | Links to this post


Oh, why you look so sad?
Tears are in your eyes
Come on and come to me now

*

Don't be ashamed to cry
Let me see you through
'cause I've seen the dark side too

*

When the night falls on you
You don't know what to do
Nothing you confess
Could make me love you less

*

I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you

*

So if you're mad, get mad
Don't hold it all inside
Come on and talk to me now
Hey, what you got to hide?
I get angry too
Well I'm a lot like you

*

When you're standing at the crossroads
And don't know which path to choose
Let me come along
'cause even if you're wrong

*

I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you

*

Take me in, into your darkest hour
And I'll never desert you
I'll stand by you

*

And when...When the night falls on you, baby
You're feeling all alone
You won't be on your own

*

I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you

*

Take me in, into your darkest hour
And I'll never desert you
I'll stand by you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you
Won't let nobody hurt you
I'll stand by you
posted by Nuga @ 11/10/2008 11:37:00 AM
 
Tentang Pernikahan....
Wednesday, 5 November 2008 | 1 Comments | Links to this post
Beberapa waktu lalu aku mendengar "keluh kesah" dari teman2 yang masih 'jomblo' dan sebagian besar adalah para wanita ber-usia 30 th ke atas, begini uneg2-nya :


  1. "Saat yg paling menyedihkan adalah saat dpt undangan teman nikah, siapa yg akan mengantarku?"
  2. "Ya Allah...dimanakah jodohku? Sampai kapan aku harus bersabar?"
  3. "Aku lelah...hidupku terasa hampa...rasanya ingin mati saja..."
  4. "Aku tidak berani pulang kampung....malu masih sendirian"
  5. "Eyangku ingin aku cepat2 menikah...katanya mumpung beliau masih hidup, pacar saja aku belum punya"
  6. dan seabrek keluh-kesah yang lainnya.


Secara tidak sengaja aku ketemu dengan situs Tentang Pernikahan.Com dan sebagian saya cuplik sbb :

Dari Al Qur'an dan Al Hadits :

  1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).

  2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

  3. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

  4. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

  5. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).

  6. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

  7. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).

  8. Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).

  9. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

  10. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
    "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).

  11. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

  12. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
  13. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).

  14. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).

  15. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Tujuan Pernikahan


  1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
  3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
  4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
  5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
  6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
  7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

  1. Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  2. Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  3. Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
  4. Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  5. Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :


  1. Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
  2. Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  3. Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  4. Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

Semoga bermanfaat untuk teman2 yang sedang 'galau' dalam kesendiriannya, lengkapnya silahkan mampir ke sini : Tentang Pernikahan.com

Masa lalu ...adalah takdir, dan Hari esok...adalah Iktiar. Jangan putus asa! Tetap semangat!! :)




posted by Nuga @ 11/05/2008 08:33:00 PM
 
Sabar Pembuka Pertolongan Allah
Tuesday, 4 November 2008 | 3 Comments | Links to this post




Semoga Allah tetap menganugerahkan kepada kita kemampuan untuk bersikap sabar. Sabar ketika harus dicaci maki, sabar ketika dijauhi kerabat terdekat, sabar ketika kenyataan tak sesuai dengan keinginan. Karena dengan kesabaran sesungguhnya kita tengah membuka pintu pertolongan Allah. Dan, sabar yang diperlukan bukanlah sikap pasrah, diam pasif menerima begitu saja namun sabar untuk tetap berada di jalan yang Allah sukai.

Agar sabar dapat membuka pintu pertolongan Allah, tekadkan dalam diri untuk memilih komitmen menjadi ahli sabar. Tidak boleh hidup hancur akibat tak sabar, keluarga hancur akibat emosi yang berkepanjangan, kerjaan hancur akibat tak pandai mengatur. Terpenting, sertai kesabaran dengan taubat. Pertolongan Allah akan tercurah kepada orang-orang yang mau merendahkan diri seraya mengakui kesalahan di hadapan Allah. Perbanyak dzikir pengampunan. Ingat kembali kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat, tekadkan untuk tidak mengulanginya dan iringi dengan amal shaleh. Bagi ahli taubat, telah Allah janjikan ketentraman, diberikan jalan keluar, dan dimudahkan rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.

Taubat yang telah dilakukan iringi dengan taat. Taat dapat berarti patuh seraya bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah. Siapapun yang ingin ditolong Allah maka ia harus bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah dengan tidak mensia-siakan shalat berjamaah. Disempurnakan dengan amalah sunah seperti shaum sunah, tahajud, dhuha, shawat rawatib; perbanyak sedekah, santuni fakir miskin. Kian mendekati kepada Allah, pertolongan Allah pun akan datang.

Kesabaran tak cukup diraih dengan taubat, taat, tapi juga harus diiringi dengan tawakal. Karena bisa jadi untuk mendapat julukan ahli sabar butuh perjuangan yang panjang, yang tak cukup dengan taubat dan taat. Jika seseorang yang lahirnya taat kepada Allah dan hatinya tawakal sepenuhnya kepada Allah, maka Allah pun menjaminkan kesabaran untuk dirinya.

Dengan demikian saudaraku, tak ada pilihan kecuali kita harus menjadi ahli sabar. Hadapi kegelisahan, keresahan, kemelut hidup dengan kesabaran. Semoga dengannya kita akan terampil menjadi pribadi yang indah, menawan, memesona dan orang yang gigih mengarungi kehidupan.

Dikutip dari Kiat AA oleh KH. Abdullah Gymnastiar. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Barakallah
posted by Nuga @ 11/04/2008 01:03:00 AM
 
ONE THING LEADS TO ANOTHER
Friday, 24 October 2008 | 0 Comments | Links to this post

( A Folk talk from Thailand )

Long ago, a man climbed up a palm tree to pick the leaves. He wanted to make them into baskets and toys. While he was working, he said proudly, “First, I’ll sell my baskets. Then I’ll buy some clothes. Then I’ll buy a buffalo to plough my rice-field. I’ll tell him what to do. If he disobeys, I’ll kick him”.
As he said this, he kicked his foot in the air and slipped. He almost fell out of the tree. But he caught hold of a branch just in time. He hung there, very frightened. Just then, a man riding an elephant came along.


The man in the tree cried out, “Elephant-rider !! elephant ridder, help” The elephant-rider looked at the man in the tree and said “I don’t know what I can do”.
Bring your elephant under the tree”, the man said. “Then stand up and catch hold on my feet”. The elephant-rider did as he was told. He stood on his toes to catch hold of the man’s feet. But the elephant thought the rider was kicking him. So he went away, leaving the rider behind. Now the two men hung from the tree.


At that moment, four bald men walked past. They were looking for something to eat. When they came near, the man in the tree cried out “Help, help, please help us to get down. If you help us, we’ll be your servants forever”. The four men looked up and thought, “We’ve worked hard for all these year and we’ve never had a servant. Now these two can work for us”. So they said “What shall we do?”.
Friends, take a sarong. Tie the four corners to your neck. Then come and stand below us. We’ll jump down into the sarong”. The four men did as they told. The two men in the tree jumped into the sarong. The four bald head’s crashed together so hard that the four men died. The two men were very frightened.

A woman live in a house quit near. Her husband was away. That night, the men took the four bodies secretly to her house. They hid the bodies under the house.
Next morning, the old woman came down from her house, as usual, to wash. When she saw the four dead bodies, she cried out. “Who has came here to die?”. She took the bodies one by one into the house. She wrapped each one in a white cloth. Then she took the first body outside. She cried out to her neighbors, “My dear husband is dead. Please take away his body an bury it”. The neighbors agreed. They buried the body and then went home.

The next morning, the woman did the same thing. She took out the second body, and sait to her neighbors, “My husband has come back from the land of the dead. Please bury him again”.
So her neighbors helped her again. The same thing happened the next day, and the next. Now all four bodies were buried. On the fourth day, the neighbors said to each other, “If the dead body come back again, we’ll beat him”. And they waited for him on the road.
That night, the woman’s real husband came home from the rice field. The shouted “You’re dead. You’re dead. You’ve come back three times already. You can’t come back again”. They beat the old man so hard that he died.


posted by Nuga @ 10/24/2008 09:43:00 PM
 
Hadirmu

Hadirmu.....
Ciptakan kelembutan, melengkapi kehidupan, walau kadang hatimu yang lembut terluka olehku…
Tapi maaf dan senyum selalu ada untukku.

Membawa begitu banyak makna yang harus ku urai satu per satu..
Sangat sederhana tetapi kadang sulit dicerna. Diam-diam kubuka diri dan hatiku agar aku bisa lebih mengenalmu, kagum akan lembut dan tenangnya hatimu yang hanya dapat kudengar dari bias suaramu.

Hal terberat adalah menghadapi hatiku, hati yang tak kuasa ketika mendengar dia bicara, tak banyak yang dia ucapkan... bahkan kadang lama terdiam.. mungkin itu caramu. Ahhhh... aku tak bisa menutupi kegugupanku..aku tak peduli semua itu, mengharap hadirmu di setiap bahagiaku, desah nafasku, lelap tidurku serta keterpurukanku hingga ajal menjemputku.. do’a yang slalu kumohon untuk memintamu menjadi suami, imam dan ayah dari anak-anakku dalam menjalani sisa umurku...

Maafkan aku jika membuatmu lama menunggu, aku tak perlu khawatir tentang dirimu..karena satu hal yang kuyakini Allah akan membimbingmu dengan segenap penciptaan-Nya. Aku hanya bisa berdo’a dengan asa yang tersisa dan bersyukur akan arti hadirmu....



(posted by Tyas)
posted by Nuga @ 10/24/2008 09:37:00 PM
 
My beloved Mbah Nem
Monday, 20 October 2008 | 3 Comments | Links to this post

“Lha mbok bathango kae…aku yo njaluk ambung yo le…..”

Dua puluh tahun silam.
Kulihat kau berjalan perlahan, menerabas tetanaman ladang. Seperti biasa tongkat penuntun kau genggam erat di tangan kananmu. Seolah bagaikan indra penglihat bagimu. Sementara tangan kiri senantiasa terjulur ke muka. Layaknya bemper yang melindungi tubuhmu dari benturan-benturan. Senyum selalu terkembang menghiasi wajah keriputmu.

Kini, dua puluh tahun kemudian.
Engkau masih sama seperti dulu. Takdir memilihmu lahir dalam keadaan buta.
Di otakku yang kerdil ini aku berpikir, tentu tak sedetikpun pernah kau tatap indahnya cahaya mentari pagi. Tak pernah sedetikpun kau nikmati indahnya bintang gemintang, berhias sinar rembulan.

Tahukah kau betapa daun-daun menghijau segar dengan embun di pagi hari. Atau bulir-bulir padi menguning di hamparan sawah. Atau gunung yang berdiri kokoh dinaungi awan yang putih bersih berarak, di kejauhan sana.
Bahkan seperti apa wajahmu sendiri, tentu tak pernah terbesit dalam benakmu.

Namun, tak pernah kulihat duka di wajahmu. Ataukah engkau mempunyai duniamu sendiri? Dunia yang disediakan oleh Sang Maha Adil, yang boleh jadi lebih indah dari dunia kami. Yang kau nikmati dalam mimpi-mimpimu. Dalam tidurmu. Sehingga senyum puas selalu menghiasi bibirmu.

Di setiap kedatangan kami, kau percepat langkahmu menyongsong kami. Tongkatmu bergerak dengan kacau kian kemari. Acap kali bebatuan runcing membentur kaki lemahmu, menggores kulitmu. Darah yang mengucur, tak pernah kau rasai. Semata-mata ingin mendengar suara kami, memeluk dan mencium kami.

“Iki yo le…ora sepiro lek ku nglumpukke...dinggo jajan yo ngger…”

Serupiah demi serupiah kau kumpulkan dalam setahun, dari hasil penjualan dedaunan yang kau petik, atau dari hasil ranting-ranting kayu bakar yang kau kumpulkan, atau dari hasil panen yang tercecer. Lalu kau jejalkan ke saku-saku kami. Semua kau lakukan demi kami, cucumu. Demi betapa cinta dan sayangnya kau kepada kami. Dan hanya berharap pengakuan, bahwa engkau adalah juga eyang kami.

