The Butterfly Lovers
Wednesday, 26 November 2008
*
Di masa lalu, entah kenapa aku tergila-gila sekali dengan kebudayaan Tiongkok. Aneka buku, gambar-gambar atau tulisan-tulisan, dll aku baca dan pelajari. Film-film mandarin pun kulahap habis tidak pernah ketinggalan. Tidak lupa bahasa mandarin juga kupelajari sedikit-sedikit, paling tidak ber-“Ni Hao Ma, U an, Cau an, Wan an, Wop u ce tau, dll”. Saat itu aku juga sempat mahir menulis Han Gul. Tapi sayang sekali….sekarang sudah banyak yang lupa. Beberapa lagu mandarin aku juga hapal, tapi tentu saja suaraku yang merdu hanya kunyanyikan sendiri dan kunikmati sendiri. Karena biasanya ada yang suka sakit perut, mendengar aku bersenandung.
*
Once upon a time. Bermula dari sebuah film silat dengan tokoh laga yang kugandrungi waktu itu. Li Lien Chieh berperan sebagai Wong Fei Hung dalam filmnya Once Upon A Time in China. Sejak itulah aku mulai melirik budaya Tiongkok.
*
Salah satu cerita rakyat dari Tiongkok yang merupakan Tragedi percintaan terbesar adalah San Pek Eng Tay. Yang mengisahkan suatu episode kehidupan seorang pemudi intelektual bernama Ciok Eng Tay dan seorang pemuda terpelajar bernama Nio San Pek yang hidup di abad ke-4 Masehi, melukiskan sebuah hubungan percintaan antara Eng Tay dan San Pek yang berakhir dengan kematian mereka yang sangat menyedihkan. Cerita ringkasnya adalah sebagai berikut :


Eng Tay adalah putri seorang kaya yang menyamar sebagai seorang lelaki agar dapat bersekolah di rantau, ternyata jatuh cinta pada San Pek seorang pemuda miskin. Mereka adalah teman sekolah dan bahkan sekamar dalam asramanya. San Pek yang pada mulanya menyayangi Eng Tay sebagai adik angkatnya yang dikenalnya sebagai seorang lelaki, membalas cinta Eng Tay ketika mengetahui bahwa Eng Tay sebenarnyalah seorang perempuan.

Tetapi perjalanan cinta mereka tidak dapat berlanjut hingga perkawinan karena orang tua Eng Tay telah menjodohkan anaknya itu dengan Ma Bun Cay, putra seorang pembesar yang kaya-raya, dan memaksakan perkawinan itu. San Pek pun patah hati, jatuh sakit, lalu mati. Namun Eng Tay menolak perkawinan tersebut dan tetap setia pada San Pek.

Maka dalam perjalanan menuju rumah mempelai lelaki (Ma Bun Cay), Eng Tay menziarahi kuburan San Pek. Di tengah-tengah ratap tangis dan pernyataan kesetiaan Eng Tay di hadapan kuburan San Pek, terjadilah keajaiban, kuburan itu merekah. Dan tanpa bisa dicegah Eng Tay terjun ke dalamnya Menyusul sang kekasih. Belakangan dari kuburan mereka sering beterbangan sepasang kupu-kupu.
*


Demikianlah salah satu legenda, kisah San Pek Eng Tay, yang tertanam pada banyak orang adalah merupakan kisah percintaan yang tragis, kisah sepasang kekasih yang abadi, dan kisah seorang perempuan yang setia.

*

posted by Nuga @ 11/26/2008 04:15:00 pm

3 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home

 
My Photo
Name:
Location: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

I'm just an ordinary person

Previous Posts
Silahkan Di ISI



  • Status : NuGa
    Visit the Site
    My Link Banner



    eXTReMe Tracker



    Youahie