Ramadhan Mubarok
Friday, 5 September 2008



Siang itu cukup ramai pengunjung sebuah rumah makan, hampir tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Orang-orang makan minum dengan lahapnya. Kuperhatikan menunya pun sedikit lebih ‘wah’ dari hari-hari biasanya. Mereka rata-rata para pekerja kantoran. Baik Pria maupun wanita dan….Muslim.

Rumah makan itu hanya “dibuka separo”, atau satu pintu saja. Entah apa maksudnya. Yang pasti untuk ‘menghormati orang puasa’. Tapi apa bukannya malah hal itu justru digunakan untuk ‘ndelik’ para muslimin yang hobby ‘mokah’ alias batal puasa?.

Ada yang biasa saja nyante, tenang-tenang saja. Seolah-olah dia punya ilmu kebal azab. Ada yang plilak-plilik tampak was-was, seperti tikus dapur. Ada yang ngumpet mojok, dll.

Dan yang jelas…sore nanti mereka pulang, juga menikmati hidangan berbuka puasa bersama keluarga. Dengan nikmat.

Ya…..ini bulan Ramadhan. Dan inilah Ramadhan yang penuh berkah itu.
Bukan rasa ujub melihat fenomena tersebut, hanya saja merasa prihatin, mengapa kian hari justru meningkat para muslimin melalaikan ibadahnya.

Luar biasa sebuah kisah yang pernah kudengar, sebuah kampung dimana para penduduknya bekerja keras banting tulang dalam setahun itu, yang tujuannya semata-mata hanya untuk fokus satu bulan saja. Yaitu Ramadhan. Mereka total tidak beraktifitas kerja, hanya total ibadah. Subhanallah.

Karena mereka tahu, betapa Rasulullah menekankan pentingnya Ramadhan, Bulan penuh berkah rahmat dan ampunan. Sehingga kita dituntut untuk suka cita dalam menyambutnya dan bersedih saat ditinggalnya.

Bersyukurlah orang-orang yang sabar dalam haus dan lapar. Bersyukurlah orang-orang yang takut melanggar dosa, bersyukurlah orang-orang yang berlinang air mata mengharap ridha Allah. Karena itu artinya kita dibimbing Allah, tandanya kasih sayang Allah.


Andai Ku Tahu :

Andai orang tahu adzabnya melewati orang shalat yang didepannya ada pembatas, maka dia akan lebih baik menunggu 20 tahun.

Andai orang tahu bahwa menduduki bara adalah lebih baik, maka dia tidak akan menduduki makam.

Andai orang tahu kelingking yang dicelup air mendidih itu panas menyiksa, maka dia tidak akan sudi dibakar dan dipanggang di neraka.


Maka luruskan cita-cita kita :

1. Jangan mau masuk neraka,

2. Raih sorga sekuat tenaga,

3. Raih cinta Allah dengan penuh taqwa.

Insya Allah
posted by Nuga @ 9/05/2008 10:45:00 am

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home

 
My Photo
Name:
Location: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

I'm just an ordinary person

Previous Posts
Silahkan Di ISI



  • Status : NuGa
    Visit the Site
    My Link Banner



    eXTReMe Tracker



    Youahie