Kami tercekat, memandang sehelai lima ribuan atau sepuluh ribuan itu. Inikah yang kau kumpulkan selama setahun?. Subhanallah. Betapa istiqomahnya dirimu. Uang ini teramat mulia, dibandingkan kecongkakan kami selama ini.
Betapa hinanya kami yang melewatkan masa setahun tidak mengunjungimu. Betapa hinanya kami bayanganmu tak pernah terlintas dalam ingatan kami.

Eyangku tercinta….di usiamu yang semakin senja ini, aku hanya dapat mendoakan, agar kita semua senantiasa mendapat rahmat Ilahi. Dan kebahagiaan hakiki dapat kita raih bersama. Insya Allah.
posted by Nuga @ 10/20/2008 08:27:00 PM
 
Kekasihku

Kekasihku .....
adakah waktu untuk kita saling memperkenalkan diri
sekedar menyapa sebelum lalui perjalanan panjang.
Asa yang tertambat tak mungkin kulepaskan
sebelum dapat kurengkuh dirimu...
asa itu adalah memilikimu..
Sadar kalau aku bukanlah mahluk yang sempurna...
tapi bisakah luangkan hatimu untuk kusinggahi
agar kau lebih mengenalku dan menerimaku apa adanya...?

Aku ingin menatap wajahmu dalam-dalam....
wajah yang teduh, lembut dan sabar...
perlahan-lahan kuresapi hatimu..
berharap kelak kaulah yang menenangkan isak tangisku
atas takdir yang ditetapkan untukku..

Mampukah kita meringkas luasnya hidup ini bersama,
bahagia, sedih, rumah yang kokoh, anak-anak yang akan lahir dari rahimku..
Aku tau itu tidak mudah tapi kuingin lalui semua ini bersamamu.
Kelak ingatkanlah bahwa aku sangat mencintaimu...
semoga rasa itu tak terkikis oleh waktu..
dan engkaulah tempat sandaran hidupku...

Mohon perkenankan aku memasuki relung hatimu...
meski hanya bertegur sapa sebelum kita melangkah lebih jauh..
denganmu....


(Tyas) 17 Oktober 2008

posted by Nuga @ 10/20/2008 09:49:00 AM
 
Muhasabah
Thursday, 16 October 2008 | 0 Comments | Links to this post
*
Siang sudah hampir hilang..
Namun malam belum juga datang
Mungkin waktu sudah tak ingin lagi
Bercumbu denganku…
Karena aku sering tak mempedulikannya
Kutidurkan siang tanpa bayang-bayang
Kubangunkan malam tanpa mimpi-mimpi
Waktu sore kurasakan begitu singkat
Untuk bercengkerama dengan matahari...

Sayup-sayup temaram senja
Meniupkan angin syurga
Dan alunan wahyu itu menyusuf di telingaku
Segarkan kembali hati yang terlena
Dan sesudah itu baru kusadari
Bahwa aku selama ini seperti mati suri....

Hidup ini rangkaian huruf-huruf
Yang dirumuskan ke dalam praduga
Salah benar...
Lalu berapakah huruf-hurufMu di dunia ini?
Dan berapakah angka-angkaku dalam hidup ini...?
Aku senantiasa bergelut dengan misteri
Hitam putih kehidupan...
Aku selalu bergumul dengan teka teki
Baik buruk keduniaan
Dan ternyata Engkaulah diatas segalanya...

Maka kupisahkan keinginan
Dan kupalingkan pengharapan
Hingga aku saling berpapasan
dengan kemungkinan
Kini kuharapkan mukjizat-Mu...


Posted by : Tyas
posted by Nuga @ 10/16/2008 09:47:00 PM
 
12 Tips Merawat Batik


Batik memang sedang tren. Namun, bisa jadi belum banyak orang yang mengetahui cara merawat pakaian batik agar warnanya tetap awet. Berikut ini sejumlah cara alternatif merawat batik kesayangan.

1. Saat mencucinya, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang banyak dijual di pasaran.

2. Atau, cuci kain batik dengan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan shampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, celupkan kain batik.

3. Mencuci batik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa, lalu tambahkan air secukupnya, dan siap untuk mencuci batik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.

4. Saat mencuci batik, jangan pakai deterjen dan jangan digosok. Jika batik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.

5. Sebaiknya, jangan mencuci batik dengan mesin cuci.

6. Saat akan menjemurnya, batik yang basah tak perlu diperas. Dan jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.

7. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.

8. Jika sudah dijemur, hindari menyetrika batik secara langsung. Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.

9. Bila Anda ingin memberi pewangi atau pelembut kain pada batik tulis, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu batik tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.

10. Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami.

11. Simpan batik kesayangan Anda dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak batik.

12. Cara lain agar batik tak dimakan ngengat, beri sedikit merica yang dibungkus tisu di lemari tempat menyimpan batik. Atau, letakkan akar wangi yang sudah dua kali melalu proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.

posted by : Tyas

posted by Nuga @ 10/16/2008 04:26:00 PM
 
June 08 - No Regret


Hidup ini berjalan begitu saja,
bagaikan air yang mengalir
Satu kisah yang berangkaian penuh makna,
namun sulit tuk dicerna.
*
Dihadapanku….
begitu tingginya pohon-pohon raksasa menjulang.
Hingga sejauh jangkauan mataku memandang….
Tak kan sanggup kutatap puncaknya.
*
Kalau tidak bersandar kepada Allah
Apa jadinya diri ini.
dan Kalau bukan karena teladan Rasulullah
Kemana harus kusembunyikan kekerdilan ini
*
Semua diluar kehendak dan kuasaku
Keyakinanku hanyalah…
Segalanya adalah ketentuan Mu. Yaa Rabb...
*
*
17 Juni 2008
.
posted by Nuga @ 10/16/2008 06:21:00 AM
 
KONSLET....HAHAHAHAHA
Tuesday, 14 October 2008 | 0 Comments | Links to this post

Ah…ini manusia…
Oh…itu juga….itu…itu…
Makin banyak mengenal manusia,
makin mempermalukan diriku saja.
Aku bisa gilaa…..
Kemana baiknya aku…
ke hutan …atau ke gunung…..
Berkawan dengan binatang-binatang yg tidak punya akal pikiran…
Kalau mereka coba mentertawakanku….
akan kubunuh saja…disate lalu kumakan…
Oh..itu ada gelandangan gila..tidur di teras2 toko…
Hai….eeeoooooo…Bangun!!!
Hai….orang gila!...apakah kamu gila?!!!...
Hahahahahaha…..
aku tertawa sendiri dengan pertanyaanku yg bodoh
Hai orang gila!!...kenapa kamu sendirian??
Mana temanmu?
Mana kekasihmu?
Mana …..mana…..
Aah….dasar orang gila…
Hai orang gila!!...apakah kamu bahagia??
Bukankah kamu tidak tahu apa itu sedih…
Hahahaha….
Ya..ya….tertawa saja….
Hahahaha…mari kita tertawa….saja
Hahahahaha…..
Dunia ini sudah gilaa….
Hahahahahah……
posted by Nuga @ 10/14/2008 10:38:00 PM
 
Anjing melolong ketika adzan
Sunday, 12 October 2008 | 2 Comments | Links to this post



Sebuah cerita ringan. Cerita ini sudah cukup lama, tapi aku lupa untuk posting. Ada sebuah masjid yang tidak terlalu besar tapi bersih dan nyaman, sekelilingnya tumbuh pohon2 besar nan rindang.
Banyak orang atau karyawan melepas penat dengan tiduran di sana. Apalagi selama Ramadhan lalu. Banyak sekali orang bergelimpangan di lantai teras masjid. Ya…tiduran, mengisi waktu hingga berbuka dengan tidur.
Ada hal yang menarik disana.
Syahdan dalam jamaah Shalat Jumat. Sang Muazin bersiap mengumandangkan adzan. Mic sudah didekatkan, setelah bacaan pujian, lalu....
….Allaaaaahu akbar………..Allaaaaaaaahu akbar.

Dari arah rumah di sisi masjid itu terdengar suara……….
…….aaouuuuuuuuuu…….
…….Asyhadu an la ilaha illallah………
lagi…..
……oouuuuuuuuuuuuuuuu……
begitu seterusnya …….

Itu adalah lolongan serupa tangisan, dan bukan ‘njegog’ atau gonggongan. Aku terpana, begitupun hardirin yang lainnya. Kasak-kusuk membahas tentang itu sambil menoleh mencari arah suara. Begitulah bagi orang-orang, juga aku yang awal kalinya tahu tentang hal itu.
Penasaran suara apa gerangan dan apa arti lolongan itu. Banyak asumsi bermunculan. Berkecamuk di pikiran masing-masing. Ada yang berpikir, lolongan itu menjawab suara adzan, menirukan adzan, menangis mendengar adzan, dll. Kurasa itu hanyalah faktor kebiasaan, dan anjing cukup pintar untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

Suatu senja, dalam sholat Maghrib, malam mulai merambat menutup langit yang merah kehitaman. Jamaah tidak banyak, hanya dua baris, itupun tidak penuh. Ternyata sama seperti sebelumnya, anjing itu terus melolong memecah kekhusyukan, sejak adzan hingga Imam membaca Al Fatihah…..
Karena suasana sepi, lolongan itu jelas sekali terdengar. Pemiliknya, sepertinya sudah nenek-nenek (Oma), menjagai anjingnya. Dipanggil-panggil namanya, diperingatkan layaknya kepada cucunya. Dipukulnya kalau menggonggong supaya tidak berisik dan mengganggu sholat.

Wahai saudara…anjing itu saja begitu rajin, selalu menjawab suara azan, bagaimana dengan kita ..kaum muslimin? Salaam….Rahmat Allah SWT bagi kita semua.
posted by Nuga @ 10/12/2008 09:37:00 AM
 
Pasangan Jiwa (Katon Bagaskara)
Wednesday, 8 October 2008 | 0 Comments | Links to this post



Kadangkala aku bertanya
dimana cinta berada
tersembunyi tiada kunjung menghampiri

Dua angsa memadu rindu
di danau biru bercumbu
pagut sepi ku di sini
letih hati

Begitu jauh
waktu ku tempuh
sendiri mengayuh
biduk kecil, hampa berlayar akankah berlabuh ?
hanya diam
menjawab kerisauan

Kadangkala aku berkhayal
seorang di ujung sana
juga tengah menanti
tiba saatnya


Begitu ingin
berbagi batin
mengarungi hari
yang berwarna

dimana diapasangan jiwaku ?
ku mengejar bayangan
kian menghilang
penuh berharap


by Tyas

posted by Nuga @ 10/08/2008 06:11:00 AM
 
Nuansa Idul Fitri
Tuesday, 30 September 2008 | 2 Comments | Links to this post
Sebagaimana lebaran-lebaran sebelumnya, jabatan “Joko Dolok” (jaga rumah) masih melekat di pundak. Orang Tua dan adik mudik ke rumah Eyang di Kota Tahu Aci.
Mbak2 rewang sudah hengkang H-7 yang lalu. Para penghuni kost juga sudah ngacir jauh-jauh hari pulang ke kampung halaman masing-masing. “Home alone” sudah jadi santapan rutin di Hari Raya nan Fitri ini.

Dan seperti biasa kegiatanku ‘hanya’ bengong, nonton TV, makan, tidur, lalu nonton TV, lalu ini itu, dll. Sekali-kalinya TV bisa dilahap dengan leluasa disaat seperti ini, biasanya tidak sempat karena kerjaan. Guna mengusir kesunyian, malam menjelang Idul Fitri, kubuat kehebohan. Setel keras-keras takbiran.mp3 mengimbangi gema takbir di luar sana. Meriah sekali. Kuputar berulang2 dengan mode Options : Repeat supaya tidak berhenti. Dan biasanya kubiarkan saja sampai subuh.


Makanan siap santap, kue-kue cemilan dan bahan makanan biasanya sudah ditinggali bunda sebelum pergi. Pengalaman masa lalu, dibuatkan opor ayam dan sambel goreng yang bisa ‘tinggal lheb’. Tapi karena perut yang cuma segini-gininya, aneka masakan itu tidak habis dan di-nget beberapa kali. Sebelum basi, diakali….didaur ulang dengan menjadikannya ayam goreng. Walau begitu. Segala Puji Bagi Allah SWT, kemenangan akan dapat diraih. Insya Allah

Ya Rabbi...Telah kami basuh qalbu dengan siraman suci Ramadhan,
telah kami rentang silaturahmi
Ya Rabbi...jadikanlah kami orang yang senantiasa memegang tali persaudaraan ini
dengan teguh dalam keimanan agama-Mu
Dari lubuk hati yang paling dalam, mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Minal aidin wal faizin, Mohon maaf lahir dan bathin.

Semoga Ramhat dan Ridho Allah SWT

senantiasa dilimpahkan kepada kita semua

Amin


posted by Nuga @ 9/30/2008 07:49:00 PM
 
Ramadhan 1429 H
Monday, 29 September 2008 | 1 Comments | Links to this post

Bulan penuh ujian....
Bulan yang sarat dengan cobaan...
Yaa Allah cintai kami dg rahmat-Mu....
Kami berserah diri pada-Mu...
Kami sungguh bersandar pada-Mu...
Kami mengharap ridho-Mu...
Ampuni kami...
Lindungi hati kami...
Lapangkan hati kami...
Mudahkan segala urusan kami....
Yaa Allah...Yaa Rahman...Yaa Rahim...

Download mp3: (Allah Tujuan Kita mp3 - Aa Gym)
posted by Nuga @ 9/29/2008 08:10:00 PM
 
KEFIR BENING
Sunday, 21 September 2008 | 0 Comments | Links to this post
Ramadhan 1429 H

Tadi siang kira2 pukul 11.30 aku berangkat, guna memenuhi amanah, berburu Kefir Bening pesanan Budhe dari Magelang yang katanya mengidap diabetes.
Hari2 terakhir ini jalanan luar biasa panasnya. Subhanallah. Inikah panas dunia itu.
15 menit saja nongkrong di jalan sudah tidak tertahankan panasnya. Dan bagaimanakah kelak di padang Mahsyar dan apalagi...neraka. Nauzubillah.

Kulalui jalan Majapahit, Supriyadi, Alas Tuo, Bangetayu.
Setelah tanya sana sini. Ketemulah tempat Pak Parman. Dan inilah sosok benda pesanan yang kucari itu. Beliau bercerita sedikit tentang pengalaman sakitnya, dan juga para 'pengguna' yang telah merasakan khasiatnya dan sembuh. Beliau banyak menulis di berbagai media & surat2 kabar. Niatnya hanya ingin berbagi informasi.

Beberapa botol sudah kubeli, semoga memberi manfaat. Insya Allah. Bersama itu dibekali juga brosur keterangan hal ihwal mengenai kefir bening itu.


Inilah isi brosur tersebut :

Menurut Prof. Dr. Kansclhiklow, peneliti Rusia yang menghabiskan waktunya untuk meneliti KEFIR dan manfaatnya untuk kesehatan , mengatakan KEFIR adalaj probiotik ilmiah . - Menyaring dan membersihkan racun/ zat kimia yang berjaitan dengan pencernaan, usus dan metabolisme.
- Membersihkan racun langsung pada aliran darah.
- Terdapat zat yang mampu meregenerasi sel yang mati atau rusak
- Mengandung bakteri non pathogen yang baik untuk tubuh



KOMPOSISI:

Kefir bening dibuat dari KEFIR GRAINS tanpa zat pengawet atau zat kimia tambahan jadi tidak sama dengan yoghurt maupun susu diasamkan Kasiat dapat mengatasi berbagai penyakit berikut, Insya Allah :
1. Kencing ManisMinum 3 x sehari 1 gelas (200 ml) dalam waktu 2- 3 bulan
2. Impoten (Karena Kencing manis)sama dengan diatas
3. Impoten (non gula) 2 minggu dengan KEFIR GRA @ 100 ml/botol
4. Maag 3 x 1 gelas dalam 1/2 bulan
5. Darah tinggi 3 x 1 gelas daln 1 bulan
6. Kolesterol 3 x 1 gelas dalam 3 minggu
7. Stroke 3 x 1 gelas dalam 2 - 3 bulan
8. Kencing batu 3 x 1 gelas dalam 2 minggu
9. JAntung Koroner3 x 1 rutin dalam 1 bulan
10. Asam urat3 x 1 gelas rutin dalam 10 - 12 hari
11. Reumatik3 x 1 gelas rutin dalam 1 - 2 minggu
12. Hepatitis3 x 1 gelas rutin dalam 3 - 4 minggu
13. Liver3 x 1 gelas rutin dalam 1 bulan
14. Anemia3 x 1 gelas dalam 2 - 3 bulan
15. Migrain3 x 1 gelas dalam 2 - 3 minggu
16. Pengapuran3 x 1 gelas dalam 1 - 1,5 minggu
17. Sariawan3 x 1 gelas dalam 2 - 3 hari
18. Eksim atau Jerawat 3 x 1 gelas dalam 7 hari
Bagian yang terinfeksi / bagian jerawat disiram pakai KEFIR
19. Pembengkakan Kelenjar Payudara

KHUSUS PENDERITA KENCING MANIS
Minum kefir bening setiap malam akan tidur, terbangun malam dan pagi bangun tidur masing-masing 1 gelas ( 200 ml). Hal yang harus diperhatikan :- Kurangi makanan berlemak - Mengelola strees dengan baik- Usahakan selalu gembira- Olahraga jalan sehat rutin- Diet minimal 2 bulan - Selama minum KEFIR tetap sehat adan kuat jika terdapat luka membusuk- 1 minggu pertama dianjurkan tiap hari minum 2 botol asal haus minum

posted by Nuga @ 9/21/2008 03:10:00 PM
 
Cinta Sejati
Tuesday, 16 September 2008 | 0 Comments | Links to this post

Cinta sejati adalah cinta yang abadi, di dalam perubahan-perubahan
karena yang abadi adalah Allah...dan perubahan itu sendiri

Cinta sejati bukan berarti tanpa aral melintang,
Cinta sejati akan tetap utuh meskipun badai menghempas

Karena ....

Cinta sejati adalah wujud dari hati yang istiqomah

Cinta sejati melihat dengan mata hati,
yang menjadikannya tak silau akan dunia
Cinta sejati adalah cinta yang tumbuh dalam keridhaan

Cinta sejati adalah cinta yang menyatu,
dan dipersembahkan hanya untuk....Allah
posted by Nuga @ 9/16/2008 09:09:00 AM
 
GORO-GORO JAMAN EDAN
Tuesday, 9 September 2008 | 0 Comments | Links to this post

Goro-goro......
Goro-goro jaman kala bendu,
Wulangane agama ora digugu,
Sing bener dianggep kliru sing salah malah ditiru,
Bocah sekolah ora gelem sinau,
Yen dituturi malah nesu bareng ora lulus ngantemi guru,
Pancen prawan saiki ayu-ayu,
Ana sing duwur tor kuru,ana sing cendek tor lemu,
Sayang sethitek senengane mung pamer pupu.

Goro-goro.....
Wolak-walike jaman menungsa kakean dosa,
Merga ora ngerti tata krama,senengane tumindak culika,
lan nerak uger-ugere agama,
Wani nekak janggane sapada manungsa
Eling-eling deweke duwe panguwasa
Najan to olehe nekak ora pati loro,
Nanging saya suwe ya saya kroso
Ora sanak ora kadang waton atine bisa lega
Goro-goro........
Goro-goro jaman,jaman kemajuan
Uripe manungsa wis sarwa kecukupan,
Ora kurang sandang,pangan,papan,lan pendidikan,
Ananging malah akeh wong sing menggok ndedalan,
Kayu,watu kanggo sesembahan,domino kanggo panggautan,
Senenge mung muja bangsane jin klawan syetan,
Dasar menungsa sing tipis iman.

Goro-goro....
Goro garaning manungsa sak pirang-pirang,
Yen diitung saka tanah jawa nganti bumi sebrang,
Uripe manungsa kena kaibaratake kaya wayang,
Mrana-mrene pikire mung tansah nggrangsang,
Nanging keri-kerine mung oleh wirang.
posted by Nuga @ 9/09/2008 06:36:00 PM
 
Ramadhan Mubarok
Friday, 5 September 2008 | 0 Comments | Links to this post



Siang itu cukup ramai pengunjung sebuah rumah makan, hampir tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Orang-orang makan minum dengan lahapnya. Kuperhatikan menunya pun sedikit lebih ‘wah’ dari hari-hari biasanya. Mereka rata-rata para pekerja kantoran. Baik Pria maupun wanita dan….Muslim.

Rumah makan itu hanya “dibuka separo”, atau satu pintu saja. Entah apa maksudnya. Yang pasti untuk ‘menghormati orang puasa’. Tapi apa bukannya malah hal itu justru digunakan untuk ‘ndelik’ para muslimin yang hobby ‘mokah’ alias batal puasa?.

Ada yang biasa saja nyante, tenang-tenang saja. Seolah-olah dia punya ilmu kebal azab. Ada yang plilak-plilik tampak was-was, seperti tikus dapur. Ada yang ngumpet mojok, dll.

Dan yang jelas…sore nanti mereka pulang, juga menikmati hidangan berbuka puasa bersama keluarga. Dengan nikmat.

Ya…..ini bulan Ramadhan. Dan inilah Ramadhan yang penuh berkah itu.
Bukan rasa ujub melihat fenomena tersebut, hanya saja merasa prihatin, mengapa kian hari justru meningkat para muslimin melalaikan ibadahnya.

Luar biasa sebuah kisah yang pernah kudengar, sebuah kampung dimana para penduduknya bekerja keras banting tulang dalam setahun itu, yang tujuannya semata-mata hanya untuk fokus satu bulan saja. Yaitu Ramadhan. Mereka total tidak beraktifitas kerja, hanya total ibadah. Subhanallah.

Karena mereka tahu, betapa Rasulullah menekankan pentingnya Ramadhan, Bulan penuh berkah rahmat dan ampunan. Sehingga kita dituntut untuk suka cita dalam menyambutnya dan bersedih saat ditinggalnya.

Bersyukurlah orang-orang yang sabar dalam haus dan lapar. Bersyukurlah orang-orang yang takut melanggar dosa, bersyukurlah orang-orang yang berlinang air mata mengharap ridha Allah. Karena itu artinya kita dibimbing Allah, tandanya kasih sayang Allah.


Andai Ku Tahu :

Andai orang tahu adzabnya melewati orang shalat yang didepannya ada pembatas, maka dia akan lebih baik menunggu 20 tahun.

Andai orang tahu bahwa menduduki bara adalah lebih baik, maka dia tidak akan menduduki makam.

Andai orang tahu kelingking yang dicelup air mendidih itu panas menyiksa, maka dia tidak akan sudi dibakar dan dipanggang di neraka.


Maka luruskan cita-cita kita :

1. Jangan mau masuk neraka,

2. Raih sorga sekuat tenaga,

3. Raih cinta Allah dengan penuh taqwa.

Insya Allah
posted by Nuga @ 9/05/2008 10:45:00 AM
 
Ramadhan Mubarok 1429 H
Monday, 1 September 2008 | 0 Comments | Links to this post

Aku…..
bagai ikan di daratan,
menggelepar kehabisan udara

segumpal daging yang menanggung semua ini..
hati….
hati yang meradang…..
membuat jiwa dan raga
layu tanpa daya…

Ya Allah Maha pembolak balik qalbu
Lapangkanlah dada kami….
Mudahkanlah segala urusan kami……


posted by Nuga @ 9/01/2008 07:26:00 PM
 
Marhaban Ya Ramadhan
Saturday, 30 August 2008 | 0 Comments | Links to this post

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Mohon Maaf Lahir & Batin

Semoga kita semua mendapatkan
Ridho & Rahmat Allah SWT
Amin

Wahai saudara, kiranya hanya itulah
cita-cita kita yang paling utama
dalam menjalani kehidupan ini,
dan bukan yang lainnya
Salam
posted by Nuga @ 8/30/2008 12:49:00 PM
 
Kroket Kepiting
Saturday, 23 August 2008 | 2 Comments | Links to this post

  1. Tepung terigu = 100 gr
  2. Margarin = 4 sendok makan / sdm
  3. Kuning telur ayam = 2 buah
  4. Minyak goreng = secukupnya
  5. Kentang kukus/rebus kemudian haluskan = 500 gram

Bahan-Bahan Untuk Isi Yang Diperlukan Antara Lain :
  1. Kepiting yg sudah dikupas
  2. Daun bawang yang diiris halus = 2 tangkai cincang, b. Bombay ½ cincang...
  3. Daun seledri yang diiris halus = 2 tangkai
  4. Merica halus = 1 sendok teh / sdt
  5. Tepung roti = 100 gram
  6. Bawang merah yang sudah dihaluskan = 6 siung
  7. Bawang putih yang sudah dihaluskan = 3 siung
  8. Telur ayam = 2 butir10. Garam = secukupnya
Panduan Cara Memasak Secara Bertahap Yaitu :

  1. Bumbu yang telah halus ditumis.
  2. Masukkan kepiting, aduk2
  3. Masukkan daun bawang dan daun seledri diaduk-aduk sampai tercampur rata, lalu biarkan di api kecil sebentar
  4. Masukkan garam serta merica, angkat, aduk-aduk sampai dingin
  5. Campur kentang yang telah dihaluskan dengan kepiting yang telah ditumis, kuning telur kemudian aduk sampai rata.
  6. Adonan yang telah tercampur rata di bentuk bulat-bulat
  7. Masukkan ke kocokan telur dan diguling-gulingkan di tepung terigu
  8. Kemudian celupkan ke dalam telur yg sudah dikocok lepas. guling2kan dgn tepung roti
  9. Goreng di minyak goreng panas sampai matang.

Posted by Tyas

Kroket "Kepiting" ala Nuga

Bahan dan Cara pembuatan pada intinya sama, hanya saja mengingat bahan 'daging' kepiting yang fresh dan original bisa dibilang "agak susah" didapat di Kota Atlas ini. Dan akan sangat memakan waktu kalau harus 'me-nyuthiki' cangkang rajungan sedikit demi sedikit, hingga mencapai beberapa ons daging kepiting.

Jika kesulitan untuk mendapatkan kepiting ini. Maka untuk mengakalinya adalah sangat mudah. Caranya, cukup anda buat kroket seperti biasa, sebagaimana adanya. Hanya saja yang membedakan disini adalah cara menghidangkan dan menikmatinya. Caranya adalah :

1. Hidangkan kroket yang masih hangat di meja makan atau di meja ruang tamu
2. Ajak seluruh keluarga dan kerabat
3. Siapkan minuman segar
4. Siapkan tempat untuk sekedar berbaring-baring
5. Siapkan tabung oxigen jika sangat diperlukan



Lho untuk apa hal2 tersebut. Begini...resepnya :

Keunikan kroket ini adalah cara menyantapnya, yaitu ketika seseorang mulai makan dan mengunyah, anda bersiagalah tepat di belakangnya. Begitu kroket ditelan, segera cekik/pithing-lah lehernya...jangan terlalu kuat. Lakukan ini pada setiap hadirin yang sedang menikmati kroket ini. Begitu seterusnya.

Selamat Mencoba.

posted by Nuga @ 8/23/2008 06:22:00 PM
 
Gyoza
Thursday, 14 August 2008 | 1 Comments | Links to this post


- Ayam cincang 150 - 200 gram
- Daun Kucai (yang penting komposisinya imbang dengan komposisi ayam )
- Telur 1 buah
- Tepung terigu 1 sendok makan
- Garam dan merica
- Jahe parut secukupnya
- Bawang putih secukupnya
- Kulit Gyoza (dapat dibeli di supermarket)
- Minyak Wijen
- lada bubuk, garam secukupnya


Cara membuat bagian isi:
Campurkan semua bahan yang tersebut diatas, aduk rata... Beri garam dan merica secukupnya, aduk rata.

Cara memasaknya:
  1. Masukkan bagian isi kurang lebih satu sendok makan ke dalam kulit gyoza (kulit gyoza biasanya berbentuk lingkaran)
  2. Tutup kulit dengan cantik sehingga berbentuk setengah lingkaran
  3. Siapkan minyak dalam wajan, sedikit saja yang penting wajan terolesi minyak
  4. Dengan api cukup besar, masukkan gyoza yang sudah dibuat
  5. Jika bagian gyoza yang menempel pada wajan kira-kira sudah berubah menjadi coklat, kecilkan api lalu masukkan air sehingga ketinggiannya kurang lebih setengah tebal gyoza
  6. Tutup wajan, biarkan hingga air menguap seluruhnya
  7. Angkat, hidangkan saus

Sausnya :
Kikoman soy sauce Jepang secukupnya, Jenuk nipis atau cuka... tambahkan gula sedikit...

posted by Tyas

posted by Nuga @ 8/14/2008 04:45:00 PM
 
Wis Sak Karepmu....!!!
Wednesday, 13 August 2008 | 0 Comments | Links to this post
Kisah ini bermula dari sepasang kekasih yang saling menyayangi....
Karena terlalu sayangnya ... pastinya ingin saling membahagiakan dan tidak ingin orang yang disayangi itu menderita...

Minggu Pertama..
Suatu malam sang co.. bilang pada ce... nya... ”duh gak bisa tidur nich
dengan cemas ce nya bertanya... (dlm hati dengan penuh rasa percaya diri si ce nya hmm... pasti karena mikirin aku)..
kemudian ce bertanya.. ” gak bisa tidur knp sayang”,
.... duhhh ini banyak nyamuk... jwab si co...
(hmm... dengan rasa kecewa tetapi tidak diungkapkan... ternyata gak bisa tidur bkn karena memikirkan aku...)
Kemudian ce nya... menyarankan supaya sebelum tidur kamar di semprot obat nyamuk... (baygon atau apalah) yang penting bisa membunuh nyamuk...

Si co... menjawab... udah di semprot sayang... tapi kayaknya obatnya gak manjur deh.... selang berapa lama si co.. memberitahukan sesuatu kepada pasangannya
.... sayang... ternyata nyamuk itu datangnya dari enternit....
ce nya dengan bingung menjawab... lha kok bisa sih....
iya karena tutup eternitnya aku buka... biar gak panas....
(alasan yg bisa diterima akal)

Minggu ke 2...
Sayang,,, huhhhhh nyamuknya gila bener... badanku bintul2 di gigit nyamuk... udah aku semprot tp masih juga gak ngaruh...

ce nya dengan tenang menjawab... hmm... sayang... kalau sumber nyamuknya dari eternit... ditutup aja deh... biar nyaman tidurnya...

co nya gak mau kalah menjawab lagi,,, tapi kalo ditutup nanti panas say,,,

Sayang,,, aku gak tega deh lihat sayang tersiksa bintul2 digigit nyamuk... please ya aku mohon besok ditutup aja lubang eternitnya... ya pls

.... iya deh...
hmm.. tapi aku gak bisa manjat2nya karena gak ada tangga... tp sebeneranya sayang... itu nutupnya tinggal di gotek 5 menit juga udah selesai...

Tentu saja cenya agak tenang mendengar jawabannya kekasihnya itu... yap... besok sudah tidak mendengar keluhan co nya lagi ...

Minggu ke 3...
Ternyata obrolan minggu ke 3 masih dengan keluhan yg sama... judulnya nyamuk banyak... tanpa basa basi ce nya bertanya....
udah ditutup blm eternitnya?
Co menjawab ”belum.... ”
Dengan menghela nafas pjg berusaha menenangkan hatinya karena jengkel... saran utk menutup eternit gak di denger kekasihnya...
sayang... kan aku udah bilang ditutup aja eternitnya.... selesai masalah...
Co. nya,,,, menjawab... Oke.... oke.. besok aku tutup sayangku….

Minggu ke 4...
Tetap sama keluhannya… gak bisa tidur dan banyak nyamuk…. Karena udah jengkel... nasehat dan sarannya dicuekin... ce bertanya... pasti eternit blm ditutup ya...
iya nih... gak sempet...tapi aku janji deh besok aku tutp...
ce manjawab lagi dgn nada yg sangat kesal ”gini deh... sayang ,,, mau ditutup atau gak... wis sak karepmu....

posted by Nuga @ 8/13/2008 05:35:00 PM
 
SEDEKAH (2)
Tuesday, 12 August 2008 | 0 Comments | Links to this post

Diantara keistimewaannya ialah:
Pertama, bisa melepaskan pelakunya dari bencana. Sebab Rasul SAW bersabda : “ Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana “.
Kedua, merupakan obat penyakit pada tubuh. Rasul SAW. menjelaskan : “ Obatilah penyakitmu dengan bersedekah “.
Ketiga, sebagai benteng buat diri kita. Nabi SAW.menerangkan : “ Bentengilah harta bendamu dengan sedekah “.
Keempat, sebagai pemadam kemurkaan Allah. Rasul SAW.berwasiat : “Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah.”
Kelima, menambah keakraban sesama Muslim“. Rasul mengingatkan : “Sedekah adalah hadiah. Maka berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih–sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah“.
Keenam, mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati. Rasul SAW.berpesan : “Barang siapa mendapatkan kesedihan di dalam hati, maka berikanlah sedekah“.
Ketujuh, dapat menambah umur. Ujar Rasul SAW : “Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur“.
Kedelapan, sebagai safaat kelak di akhirat. Rasul SAW menjelaskan : “Sesungguhnya yang akan menaungi orang Mukmin pada hari kiamat kelak, adalah sedekah“.
Kesembilan, menuai pahala yang teramat besar. Dalam sebuah atsar disebutkan : “Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya“.
Kesepuluh, sebagai wasilah“ menambah“ rezeki. Rasul SAW. menjanjikan “Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah dan akan bertambah“.

Ali bin Abi Thalib KW berkata : “Pancinglah rezeki dengan bersedekah“. Imam Ibnul Qoyyim RA berkata : “Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana sekalipun pelakunya orang yang Fajir ( pendosa ), zolim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT. akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantaraan sedekah tersebut.

Hal ini sudah menjadi rahasia umum bagi umat manusia, baik yang berpendidikan maupun orang yang masih awam. Seluruh penduduk muka bumi sepakat tentang hal ini karena mereka telah mencobanya“ ( Al-Wabilu ‘Sh Shoyyib karya Ibnul Qoyyim–sudah ditarjamahkan. Dalam kesempatan lain beliau menambahkan : “Sesungguhnya sedekah dapat membebaskan dari azab-Nya. Seseorang yang melakukan dosa dan kesalahan, ia patut celaka. Tetapi kalau ia segera mau menyusulinya dengan bersedekah, niscaya hal itu bisa membebaskan dan melepakannya dari azab. Oleh karena itulah Nabi SAW. bersabda : “Sesungguhnya Allah akan menolak kematian yang buruk atas seseorang karena sedekah yang dikeluarkannya“ (Al Mustraghitsun Billahi Ta’ala karya Ibnu Basykiwal – sudah ditarjamahkan).

Ada sebuah kisah dalam Al Quran tentang nabi Musa AS yang meminta agar Allah menghilangkan azab dari suatu bangsa. Allah SWT. menjawab bahwa azab tersebut sudah terlanjur ditetapkan. Namun, rahmat Allah meliputi seluruh bumi. Di samping itu pernyataan Allah yang sangat penting adalah : “Azab itu tidak akan menimpa orang-orang yang memelihara dirinya, menafkahkan sebagian rezekinya dan beriman kepada ayat-ayat-Ku". Jadi, sedekah bisa menyelamatkan bangsa dari bencana (Buku Keajaiban Sedekah oleh Muhammad Muhyidin).

Murad Khan Hasan menuturkan bahwa pada suatu musim, seluruh ladang Pertanian di daerah Faris Mesir, telah diserang hama belalang. Tetapi anehnya ada sebidang ladang milik seorang petani yang selamat. Ketika ditanyai sebabnya, si Petani itu menjawab : “Pertama, aku tidak pernah makan milik orang lain secara tidak syah sehingga belalang juga tidak ingin memakan milikku. Kedua, aku selalu mengeluarkan zakat dari hasil tanamanku, setelah tananan itu aku petik. Kuberikan zakat itu kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Kemudian sisanya kubawa pulang ke rumah“.
Maka terbukti dan terujilah sabda Rasul SAW .: “Jagalah harta kamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah segala cobaan dan bahaya dengan doa serta tawadhu (kerendahan hati)“ (HR. Abu Hurairah).

Ada seorang wanita sedang berjalan bersama seorang anaknya yang masih kecil. Mendadak muncul seekor serigala yang menerkam buah hatinya. Si Ibu sepontan mengejar serigala itu. Di tengah perjalanan muncul seorang pengemis yang meminta sesuatu kepadanya. Kebetulan si Ibu itu memiliki sepotong roti dan diberikanlah roti itu kepada sang pengemis. Menakjubkan. Serigala yang menerkam anaknya segera balik menuju wanita yang bersedekah itu, lalu serigala itu pun berlalu. Masya Allah.

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi Yahya AS. bertemu dengan Iblis. Ia bertanya : “ Hai iblis. Siapa oang yang paling kamu sukai dan siapa orang yang paling kamu benci ?“. Iblis menjawab : “Yang paling aku sukai adalah orang Mukmin yang bakhil, sedangkan yang paling aku benci adalah orang Fasik yang dermawan“.
Ketika ditanya sebabnya, Iblis menjawab : “Karena orang bakhil telah memuaskanku dengan kebakhilannya.
Sedangkan orang Fasik yang dermawan, aku khawatir Allah memandang kedermawanannya lalu Dia menerimanya dan menolongnya
“.
posted by Nuga @ 8/12/2008 07:47:00 PM
 
SEDEKAH
Monday, 11 August 2008 | 1 Comments | Links to this post




Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi parapelakunya.

Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah “ ( Nabi Muhammad SAW ).
Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah
membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu`min bertawakkal
.(QS. 3 : 160)

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan serta melapangkan (rejeki) dan kepadaNyalah kamu dikembalikan (QS. 2:245)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Robbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya). Baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah meyukai orang-orang yang berbuat kebajikan(QS. 3:133-134)



Tidak akan pernah berkurang harta seseorang yang disedekahkan, kecuali ia malahan bertambah, bertambah dan bertambah (al Hadist) Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji.


''Sedekah merupakan jawaban semua permasalahan. Sedekah itu tak ada lawan. Tak ada persoalan apa pun yang tidak selesai, selama kita melibatkan Allah. Caranya, antara lain melalui sedekah.''
posted by Nuga @ 8/11/2008 03:48:00 PM
 
Buku Anugasmg.blogspot
Monday, 4 August 2008 | 2 Comments | Links to this post

Blog ini akhirnya sudah menjadi buku.
Baru di cetak uji coba
Tebal +/- 90 halaman
posted by Nuga @ 8/04/2008 01:24:00 PM
 
Keutamaan Bulan Sya’ban


“Wahai sahabat-sahabatku, tahukah kamu bulan apakah ini? Bulan ini adalah bulan Sya’ban,
Nabi saw bersabda:
Bulan Sya’ban adalah bulanku, berpuasalah kamu di bulan ini karena cinta kepada Nabimu dan mendekatkan diri kepada Tuhanmu’. Aku bersumpah, demi Zat yang diriku dalam kekuasaan-Nya, sungguh aku mendengar ayahku Al-Husein (sa) berkata: ‘Aku mendengar Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:

‘Barangsiapa yang berpuasa di bulan Sya’ban karena cinta kepada Rasulullah saw dan mendekatkan diri kepada Allah, Dia mendekatkannya pada kemuliaan-Nya pada hari kiamat dan mewajibkan baginya surga’.” (Mafatihul Jinan, bab 2, Sya’ban)


Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Jika malam nishfu Sya'ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala', lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar." (HR Ibnu Majah).


Malam Nishfu 15 Sya’ban 1429 = Sabtu malam 16 Agustus 2008


Mandi sunnah, manfaatnya agar dosa-dosa kita diringankan oleh Allah swt.
Menghidupkan malam ini dengan shalawat, doa dan istighfar.
posted by Nuga @ 8/04/2008 02:27:00 AM
 
Cinta Yang Sesungguhnya
Sunday, 3 August 2008 | 0 Comments | Links to this post
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur...?
Ketika kita menangis...?
Ini karena hal yang terindah di dunia tidak terlihat

Kita semua agak aneh...dan hidup sendiri juga agak aneh.
Dan ketika kita menemukan seseorang....
Yang keunikannya sejalan dengan kita...
Kita bergabung dengannya
Dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yang dinamakan " cinta "

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan...
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan..
Tapi ingatlah...melepaskan bukan akhir dari dunia..
Melainkan awal suatu kehidupan baru.

Kebahagian ada untuk mereka yang menangis..
Meraka yang tersakiti...
Mereka yang telah mencari...
Dan mereka yang telah mencoba..
Karena merekalah yang bisa menghargai...
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang agung ?
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya.
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu.. kamu masih menungguhnya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain,
dan kamu masih bisa tersenyum,
sembari berkata " aku turut berbahagia untukmu "

Apabila cinta tidak berhasil bebaskan dirimu...
Biarlah hatimu kembali melebarkan sayapnya
Dan terbang ke alam bebas lagi Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.....
Tapi ketika cinta itu mati..
kamu tidak perlu mati bersamanya.....
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh...

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupanmu..
Kamu belajar tentang dirimu sendiri...
Dan menyadari....
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada....
Hanya penghargaan abadi..
Atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat

Teman sejati mengerti ketika kamu berkata " aku lupa..."
Menunggu selamanya ketika kamu berkata' tunggu sebentar..
Tetap tinggal ketika kamu berkata ' tinggalkan aku sendiri...'
Membuka pintu mesti kamu belum mengetuk...
Dan berkata...' bolehkah aku masuk..?

Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakan...
Melainkan bagaimana kamu memaafkan...
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan...
Melainkan bagaimana kamu mengerti...
Bukanlah apa yang kamu lihat...
Melainkan apa yang kamu rasakan...
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan...
Melainkan bagaimana kamu bertahan..

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati..
Di bandingkan menangis tersedu-sedu..
Air mata yang keluar dapat di hapus...
Sementara air mata yang tersembunyi...
Mengoreskan luka yang tidak pernah hilang..

Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang..
Tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kau tetap menang...
Hanya karena kamu berbahagia...
Dapat mencintai seseorang ...
Lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri...

Akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang...
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Melainkan karena kita menyadari...
Bahwa orang itu akan lebih berbahagia, apabila kita melepaskannya

Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang
Jangan lepaskan dia..
Jangan percaya bahwa melepaskan..
Selalu berarti kamu benar-benar mencintai..
Melainkan berjuanglah demi cintamu... itulah cinta yang sejati...
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan..
Daripada berjalan bersama orang yang tersedia
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada memaksa dengan yang ada di sekelilingmu..

Lebih baik menunggu orang yang tepat..
Karena hidup ini terlampau singkat untuk di buang
Hanya dengan seseorang;
Kadangkala orang yang paling kamu cintai...
Adalah orang yang menyakiti hatimu...
Dan kadangkala, teman yang membawa kedalam pelukannya..
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari..
Cinta yang sesungguhnya

Tyas : Artikel ini adalah kiriman email dari temen saya (Lira Yulistina) yang sudah lama sekali.. kurang lebih tahun 2000 an...
posted by Nuga @ 8/03/2008 10:50:00 AM
 
Hakikat Cinta

Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik."
(Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)
Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.
Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.

Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.
Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.
posted by Nuga @ 8/03/2008 08:42:00 AM
 
Di Balik Shalawat Nabi SAW
Saturday, 2 August 2008 | 0 Comments | Links to this post
“Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia
memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk
nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.”
[H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan Hakim]

“Doa itu terhalangi, hingga orang yang berdoa itu bersholawat untuk nabi
sollallohu ‘alaihi wa sallam.” [H.R. Thabarani]

Ibnu ‘Atha berkata:
“Doa itu memiliki rukun-rukun, sayap-sayap, sebab-sebab dan
waktu-waktu. Bila bertepatan dengan rukun-rukunnya maka doa itu menjadi kuat,
bila sesuai dengan sayap-sayapnya maka ia akan terbang ke langit, bila sesuai
dengan waktu-waktunya maka ia akan beruntung dan bila bertepatan dengan
sebab-sebabnya maka ia akan berhasil.”

“Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bersholawat
untukku.”

Al-Qodhi Abu Bakar bin Bakir berkata:
“Allah subhaanhu wa ta’aala telah mewajibkan makhluk-Nya untuk bersholawat dan salam untuk nabi-Nya, dan tidak menjadikan itu dalam waktu tertentu saja. Jadi yang wajib adalah hendaklah seseorang memperbanyak sholawat dan salam untuk beliau dan tidak melalaikannya.”

Dalam Firman-Nya:
"Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya senantiasa bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang beriman bershalawatlah kepada Nabi dan mohonkan salam baginya." (QS. 33: 56)

Beberapa hadits di bawah ini sangat mendukung firman Allah Ta'ala tersebut :
Suatu hari Rasulullah SAW, datang dengan wajah tampak berseri-seri, dan bersabda:
"Malaikat Jibril datang kepadaku sambil berkata, "Sangat menyenangkan untuk engkau ketahui wahai Muhammad, bahwa untuk satu shalawat dari seseorang umatmu akan kuimbangi dengan sepuluh doa baginya." Dan sepuluh salam bagiku akan kubalas dengan sepuluh salam baginya." (HR.an-Nasa'i)

Sabda Rasulullah SAW: "Kalau orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya, untuk itu hendaknya dilakukan, meski sedikit atau banyak." (HR. Ibnu Majah dan Thabrani).

Sabda Nabi SAW, "Manusia yang paling utama bagiku adalah yang paling banyak shalawatnya." (HR. at-Tirmidzi)

Sabdanya, "Paling bakhilnya manusia, ketika ia mendengar namaku disebut, ia tidak mengucapkan shalawat bagiku." (HR. at-Tirmidzi).

"Perbanyaklah shalawat bagiku di hari Jum'at" (HR. Abu Dawud).

Sabdanya, "Sesungguhnya di bumi ada malaikat yang berkeliling dengan tujuan menyampaikan shalawat umatku kepadaku." (HR. an-Nasa'i)

Tentu, tidak sederhana, menyelami keagungan Shalawat Nabi. Karena setiap kata dan huruf dalam shalawat yang kita ucapkan mengandung atmosfir ruhani yang sangat dahsyat. Kedahsyatan itu, tentu, karena posisi Nabi Muhammad SAW, sebagai hamba Allah, Nabiyullah, Rasulullah, Kekasih Allah dan Cahaya Allah. Dan semesta raya ini diciptakan dari Nur Muhammad, sehingga setiap detak huruf dalam Shalawat pasti mengandung elemen metafisik yang luar biasa.

Nabi Muhammad SAW adalah sentral semesta fisik dan metafisik, karena itu seluruh elemen lahir dan batin makhluk ini merupakan refleksi dari cahayanya yang agung.

Shalawat Nabi mengandung syafa'at dunia dan akhirat.

"Sesungguhnya Rahmat-Ku, mengalahkan Amarah-Ku."
Siksaan Allah tidak akan turun pada ahli Shalawat Nabi, karena kandungan kebajikannya yang begitu par-exellent.

Oleh sebab itu, Shalawat adalah cermin Nabi Muhammad SAW yang memantul melalui jutaan bahkan milyaran hamba-hamba Allah bahkan bilyunan para malaikat-Nya.

Keutamaan Shawalat Nabi SAW
posted by Nuga @ 8/02/2008 06:42:00 PM
 
S h a l a w a t


Bismillahirrahmanirrahiim


"Shalawat" merupakan lafadh jama' dari kata "Shalat"Shalawat merupakan bahasa (Lughat) Arab, yang artinya : "Do'a, Rahmat dari Tuhan, Memberi berkah, dan Ibadah".

Kalau Shalawat itu dilaksanakan oleh hamba kepada Allah, maka maksudnya bahwa hamba itu "menunaikan ibadah" atau "berdo'a memohon kepadaNya.Tetapi kalau Allah bershalawat atas hambaNya, maka shalawat dalam hal ini artinya bahwa Allah mencurahkan rahmatNya - Allah melimpahkan berkahNya.

Bershalawat atas Nabi saw. ialah mengakui kerasulannya serta memohon kepada Allah melahirkan keutamaan dan kemuliannya.

Sehingga bershalawat berarti:
"Shalawat dari Allah berarti memberi rahmat" -
"Shalawat dari Malaikat berarti memintakan ampunan" -
"Shalawat dari orang Mukmin berarti berdo'a supaya diberi rahmat"
(Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad saw. - Allahumma shalli 'alaa Muhammad)

(M Ali Chasan Umar - Kumpulan Shalawat Nabi).


Dalam Al Qur'an Allah swt. berfirman:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (Al Qur'an S. Al-Ahzab ayat 56)


Nabi Muhammad saw. bersabda:
"Bershalawatlah kamu kepadaku, karena shalawat itu menjadi zakat penghening jiwa pembersih dosa bagimu". (Diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih).

Dari Abu Hurairah ra. diberitakan Nabi Muhammad saw. bersabda:
"Janganlah kamu menjadikan rumah-rumahmu sebagai kubur dan menjadikan kuburku sebagai persidangan hari raya. Bershalawatlah kepadaku, karena shalawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada". (HR. An-Nasai, Abu Dawud dan Ahmad serta dishahihkan oleh An-Nawawi).

Shalawat Ulul 'Azmi
"Allahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhamaddin wasayyidinaa Aadama wasayyidinaa Nuuhin wasayyidinaa Ibraahiima wasayyidinaa Muusaa wasayyidinaa 'Iisaa wamaa bainahum minan nabiyyina wal mursaliina shalawaatullaahi wasalaamuhu 'alaihim ajma'iin".

Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw., kepada junjungan kami Nabi Adam as., kepada junjungan kami Nabi Nuh as., Nabi Ibrahim as., Nabi Musa as. dan Nabi Isa as. serta kepada orang yang diantara mereka, dari para Nabi dan semua Rasul. Semoga seluruh rahmat Allah dan salamNya melimpah kepada mereka semuanya".


Shalawat - Shalawat yang lain:

Shalawat Badriyah

Shalaatullaah Salaamullaah - 'Alaa Thaaha Rasuulillaah,
Shalaatullaah Salaamullaah - 'Alaa Yaasiin Habiibillaah,
Tawassalnaa Bibismillaah - Wabil Haadi Rasuulillaah,
Wakulli Mujaahidinlillah - Biahlil Badri Yaa Allah.
Shalaatullaah Salaamullaah - - - - -Ilaahi Sallimil Ummah -
Minal Aafaati Wanniqmah,Wamin Hammin Wamin Ghummah -
Biahlil Badri Yaa Allah.


Artinya:
Rahmat dan keselamatan Allah,Semoga tetap untuk Nabi Thaaha utusan Allah,
Rahmat dan keselamatan Allah,Semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.
Kami berwasilah dengan berkah "Basmallah",
Dan dengan Nabi yang menunjukkan , lagi utusan Allah,
Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah,
Sebab berkah sahabat ahli badar yaa Allah.
Wahai Tuhanku, semoga Engkau berkenan menyelamatkan ummat,
Dari bencana dan siksa,Dan dari susah dan kesempitan,
Sebab berkah sahabat ahli badar yaa Allah.

Shalawat Kubraa

Alfu Alfi Shalaatin wa Alfu Alfi Salaamin 'Alaika yaa sayyidal Mursalin
--"-- yaa sayyidan nabiyyiin
--"-- yaa sayyidas shiddiqiin
--"-- yaa sayyidar raaki'iin
--"-- yaa sayyidal qaa'idiin
--"-- yaa sayyidas saajidin
--"-- yaa sayyidadz Dzaakiriin


Artinya:

Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untukmu wahai penghulu para utusan
--"-- --"-- Nabi
--"-- --"-- shadiqin
--"-- --"-- orang-orang yang ruku
'--"-- --"-- orang-orang yang duduk
--"-- --"-- orang-orang yang sujud
--"-- --"-- orang-orang yang dzikir


posted by Nuga @ 8/02/2008 06:18:00 PM
 
Sueeedeepp.....Uweeenakk
Thursday, 31 July 2008 | 0 Comments | Links to this post
Cap Cay Kuah - Bakmi Suroboyo Jl. Gajah Raya (cap cay disini lebih enak dari Sampangan, tapi bakmi gorengnya enak sana)
Bakmi Suroboyo – Jl. Gajah Raya (penyajiannya lebih manis dan ayam lebih banyak)
Sate Ayam madura – Puri Anjasmoro (Gapura PRPP) Porsi cukup….satu lidi isi 3 slice
Ayam Goreng Penyet di Jl. MT Haryono menggunakan bambu.
Chicken Cordoun Bleu – Jl. Kariadi Yummmy….tempatnya cukup nyaman dan tenang, harga Rp. 11.000
Cap Cay – Bakmi Suroboyo Sampangan
Cap Cay Goreng (made in sendiri)

rasa lebih manis (kek orangnya….sumpe loo) ada aroma sedikit gosong
Cap Cay Kuah (made in sendiri)

karena ke-asinan terpaksa dibuat ‘goreng’ dg cara meniriskan kuahnya yg kasinen
Bebek Goreng penyet Jl. Kedung Mundu – Mbak Bakulnya ramah

Gudeg Gang Baru

posted by Nuga @ 7/31/2008 09:27:00 AM
 
23 Juli 2008
Thursday, 24 July 2008 | 0 Comments | Links to this post
Semilir angin berhembus
Melayangkan untain kata, terbang terangkai
Tiupan sepoi menarikan rambut terurai
Sepasang mata termenung sekilas balik

Pandanganku terlepas jauh ke hamparan
Menyambut sinar, perlahan redup tenggelam
Hanyalah senyuman jiwa mengikis kehampaan
Bagai lilin redup, memukau sinar terpadam

Perlahan kurasakan si jarum berdetak dan berputar.
Aku masih di sini, dalam sebuah penantian
Mataku masih terbuka dan semakin dibelalakan untuk memandang.
Telingaku masih tajam dan semakin diberdayakan untuk mendengar.

Aku ingin mengingatmu sekali lagi

Sebelum terpejam mata lelah ku ini
Karena diatas pembaringan ini

Ku tarik nafas panjang untuk coba meredam
Secarik rindu yang ingin kusampaikan

Lewat sebaris mimpi
Satu-dua syair menemani
Dalam bait-bait yang kurangkai
Mungkin kau tak kan mendengarnya
Namun dapatkah kau rasakan jua?

Maafkan aku, bila mengusik tidurmu
Kuingin letakkan setangkai cinta
Tepat diatas hatimu


(Tyas)
posted by Nuga @ 7/24/2008 12:57:00 PM
 
Cinta & Pasir di Telapak Tangan
Monday, 21 July 2008 | 0 Comments | Links to this post

Cinta adalah bagaikan pasir di telapak tangan.
Semakin erat digenggam, akan semakin banyak tumpah
hingga akhirnya habis.
Menjaga cinta yang terbaik
adalah membuka telapak tangan supaya pasir tetap utuh.
Membebaskan tetapi tidak menumpahkan.
Cinta tidak mau dikekang,
Karena.....
Cinta hanya membutuhkan tempat untuk menampungnya
posted by Nuga @ 7/21/2008 05:05:00 PM
 
English In Djogja

Suatu hari ada bule kehilangan sepeda motornya yg baru saja di parkir di depan toko di sekitar jalan Malioboro Yogya.

Lalu dia bertanya ke seseorang yg saat itu kebetulan berada di tempat parkir, namanya Paijo, apakah dia ngeliat orang yg ngambil sepeda motornya.
Paijo bilang,"Yes, he use to table square-square. Worth he fast-fast go without any wet expire."
Maksudnya: "Iya, dia memakai kemeja kotak-kotak. Pantes dia cepat-cepat pergi tanpa basa basi".

Lalu dengan sok berwibawa Paijo menasehati, "Sir, different river, if park bicycle motor liver-liver yes ?"
Maksudnya: "Tuan, lain kali kalo parkir sepeda motor hati-hati ya ?"
Tapi bule itu diam saja karena karena nggak tau mau menjawab apa,
sehingga Paijo jadi ngedumel: "Basic bule!"
Maksudnya: Dasar bule!
Karena ngga tau harus ngomong apa lagi, si bule tersebut ngeloyor pergi dan dengan pe-de nya Paijo bilang, "Breasttttt!" sambil melambaikan tangannya.
Maksudnya: Dadaaaaa
posted by Nuga @ 7/21/2008 08:46:00 AM
 
Orang Paling Cerdas
Wednesday, 16 July 2008 | 0 Comments | Links to this post

Siapakah orang yang paling cerdas itu yaa Rasul?
Orang yang paling cerdas yaitu orang yang paling banyak mengingat mati, dan yang paling siap untuk mati.

Dengan mengingat kematian, maka orang akan senantiasa mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya. Berbuat baik, beramal sholeh dan beribadah dengan amat sempurna.

Karena dia sadar bahwa segala tujuan kehidupan ini adalah bermuara di Akhirat. Dan karena pada dasarnya kita semua hanyalah sekumpulan manusia yang antri di pintu kematian, untuk menyongsong kehidupan selanjutnya.


Janganlah takut mati dalam Khusnul Khatimah,
Tapi...takutlah hidup dalam kesesatan......

Dunia ini tidak lain hanyalah, sendau gurau.
Dunia seisinya ini tidak lebih berarti dari seonggok bangkai yang busuk.


Sedangkan sebaliknya, yang paling celaka, adalah mereka yang lalai.
Yang merasa segalanya tercukupi, selalu tertawa riang gembira.
Tanpa menyadari bahwa…kematian begitu acaknya.
Tanpa bisa ditunda, tanpa bisa dipercepat.
dan…tanpa bisa diduga-duga….
posted by Nuga @ 7/16/2008 11:58:00 AM
 
Doa dan Bungkusan Yang Ruwet (by Bahtiar HS)
Tuesday, 8 July 2008 | 0 Comments | Links to this post
Doa
Malam Jumat di Masjid Rungkut Jaya. Suatu kali. Beberapa ayat telah dikupas dari berbagai tafsir: Jalalain, Al-Mishbah, Al-Azhar, Adz-Dzikra, Fii Dzilalil Quran, dan beberapa tafsir berbahasa Jawa dan Inggris.

Saya pernah berdoa yang tak biasa, Pak, kata Bu Kus membuka sesi pertanyaan. Apa itu, Bu Kus? tanya Pak Suherman Rosyidi, Sang Ustadz.

Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya istri yang selalu terlihat cantik di mata suami. Doa yang bagus, dong, sergah Pak Ustadz, lalu apa yang terjadi?

Ya, memang bagus, Pak Herman. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya. Banyak. Beberapa hari kemudian malah memenuhi seluruh wajah. Saya jadi kebingungan. Akhirnya mau tidak mau saya harus menjalani perawatan kecantikan wajah ke sebuah salon kecantikan, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya harus datang ke tempat itu untuk membersihkan jerawat di muka saya. Berkali-kali. Berhari-hari. Hasilnya tentu saja mengejutkan saya. Wajah saya menjadi lebih bersih dari semula. Lebih cantik.

Bungkusan yang Ruwet
Apakah Tuhan memberikan apa yang engkau harap dengan mengantarkannya dalam bungkusan yang indah?
Neno Warisman pernah bertanya demikian pada sebuah acara di televisi, mengutip pernyataan seorang pakar yang aku lupa namanya.

Tidak! lanjut Neno. Tuhan tidak mengantarkan apa yang engkau minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan Ia mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan kelihatannya sukar untuk dibuka. Pertanyaannya adalah: mengapa?

Itu tidak lain karena Ia ingin melihat bagaimana engkau membuka bungkusan itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah lapis demi lapis, sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan engkau mendapatkan sesuatu yang engkau harapkan ada di dalamnya.
Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba-Nya pinta?
Kuncinya kalau begitu adalah: jangan pernah berhenti memuja. Jangan pernah berhenti berharap.
Allah tidak tidur. Allah maha mengetahui. Allah maha mendengar.
Dia maharahman dan rahim.
Sungguh tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu berprasangka baik pada setiap pemberian-Nya. Entah nikmat, entah musibah. Karena musibah pun mungkin hanyalah bungkus belaka; yang selayaknya kita yakini bahwa itu semua hanya karena Ia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta.
posted by Nuga @ 7/08/2008 07:11:00 PM
 
7 Indikator Kebahagiaan Dunia
Thursday, 3 July 2008 | 0 Comments | Links to this post
(Nuga : terima kasih buat sohibku Win, mohon ijin untuk kumuat di blog ini. Semoga Manfaat)

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbastelah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.

Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita".
Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi.
Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur !

Kedua. Al azwaju shalihah,
yaitu pasangan hidup yang sholeh. Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan.
Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh.
Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.
Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar,
yaitu anak yang soleh.Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet.
Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu :
" Kenapa pundakmu itu ? " Jawab anak muda itu :
" Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia.
Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya " .
Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ? "
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu".
Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah,
yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita.

Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya.
Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyin ari orang-orang yang ada disekitarnya.Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal,
atau harta yang halal.Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan.
" Kamu berdoa sudah bagus ", kata Nabi SAW,
" Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara ha ram , bagaimana doanya dikabulkan ".
Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah.
Harta yang halal juga akan menjauhkan setan d ari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.
Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fidien,
atau semangat untuk memahami agama.Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya,
hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.
Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah.
Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome).
Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya.
Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya.
Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih.
Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah.
Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ?
Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu' mungkin membaca doa, yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW.
Dimana baris pertama doa tersebut
" Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw "
(yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "),
mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu :
" wa fil aakhirati hasanaw "
(yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah.
Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil d ari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga.
Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.Kata Rasulullah, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga".
Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup".
Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab :
" Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata ".Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah.

Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin)

Wassalam
posted by Nuga @ 7/03/2008 07:26:00 PM
 
Kotbah Jumat - (Minggu ke 2)
Monday, 30 June 2008 | 2 Comments | Links to this post

Kothib waktu itu masih muda dan tampan, wajahnya kuning langsat bersih. dia mengenakan baju putih sederhana berlengan panjang. Bahasa Arabnya fasih sekali. Pertama kali dimulai beliau membuka dengan bacaan puji-pujian lalu ayat-ayat ajakan ketakwaan, lalu entah surah-surah apa, lama dan panjaaaaaaang sekali.



Kukira ini kotbah berbahasa Arab, sampai-sampai aku menanti-nanti kapan dia mulai berbahasa Indonesia. Bagi yang baru mengikuti kutbahnya pasti akan terperangah, kagum akan bahasa Arabnya, lalu ….menanti-nanti bahasa yang dimengertinya.

“Hadirin yang dimuliakan Allah”. Oh…ini dia. Ada Indonesianya ternyata.

Negeri kita ini ibarat sebuah bahtera (kapal) di samudra yang luas. Dan kita rakyat Indonesia adalah sebagai penumpangnya. Semua sama-sama mengendarai dan berlayar dalam bahtera ini. Andaikata dalam mengarungi samudra ini, ada seseorang yang melakukan suatu kebodohan. Yaitu melobangi dasar kapal. Apabila tak seorangpun yang mencegah, apa yang akan terjadi? Niscaya bahtera akan tenggelam, dan semua penumpangnya akan musnah. Walaupun yang lain tak tahu apa-apa dan tidak berdosa apa-apa.

Maka dari itu hadirin yang dimuliakan Allah
Kita tidak boleh berdiam diri demi melihat kemunkaran atau kekeliruan. Kita harus meluruskan semampu kita. Mulailah dari lingkungan di dekat kita, keluarga kita, teman-teman kita dan saudara-saudara kita dll.
Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Ahzr. Bahwa kita harus saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran
.

Hmm…begitu rupanya maksud kotbah ini. Memang disaat ini sangat dibutuhkan orang-orang yang berani bertindak. Do something demi melihat hal-hal yang tercela. Betapa indahnya jika kita saling mengingatkan dengan baik dan sopan santun ketika melihat sesiapa melakukan kekeliruan sekecil apapun. Dengan menyadari bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan peringatan, dan selanjutnya adalah….terserah anda.

Pernah kubaca sebuah hadist, disebutkan kalau kita melihat orang yang sedang bertikai, maka kita dianjurkan untuk memisah atau meneriakkan kalimat peringatan “Takutlah kepada Alloh…takutlah kepada Alloh….”.
Ini sama halnya yang dilakukan Fahri dalam AAC, waktu bertikai di Trem. “shalli ‘alan nabi…shalli ‘alan nabi..”. (Shalawat untuk nabi). Lalu hadirin serta merta menengadahkan tangan bersholawat untuk Rasul.

Tapi hadirin-hadirat…..apakah kita sanggup? Haa???!!
Itu tidak mudah …wahai saudaraku. Apakah kalau kita lihat orang yang bertikai (padudon). Lalu serta merta kita meneriakkan………”Takutlah kepada Alloh……takutlah kepada Alloh….Takutlah adzabnya yang pediihh…”.
Bukannya mereka sadar, malah kita disangka orang gila. Selain diguyu pithik, kucing pun akan terkekeh-kekeh melihat kita.

Lalu…apa yang bisa kita perbuat? Yah…andai kita benar-benar sangat lemah….doakan saja. Sedangkah Alloh lebih menyukai umatnya yang kuat daripada umat yang lemah, meskipun diantara keduanya terdapat kebaikan.

Wassalam.
posted by Nuga @ 6/30/2008 07:51:00 PM
 
Karena Dia Manusia Biasa
Sunday, 22 June 2008 | 2 Comments | Links to this post
(Nuga: sebuah artikel entah didapat dari mana, cukup indah untuk direnungkan bagi mereka yang ingin menggapai ridho Allah, melalui suatu hubungan perkawinan. Thanx to Tyas for this article)

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir manusiawi lah). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah.

Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.

“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya, perlahan dia membuka laci meja riasnya. Menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima Amplop putih panjang. Saya memandangnya tak mengerti.
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas. Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu :

Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya
Di tempat

Assalamu’alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.
Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu’alaikum Wr Wb


Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

“Kenapa kamu memilih dia?”
“Karena dia manusia biasa.”
Dia menjawab mantap.
Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.” “Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan?

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah.

Lalu, bagaimana dengan cinta?, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

by Tyas
posted by Nuga @ 6/22/2008 09:06:00 AM
 
Bumi dan Kubur Memanggil
Thursday, 19 June 2008 | 1 Comments | Links to this post

Anas bin Malik ra berkata : Bahwa bumi setiap hari memanggil dengan 10 kalimat, yaitu :
1. Wahai anak Adam, engkau berjalan di atas punggungku dan engkau akan kembali ke dalam perutku.
2. Engkau bermaksiat di atas punggungku, maka engkau akan disiksa dalam perutku.
3. Engkau tertawa di atas punggungku, maka engkau akan menangis dalam perutku.
4. Engkau makan barang haram di atas punggungku, maka engkau akan dimakan ulat dalam perutku.
5. Engkau bergembira di atas punggungku, maka engkau akan bersedih dalam perutku.
6. Engkau mengumpulkan barang haram di atas punggungku, maka engkau akan hancur dalam perutku.
7. Engkau berlaku sombong di atas punggungku, maka engkau akan terhina dalam perutku.
8. Engkau berjalan dengan senang di atas punggungku, maka engkau akan jatuh susah dalam perutku.
9. Engkau berjalan di atas cahaya di atas punggungku, maka engkau akan duduk dalam gelapnya perutku.
10. Engkau berjalan dengan orang banyak di atas punggungku, maka engkau akan duduk sendirian dalam perutku.

Bahwa kubur itu setiap hari memanggil dengan 3 kali seruan :
1. Aku ini adalah rumahnya orang sendirian, rumah duka cita, rumah kala jengking dan rumah ular.
2. Aku adalah rumah kegelapan.
3. Aku adalah rumah ulat dan apa persiapanmu sebelum memasuki aku ?


Bahwa kubur itu setiap hari memanggil dengan 5 kali panggilan :
1. Aku adalah rumah orang sendirian, maka carilah teman yang setia untukmu dengan banyak membaca Al-Qur’an.
2. Aku adalah rumah kegelapan, maka terangilah aku dengan shalat malam.
3. Aku adalah rumah debu, maka bawalah tikar dengan banyak beramal shalih.
4. Aku adalah rumah ular besar, maka bawalah penawarnya dengan membaca : Bismillahirrohmanirrohim. Yang disertai mengalirnya air mata (karena rasa takutnya kepada Allah).
5. Aku adalah rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka perbanyaklah di atas punggungku dengan membaca : Laa ilaha ilallah, Muhammadar rasulullah. Supaya dirimu bisa menjawabnya.

posted by Nuga @ 6/19/2008 10:30:00 AM
 
Kado Terindah
Friday, 13 June 2008 | 0 Comments | Links to this post



Seiring bergulirnya sang waktu
Tanpa peduli jarak dan waktu
Kau bimbing aku untuk menggapai semua mimpiku
Tuk selalu bersamamu

Keikhlasanmu meluluhkan hati dan jiwaku
Hingga tak mampu sedetikpun aku melupakanmu
Kebahagianku adalah saat kau menerimaku apa adanya
Ketulusan hatimu membuatku takut kehilangan

Ya Allah Engkau yang Maha Mengetahui
Tetapkanlah hati ini
Untuk selalu dijalan-Mu
Aku ingin cinta ini datang karena-Mu

Terima kasih atas semua waktu tenaga dan pikiran
Yang telah kau curahkan hanya untukku
Semua itu lebih dari apa yang aku harapkan
Kuingin itu tak hanya kebahagiaan yang sesaat

Sayang…. terima kasih
Ini adalah kado di ulang tahunku
Kado terindah dalam hidupku
Aku selalu berdoa untuk hubungan ini
I love U......

by Tyas
posted by Nuga @ 6/13/2008 10:41:00 PM
 
MUSHOLA "BABAT ALAS" As-Shidiq
Tuesday, 3 June 2008 | 0 Comments | Links to this post

Kisah ini kutulis pada th. 2005

Seorang mantan rewang (pembantu) di keluarga kami sebut saja Mustofa asal dari desa G. Seorang pemuda yang fasih baca dan tulis Al-Quran, ringan tangan, sholeh dan taat dalam agama. Dia menikah dengan seorang gadis yang juga mantan rewang di keluarga kami asal dari desa B. Sebagaimana asal usul keluarga kami sebagian besar juga dari sana.
Seperti diketahui di desa tersebut masih menganut adat yang bertentangan dengan ajaran Agama Islam. Masyarakat masih menganut kepercayaan gugon tuhon. Yaitu kepercayaan yang di luar nalar dan logika kita. Desa mawa cara negara mawa tata, begitulah adanya.

Contohnya dalam setiap acara baik itu manten, kelahiran, kematian dan apapun, tidak pernah tidak selalu diisi dengan acara melek-melek dimana KEPLEK menjadi acara utamanya.
Alkisah, saat acara kematian, setelah modin mendoakan dan hadirin mengamini, hingga selesai maka mereka tata-tata, tikar digelar kartu disiapkan. Tuan rumah tentu saja akan menyiapkan segala sajian kopi, teh, kacang, jajan pasar, dll.

Tentu saja mereka juga butuh penghangat badan, seperti minuman keras, dengan “surungan” kacang. Ini sebuah logika yang keliru, kenapa air disurung dengan kacang, Bukankah kalau kita 'kesereten' (susah menelan makanan) kita harus minum ? sungguh dunia ini sudah terbalik rupanya.

Disamping jenazah yang seharusnya butuh doa bacaan ayat-ayat suci, Yasin, tahlil dll. Tapi yang dia dapat adalah keriuhan, obrolan, dan kadang umpatan para gambler ini. Setahu saya mereka enggan jika ada perhelatan tidak disertai melek-melek seperti itu.

Contoh lain suatu malam ada seorang yang sakit panas yang menurut mereka terkena gangguan roh. Maka orang yang mengobati memerintahkan beberapa pemuda untuk ke kuburan guna mengambil lumut yang tumbuh menempel di pathok/nisan salah satu makam. Sebagai campuran ramuan obat yang hendak diminumkan kepada si sakit. Itulah beberapa contoh, sebagian dari banyak hal yang diluar logika.

Mustofa setelah menikah tinggal di tempat istrinya. Demi melihat keadaan desa ini, tergerak hatinya untuk berusaha menanamkan ajaran-ajaran Islami kepada siapapun yang mau. Tentu tidak dengan mudah mengajak orang-orang agar mau meninggalkan hal-hal yang bertentangan tersebut.
Karena dia sendiri juga bukan golongan orang yang berada, yang semua bisa dia beli dengan uang. Hanya dengan ketulusan hati dan niat baik, sedikit-demi sedikit berusaha mengikisnya. Prinsipnya orang-orang tua boleh tidak bisa dipegang, tapi paling tidak anak-anaknya harus bisa diarahkan. Generasi mendatang, anak-anak dan pemudanya tidak boleh ikut hanyut dengan kebiasaan yang keliru.

Dimulai dari mencari teman yang sepaham, mengajak anaknya untuk diajari Baca tulis Al-Quran. satu dua orang. Lalu sedikit-demi sedikit mengumpulkan uang dan menghimpun dana guna membeli pengeras suara. Triknya, beberapa orang anak bergantian membaca surat-surat dalam Al-Quran dengan pengeras suara agar terdengar sampai jauh dan menarik perhatian anak-anak lain. Lambat laun usahanya membuahkan hasil, walaupun tidak banyak beberapa anak mulai bergabung.

Dalam rapat-rapat desa juga mulai diusulkan pembuatan Mushola sekaligus sebagai TPA nantinya. Setelah disepakati mulai dicari donatur. Alhamdulillah dana mulai terkumpul sedikit-demi sedikit. Bahkan seorang yang tergerak hatinya rela menghibahkan tanahnya untuk didirikan Mushola tersebut.

Dari kabarnya sekarang sudah dikeramik dengan tenaga sukarela penduduk sekitar yang mengerjakannya selepas bekerja. Tetangga desa juga sudah mulai melirik guna mengajarkan anak-anaknya. Hingga kini semua masih dalam taraf menarik perhatian masyarakat, dengan tanpa menarik biaya alias gratis.

Alkisah sebelumnya digunakan jerami sebagai lantai dan ditutupi tikar. Sehingga jika waktu sujud dalam sholat sering terdengar 'kretek-kretek-kretek' suara serangga makan jerami.

Meskipun masih kecil yang dia hasilkan tapi dia merasa bersyukur dan lega karena yang dia cita-citakan minimal sudah terwujud. Kisah ini diceritakan sendiri oleh yang bersangkutan, tergugah hati saya demi melihat hal ini. Kami yang notabene keturunan dari tempat itu tidak sanggup berbuat apa-apa. Sehingga orang lain yang datang dengan ketulusan dan kegigihan rela meninggalkan pekerjaan dan menomorsekiankan keluarganya. rela melakukan babat alas demi perbaikan di tanah leluhur kami.

Semoga kehidupannya menjadi lebih baik dan semoga Allah memuliakan, melimpahkan berkah dan rahmat kepadanya. Amin.
posted by Nuga @ 6/03/2008 07:42:00 PM
 
"Nur Syifa"
Saturday, 31 May 2008 | 0 Comments | Links to this post
“Alloohumma robban naasi adzhibil baasa isyfi antasy syaafii laa sifaa’a illaa syifaa’uka syifaa’an laa yoghoodiru saqomaa”

Malam ini kugaungkan pada-Mu Yaa Rab, Demi AsmaMu yang Agung, maka "Terjadilah" kata-Mu Yaa Allah.
posted by Nuga @ 5/31/2008 11:26:00 PM
 
Selamanya Cinta (Yana Julio)
Tuesday, 27 May 2008 | 0 Comments | Links to this post
Dikala hati resah
Seribu ragu datang memaksaku
Rindu semakin menyerang
Kalaulah aku dapat membaca fikiranmu
Dengan sayap pengharapan
Ku ingin terbang jauh

Bila awanpun gelisah
Daun-daun jatuh berguguran
Namun cintamu, kasih
Terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menyinari jiwaku

Andaikan ku dapat
Mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya.. selamanya..

Rasa cinta yang tulus
Dari dasar lubuk hatiku...(Tuhan anugerah kasihMu)
Jalinkanlah cinta (Kau ciptakan dia)
Bersamanya selamanya...





Makin hari hubungan ini semakin dekat...seperti mengalirnya air….dan tak bisa kubendung rasa itu … Aku telah jatuh cinta padanya...rasa bahagia … rasa memiliki dan takut kehilangan dia.. kini aku telah dapatkan hatinya...aku berdo’a kepada Allah SWT.. agar di sisa hidupku ini aku bisa memiliki dan mencintai dia selamanya..
Cinta dan kebahagiaan memang tidak selamanya abadi.. karena tidak ada yang kekal di dunia
ini kecuali Dia (Allah SWT) tapi aku akan berusaha untuk SELAMANYA CINTA........
by Tyas…
posted by Nuga @ 5/27/2008 09:01:00 AM
 
Jelajah Malam Part Two (Waaouuwww...)
Thursday, 1 May 2008 | 0 Comments | Links to this post
Dilarang membaca kisah ini bagi yang belum genap 17 tahun, juga bagi pengidap penyakit jantung segeralah berobat. TIDAK ADA GHOST2AN dalam cerita ini. Jadi aman bagi anda yang gampang jantungan. Secara pribadi. Insya Allah tidak ada hal-hal klenik dalam diriku. Hasbunallah wanikmal wakil.

Jam menunjukkan pukul 23.00 WIB. Sudah kubayangkan betapa tempat pertama itu amat mengerikan. Apalagi ini adalah malam hari. Sebuah ketololan yang luar biasa bagiku yang termasuk tipe ‘jirih’ hendak melakukan hal ini. Bayanganku nanti adalah seperti makam yang pernah kulihat dan kuanggap cukup seram. Yaitu sebuah makam di dusun kecil yang sederhana, ditumbuhi pohon kemboja dan Randu Alas yang tinggi menjulang dengan akar luas membentang, menaungi pemakaman. Sehingga di siang hari pun akan tampak gelap dan singup. Sekelilingnya adalah pagar tembok menghijau kehitaman yang sudah ditumbuhi lumut. Menambah seramnya tempat itu. Itu yang ada dipikiranku.

Kira-kira setengah jam setelahnya, kami sudah memasuki dusun itu. Benar saja, dari jauh makam itu sudah terlihat, terletak di antara persawahan, sedangkan sisi lainnya adalah rumah-rumah penduduk. Memasuki areal pemakaman, pertama dilakukan adalah mencari Juru kunci yang katanya rumahnya ada didekatnya. Setelah tanya sana sini, ternyata Bapak juru kunci itu sedang duduk-duduk di pekuburan sambil kedal-kedul merokok. Tampaknya sedang menikmati malam yang cukup cerah, diantara bayangan cungkup-cungkup nisan yang berjajar. Barangkali ini adalah hal yang sangat nikmat baginya.

Aku sedikit lega, makam ini tidak seperti yang kubayangkan. Dibangun sebagaimana tempat-tempat peziarahan pada umumnya. Makam sang tokoh berada dalam rumah berbentuk joglo dan diterangi lampu neon yang cukup terang. Setelah duduk-duduk sebentar dan mengutarakan maksud, Bapak JK (Juru Kunci) membuka pintu dan masuk ke cungkup utama. Tak berapa lama, kami dipersilahkan masuk. Di dalamnya cukup gelap, hanya diterangi oleh satu-satunya lampu minyak (senthir) yang ada diantara dupa dan kekembangan. Makam itu diberi semacam kelambu kain putih. Kupertajam penglihatanku menatap dibalik kelambu, kedua pathok-nya yang berukuran tinggi juga dibalut kain mori putih. Yang mana nantinya banyak peziarah biasanya mengoles2inya dengan semacam minyak misik sampai rata. Aku baru tau hal ini.

Aku duduk dipojok, masih di dalam kamar makam sang tokoh. Gelap sekali, sekelilingnya. Kusandarkan punggungku ke dinding kamar. Karena sedikit ngeri, aku pindah agak ke tengah diantara orang2 itu. Setelah doa-doa, oleh Mas Suto (Ketua Perguruan) masing-masing “dileleti” minyak semacam misik di jidat diantara kedua mata. Sudah bisa ditebak, dimaksudkan supaya bisa melihat hal-hal ghaib.

Aroma minyak menyengat masuk ke hidung. Menambah seram keadaan. Setelah melakukan ini itu, yang aku sendiri tidak mudheng. Karena memang hanya ingin tau tempat2 yang masih asing (belum pernah). Lalu waktu doa-doa lagi, aku mengangkat kedua tangan dan menengadahkan kepala, memohon kepada Allah SWT. Yaa Allah…….dst..dst. Udara malam yang dingin, ternyata tak sanggup menembus dinding tembok makam sehingga di dalam terasa panas, sampai aku merasa kegerahan plus kesemutan karena terlalu lama duduk bersila.

Singkat cerita ….di Lokasi kedua. Masih satu kompleks dengan makam keramat. Kami menuju sebuah tempat yang berjalan menurun, sekelilingnya tampak sepi. Mulailah mas ketua memberi isyarat untuk memulai ‘ritual’ itu. Mereka mulai berpencar dengan jarak renggang-renggang. Aku sendiri berbalik menuju tembok dekat pintu masuk tadi, duduk menunggu. Kupandangi mereka di kejauhan, hanya gelap belaka. Yang tampak hanya kepala2 mereka yang bagaikan bola-bola hitam diterangi cahaya langit.

Seperempat jam kemudian, aku dikejutkan oleh kehadiran sesosok tinggi besar. Rabaanku di kegelapan, dia adalah sosok laki-laki. Perutnya tampak membuncit. Makhluk itu berlalu disamping kananku, lalu ke arah orang2 yang bersemedi, tapi berjalan jauh memutar. Selang beberapa detik, lewat lagi bayangan hitam berupa sosok wanita dari arah yang sama. Dalam perasaan yang tak karuan. Perlahan-lahan jaketku kukerudungkan di kepalaku, supaya sedikit menutupi mukaku.

Sementara teman-temanku sudah larut dalam samadinya madhep wetan jauh di depan sana. Tepat di depanku sesosok wanita berambut panjang itu berhenti berjalan. Hanya berjarak 5 meter dari tempatku berdiri. Sosok itu begitu jelas, walaupun hanya tampak hitam kelabu akibat gelap. Dia tampak membelakangiku, rambutnya panjang terurai sampai punggung. Aku hanya sanggup melirik dengan ujung mataku, kuperhatikan gerak-geriknya. Sosok itu seperti berjongkok, entah apa yang diperbuat, kemudian dengan gerakan halus sekali tubuhnya masuk ke air kolam di depannya. Bergerak ke tengah, lalu entah kemana. Aku sudah enggan melihatnya lagi.

Baru kusadari bahwa semua makhluk yang berada di tempat ini, telanjang bulat. Meskipun sering iseng jeprat-jepret, kali ini aku tidak ingin coba-coba mengeluarkan ponselku untuk sekedar mengambil gambar. Barangkali mereka bisa berang karena ulahku. Jadi ambil posisi aman saja, pura-pura tidak melihat :D

Ternyata tidak hanya dua sosok itu yang hadir disitu. Tapi ada lagi sosok hitam lebih pendek, dan ada pula kemunculan makhluk putih yang selalu membelakangi karena enggan tampak bagian depannya. Siapakah mereka itu? Apakah ada hubungannya dengan makam keramat tersebut? Mari ikuti kisah selanjutnya. Sampaaiii jumpa……..

Coming soon
posted by Nuga @ 5/01/2008 06:33:00 PM
 
Kiroro - Best Friend
Friday, 18 April 2008 | 2 Comments | Links to this post